Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 45


__ADS_3

Saat itu mama El dan Kiara hanya bisa saling tatap dan bingung,apa mereka harus membangun kedua orang itu atau membiarkan mereka tidur di sana.


"Sebaiknya biar kan saja ma,jika kita membangun kan mereka, pasti akan sangat canggung."Ucap Kiara memberi ide kepada mama nya.


"Baik lah,kau benar, kalau begitu ayo ke kamar dan tidur."Ucap mama El.


"Iya ma, ayo,tapi aku akan menyelimuti mereka dengan selimut dulu."Ucap Kiara.


"Tidak usah,biar mama saja."Ucap mama El kepada Kiara.


"Baik lah kalau begitu ma."Jawab Kiara masih tersenyum geli melihat papa dan Ardan tidur bersama.


Keesokan harinya.


Kiara terbangun dari tidurnya namun ia kaget saat membuka mata Ardan sudah duduk di samping ranjang menghadap ke arah nya dengan posisi duduk masih di kursi roda.


"Astaga."Ucap Kiara yabg memang saat itu tidur dengan posisi menyamping.


"Mas, mengagetkan saja."Kesal Kiara.


"Rasakan saja."Jawab Ardan dengan wajah manyun nya.


"Ada apa mas? Pagi-pagi seperti ini sudah mengamuk saja."Jawab Kiara sambil tersenyum kecil.


"Mengapa kau tidak membangun kan ku? Kau membuat aku cangung tidur bersama dengan papa di ruang tengah."Oceh Ardan tidak terima.


Sementara Kiara hanya tertawa cengengesan.


"Diam,jika kau masih tertawa aku akan menghukum mu."Ucap Ardan yang risih saat melihat Kiara menertawai diri nya.


"Emhhh,baik lah aku akan diam."Ucap Kiara berusaha untuk tidak tertawa namun bibir nya tidak bisa berbohong.


Saat melihat Kiara yang masih tertawa Ardan yang kesal pun memegang tangan nya dan menarik tengkuk Kiara lalu mencium bibir Kiara.


"Umhhhh."Leguh Kiara saat Ardan mencoba untuk mengigit bibir bawahnya.


Setelah di rasanya puas untuk balas dendam kepada istri nya yang menyebalkan, Ardan pun menyudahi aksinya.


"Massss!"Teriak Kiara kesal akan tindakan Ardan yang sempat membuat dirinya tidak bisa bernafas.


"Iya sayang aku di sini."Jawab Ardan dengan senyum jahil nya.


"Benar-benar!"Ucap Kiara yang kemudian mengambil guling yang ada di samping nya dan memukuli Ardan.


"Ahh, sakit hentikan Kiara,mama!"Teriak Ardan yang saat itu sedang di gebuki oleh Kiara dengan sebuah guling.

__ADS_1


Mama El yabg mendengar kericuhan di dalam kamar Kiara pun dengan cepat pergi menuju kamar Kiara.


Sementara itu papa Bian baru saja pergi ke kantor.


"Astaga! Apa yang kalian lakukan? Seperti anak kecil saja! Kiara apa yang kau lakukan kepada Ardan?"Tanya mama El kaget dan mengambil guling yabg sedang di pegang Kiara.


"Dia men ... "Ucap Kiara terhenti sambil memegang bibir nya.


Sementara Ardan dengan jahil nya menjulur kan lidah mengejek Kiara dari belakang mama El.


"Ma lihat lah,mas Ardan mengejek ku!"Ucap Kiara di selaputi rasa kesal.


Mama El pun menoleh ke arah Ardan dan melihat Ardan yang memasang wajah takut nya.


"Sudah-sudah, kalian ini seperti anak kecil saja, Kiara kau tidak boleh seperti itu kasian Ardan."Ucap mama El membela Ardan.


"Iya ma, maaf."Jawab Kiara putus asa karena ia tau mama nya tidak akan membela dirinya.


"Ya sudah, sekarang kalian sebaiknya mandi,mama akan menyiapkan sarapan."Ucap mama El yabg kemudian berjalan keluar dari kamar Kiara.


"Mas lihat apa yang kau lakukan, mama malah memarahi aku."Kesal Kiara.


