
Rose terpotong karena bodyguard yang berjaga di gerbang depan masuk ke dalam Mansion dengan terengah-engah.
"Nyonya, maaf menganggu."Ucap bodyguard tersebut kepada mama Ulan.
"Ada apa? Mengapa kau seperti di kejar maling saja?"Tanya mama Ulan kaget.
"Saya, huh, saya melihat nyonya Kiara, dan dia kabur!"Ucap bodyguard itu.
"Apa? Kiara? Di mana dia?"Tanya mama Ulan bergegas berdiri dari duduknya dan kemudian berlari keluar dari mansion.
"Nyonya Kiara? Kabur? Bibi, apa yang kau maksud?"Tanya Rose yabg kemudian juga berlari keluar dari mansion.
"Kiara! Kiara!"Teriak mama Ulan berlari membuka gerbang mansion.
"Nyonya, nyonya muda sudah pergi menaiki taxi."Ucap bodyguard tersebut.
"Kiara, ya tuhan!"Tangis mama Ulan yang tiba-tiba melemah.
"Di mana asisten ku? Pak apa kau melihat Kiara asisten ku?"Tanya Rose masih belum mengerti apa yang terjadi.
"Nona Rose, nyonya muda Kiara,itu juga adalah asisten anda, dia keluar saat anda masuk ke dalam Fila.
"Bibi,apa itu benar? Siapa Kiara sebenarnya? Aku benar-benar tidak mengerti tolong jelaskan kepada ku."Ucap Rose memegang pundak bibi nya.
"Rose, dia adalah istri Ardan sepupu mu!"Jerit mama Ulan memegang tangan Rose.
"Ja-Jadi dia, dia adalah istri nya Ardan? Kiara istri nya Ardan?"Ucap Rose terus mengulangi ucapan nya.
"Iya, dan tadi Ardan ke sini."Ucap mama Ulan.
Flashback onn
"Ma, mama!"Teriak Ardan masuk ke dalam Mansion.
__ADS_1
"Apa Ardan? Ada apa dengan mu?"Tanya mama Ulan kepada Ardan.
"Ma, di mana Kiara?"Tanya Ardan kepada sang mama.
"Kiara? Apa yang terjadi dengan mu? Bukan kah Kiara bersama mu di Fila?"tanya mama Ulan lagi.
Detik itu juga Ardan pun menceritakan semua yang terjadi,dan kesalah pahaman yang terjadi beberapa minggu setelah ia pulang dari pengobatan nya.
Mama Ulan tentu tidak kaget dengan Ardan yabg sudah bisa berjalan karena mama Ulan sempat melakukan panggilan video saat Ardan di kota itu, dan sebenarnya mama Ulan dan Ardan sengaja merahasiakan ini dari Kiara karena ingin memberikan kejutan,tapi siapa sangka hal itu akan berubah menjadi pertikaian dan salah paham yang datang kepada Kiara dan Ardan.
"Ini semua salah Ardan,anak itu benar-benar bodoh, bertindak tidak menyelidiki lagi, Rose bawa dia kembali bibi mohon Rose, kau dekat dengan nya,dia asisten mu bukan? Kau tau dia tinggal di mana Rose? Ayo bantu Ardan Rose bibi mohon,bibi tidak mau Ardan sampai berpisah dengan Kiara, Kiara itu menantu yang baik."Ucap mama Ulan sambil menangis.
"Baik lah bibi tenang dulu, jangan seperti ini, kita pasti bisa menemukan Kiara dan menyelesaikan kesalah pahaman ini."Ucap Rose.
"Tapi bibi sangat khawatir Rose."Ucap mama Ulan lemah karena khawatir akan kehilangan menantu kesayangan nya.
"Pak, tolong tenang kan bibi ku, bawa dia masuk,aku akan pergi."Ucap Rose kepada bodyguard yang masih stay di sana.
"Baik nona."Ucap bodyguard itu mengerti.
"Pantas saja dia tidak mau masuk bersama ku, pantas wajah nya berubah saat masuk ke aula mansion, Kiara, ternyata laki-laki yang kau maksud itu adalah sepupu ku? Mengapa kau harus menyembunyikan ini dari ku?"Batin Rose mengeluarkan Begitu banyak pertanyaan sambil fokus mengendali mobil.
"Saat ini tujuan utama rose adalah apertemen Kiara, dia pasti pulang ke apertemen nya.
Rose pun menambah kecepatan mobil nya.
Setelah tiga puluh menit berlalu Rose pun akhirnya tiba di apertemen tempat tinggal Kiara.
Ia memarkir kan mobil nya di depan apertemen Kiara, dan kemudian turun dari mobil lalu berjalan cepat masuk ke dalam gerbang apertemen itu.
Tok...tok...tok. Suara ketukan di luar pintu apertemen Kiara.
"Kiara buka pintu nya, aku tau kau ada di dalam, buka pintu nya Kiara!"Ucap Rose sedikit berteriak.
__ADS_1
"Pergi lah Rose,aku mohon tinggal kan aku, jangan temui aku lagi,aku mohon."Ucap Kiara yabg ternyata tau Rose akan datang ke apertemen nya.
Kiara sengaja menguci pintu itu agar Rose tidak masuk.
"Kiara aku sudah mengetahui semuanya, aku mohon masalah mu dengan Ardan jangan menjauh dari ku Kiara kita sudah berhubungan baik."Bujuk Rose.
"Maaf kan aku, sebaiknya di antara kita jangan ada hubungan lagi, Rose aku mohon pergi lah, kau adalah sepupu nya Rose."Jawab Kiara dari dalam apertemen yang sedang menangis dan bersender di pintu apertemen.
"Kiara, aku tau, aku tau bagaimana kekecewaan mu terhadap Ardan, tapi aku mohon, jangan sama kan aku seperti dia, meskipun aku sepupunya,aku berada di pihak mu."Ucap Rose lagi.
"Iya aku tau berada di pihak ku, tapi Rose kau pasti akan mempertemukan aku dengan nya bukan? Kau tau itu, aku mohon tinggal kan aku."Ucap Kiara yang tidak mau membuka pintu apartemen itu.
"Aku berjanji, aku janji tidak akan mempertemukan kau dengar Ardan, aku janji Kiara."Ucap Rose lagi.
"Maaf Rose,aku tidak bisa percaya itu."Ucap Kiara di sela Isak tangis nya.
Segitu bencinya dia kepada Ardan sehingga tidak mau menemui Rose dan berfikir jika Rose akan meghianati nya dan mempertemukan dirinya dengan Ardan.
"Kiara,ayo lah, bukti kan kepada nya jika kau bisa hidup tanpa dia, bukti kan kepada nya jika kau biasa-biasa saja sekarang, kau bersembunyi dan lari seperti ini untuk apa Kiara? Bukan kah kalian sudah mengeluarkan surat cerai?"Ucap Rose lagi.
Namun Kiara tidak menjawab ucapan Rose barusan.
"Kiara, kalian berada di kota yang sama, cepat atau lambat kau akan bertemu dengan nya, berusaha lah kuat kiara,aku tau kau sakit hati, tetapi jika benar kau tidak mencintai nya lagi seharusnya kau biasa saja, jangan seperti ini jadi pengecut dan bersembunyi."Ucap Rose lagi.
"Justru karena itu Rose, karena aku mencintai nya, makanya aku tidak mau bertemu dengan dia lagi."Batin Kiara.
"Kiara ayo jawab aku, jangan jadi pengecut Kiara!"Teriak Rose.
Dan beberapa menit kemudian pintu itu pun terbuka, terlihat Kiara dengan rambut acak-acakan dan mata sembab nya berlari menghambur ke dalam pelukan Rose.
Saat ini yang bisa menyemangati nya atau mengerti dirinya hanya lah Rose,bukan orang lain.
"Kau akan membuktikan nya Rose,akan aku buktikan."Ucap Kiara sambil memeluk Rose.
__ADS_1
Rose yang mendengar hal itu merasa senang karena akhirnya Kiara bisa di nasehati oleh diri nya, meski dia tidak tau apa rencana Kiara setelah ini.
Bersambung ....