"Itu kan juga salah mu."Ucap Ardan sambil tertawa cengengesan.


"Apa dia marah pada ku?"Batin Ardan.


Setelah selesai mandi mereka pun keluar dari kamar dan sarapan, di meja makan Kiara masih saja tidak mau bicara dengan Ardan ia benar-benar ngambek dan tidak ingin bicara kepada Ardan.


Bahkan setelah sarapan ia kembali masuk ke dalam kamar,hal ini tentu saja membuat Ardan risih karena Kiara tidak menegur atau bicara padanya.


"Sayang,ayo lah jangan marah lagi."Ucap Ardan membujuk Kiara yabg saat itu sedang berniat ponsel di kamar nya.


"Aku baik-baik saja."Jawab Kiara tanpa ekspresi.


"Baik-baik saja bagaimana? Kau tidak bicara dengan ku sejak tadi pagi."Ucap Ardan kesal.


"Makanya, jangan jahat kepada ku, bagaimana rasanya di diam kan."Ucap Kiara menatap Ardan dengan tatapan kesal.


"Ya sudah, begini saja, aku akan mengabulkan satu keinginan mu, jika kau memaafkan ku."Ucap Ardan putus asa.


Kiara yabg mendengar hal itu menjadi bersemangat dengan mata yang berbinar-binar ia mendekat ke pada Ardan dan mulai bicara.


"Benar kah?"Tanya Kiara memastikan.


"Iya benar."Ucap Ardan kepada Kiara.

__ADS_1


"Apapun?"Tanya Kiara lagi.


"Ya kecuali meningal kan aku."Ucap Ardan dengan wajah tegang takut jika istri nya akan meminta yang tidak-tidak nantinya.


"Aish,apa yang kau pikir kan mas?"Ucap Kiara mengeleg kan kepala nya.


"Baik lah sekarang katakan,apa kau mau mobil? Rumah baru? Baju baru? Atau apa?"Tanya Ardan dengan santainya.


"Penyakit orang kaya, mana ada aku ingin hal-hal seperti itu, aku ingin kau menurut satu kali saja dengan ku mas, aku ingin kau menjalani pengobatan."Ucap Kiara kepada Ardan.


"Apa? Jadi itu yang kau inginkan?"Tanya Ardan mengerutkan keningnya.


"Iya, supaya kau bisa berjalan kembali."Jawab Kiara.


"Apa kau malu dengan kondisi ku? Apa kau merasa dengan kondisi ku yang seperti ini aku tidak berguna untuk mu?"Tanya Ardan terlihat marah.


"Bukan begitu mas."Ucap Kiara khawatir permintaan nya terlalu kelewatan dan melukai hati Ardan.


"Sudah lah, jangan bahas itu lagi."Ucap Ardan tidak ingin membahas percakapan mereka.


"Tapi mas..."Ucap Kiara terhenti saat mendengar telpon milik Ardan berdering.


Ardan pun mengambil ponsel nya Yanga da di saku kemeja yang saat ini ia pakai.


Call on


"Hallo."Ucap Ardan sambil menempelkan ponsel tersebut ke telinga nya.


"Hallo tuan, bagaimana dengan berkasnya? Kita membutuhkan berkas dari tuan untuk melakukan kerja sama dengan klien."Ucap sekertaris Ardan yang mengurus kantor.


"Astaga,maaf aku melupakan nya, aku akan segera menyelesaikan nya dan mengirim kan kepada mu."Jawab Ardan terlihat sangat khawatir.


"Baik lah tuan,kalau begitu saya tutup dulu."Ucap sekertaris Ardan yang kemudian mematikan telepon tersebut.


"Ada apa mas?"Tanya Kiara.


"Kita harus segera kembali ke Fila."Ucap Ardan kepada Kiara.


"Mengapa buru-buru?"Tanya Kiara bingung karena sebelumnya Ardan bilang akan pulang sore nanti.


"Sekertaris ku menelpon karena ada berkas penting yang harus aku kirim kan kepada nya."Ucap Ardan.


Kiara pun ingat dengan berkas yang di kerjakan nya pada malam itu dan berfikir mungkin saja berkas itu yang di maksud oleh Ardan.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2