
"Kiara, maaf kan kami, saat itu, kami terpaksa membohongi mu dan mengatakan pernikahan ini karena papa mu membutuhkan bantuan, yang sebenarnya terjadi tidak seperti itu Kiara, dengar kan penjelasan mama."Ucap mama El kepada Kiara.
"Jelas kan ma, aku memang sangat membutuhkan penjelasan itu."Ucap Kiara kepada sang mama.
"Kiara, pada saat kecelakaan, kau menabrak mobil Ardan, mobil kalian sama-sama terpental dan kau mengalami koma yabg cukup lama karena benturan keras di bagian kepala, sementara Ardan, dia mengalami lumpuh, hal itu membuat Ardan furstasi,di tambah lagi Alina yang meningal kan nya, padahal pernikahan nya akan segera di langsung kan. Hal ini lah yang membuat Ardan membenci mu, dan meminta mu bertanggung jawab atas apa yang terjadi, dan akhirnya dia meminta agar menikahi mu, sebagai bentuk tanggung jawab, tapi dokter mengatakan jika kau tidak boleh banyak pikiran dan akhirnya kami membohongi mu."Jelas mama El kepada Kiara.
Kiara gemetar mendengar apa yang di ucapkan mama nya barusan.
Bayangan di mana Ardan memukul dan menyiksa nya pun kini terbayang kembali di benak nya.
"Jadi, jadi itu alasan mas Ardan membenci ku?"Batin Kiara tidak habis fikir.
"Kiara, maaf kan mama, semua ini mama lakukan karena ingin kau baik-baik saja, lupakan masalah ini, sayang, Ardan sekarang bukan lah yang dulu lagi, dia sangat mencintai mu."Ucap mama El membujuk Kiara.
Akan tetapi Kiara malah berlari masuk ke dalam kamar nya dan menangis, ia tidak menyangka jika orang yang membuat Ardan lumpuh adalah dirinya sendiri, pantas saja jika Ardan sangat membencinya dulu.
"Kiara."Pangil mama El hendak mengejar Kiara yang masuk ke dalam kamar.
"Ma, jangan, dia butuh ketenangan, biar kan saja dulu."Ucap Gibran kepada mama El.
"Baik lah, Gibran mama mohon, bantu mama membujuk Kiara nanti."Ucap mama El sedih.
"Sudah ma, biar kan saja dulu, dia masih kaget dengan kenyataan ini, sebaiknya berikan dia waktu sendiri, nanti aku akan membujuk nya."Ucap Gibran lagi.
"Baik lah."Jawab mama El kembali duduk, sementara papa Bian hanya mengelus pelan pundak mama El agar tenang.
Sementara itu di sisi lain.
Terlihat Ardan yang baru saja keluar dari ruang miting nya.
__ADS_1
Ardan melangkah cepat menuju ruang kerja nya, namun ia belum sempat melihat ponsel nya karena masih ada hal yang harus dia selesai kan.
Saat masuk ke dalam ruang kerja nya, Ardan kaget karena Bima sudah duduk di sofa di dalam ruang kerja tersebut.
"Apa yang kau lakukan di sini? Keluar."Ucap Ardan menatap Bima penuh kebencian.
"Ardan, aku hanya ingin minta maaf kepada mu."Ucap Bima dengan wajah malu menemui Ardan.
"Aku tidak membutuhkan itu, sekarang juga angkat kaki mu dan pergi dari sini."Ucap Ardan yang seperti nya terlihat benar-benar membenci Bima.
"Aku tau, aku tau kau marah kepada ku, bahkan kau membenciku, tapi aku datang ke sini hanya ingin minta maaf, tidak lebih, aku sadar dengan apa yang telah aku lakukan kepada kau dan Kiara ini salah, besok aku akan kembali ke kota (*) bersama Ros. Aku tidak akan ke sini lagi, aku tidak akan menggangu mu lagi, dan sampai kan permintaan maaf ku kepada Kiara."Ucap Bima kepada Ardan.
"Bagus jika kau menyadari itu, dan lebih Bagus juga, jika kau pergi dari kota ini."Jawab Ardan yabg sebenarnya tidak tega dengan apa yang dia ucapkan untuk Bima.
"Satu lagi, hati-hati dengan Alina, dia berniat jahat kepada Kiara."Ucap Bima.
Namun belum sempat Ardan bertanya apa yang di maksud Bima dengan niat jahat Alina, Bima sudah berjalan keluar dari ruangan kerja Ardan, Ardan yabg masih marah pun tidak kuasa mengejar atau berbicara banyak kepada nya.
Tertara nomer telpon rumah di layar ponsel Ardan, ia pun buru-buru mengangkat telpon tersebut.
Call on
"Hallo."Ucap Ardan menempel kan ponsel itu ke kuping nya.
"Tuan muda, halo, nyonya, nyonya Kiara pergi dari mansion."Ucap maid B di sebrang telpon.
"Apa? Bi, cerita kan pelan-pelan apa yang terjadi,aku tidak bisa mendengar suara mu dengan jelas."Ucap Ardan mulai khawatir.
"Tuan, tadi ada perempuan yang datang ke sini, perempuan itu menemui nyonya dan berkata tentang tabrak yang membuat tuan muda lumpuh,lalu nyonya dengan cepat pergi dari Fila dan kami tidak tau kemana."Ucap maid B menjelaskan dengan detail meskipun agak berantakan Ardan tetap bisa memahami nya.
__ADS_1
"Baik lah aku mengerti, aku akan mencari nya, dan kabari aku jika Kiara tiba di Fila."Ucap Ardan yabg kemudian mematikan telepon secara sepihak.
Call off.
"Bagaimana?"Tanya maid A kepada maid B.
"Ya, aku, aku sudah mengatakan nya kepada tuan muda dan tuan muda akan mencari nyonya, lalu tuan muda meminta kita memberi kabar jika nyonya pulang sebelum tuan muda."Ucap maid B menjelaskan kepada maid A.
"Astaga, bagus lah jika begitu."Ucap maid A mengelus dadanya.
Sementara itu di sisi lain.
Ardan menyerahkan semua pekerjaan nya kepada sekertaris nya, ia lun berjalan keluar dari kantor dan masuk ke dalam mobil.
"Alina, benar-benar tidak ada habisnya."Ucap Ardan sambil mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi.
Ardan pun mengarahkan mobil nya menuju rumah mama dan papa nya Kiara, karena ia tau Kiara pasti akan ke sana untuk menanyakan hal itu dan memastikan apakah ucapan Alina itu benar atau tidak.
Sementara itu di sisi lain.
"Aku benar-benar tidak tahan seperti ini, aku harus menyerahkan diri, sebelum Alina semakin banyak membuat onar dan menganggu rumah tangga Kiara dan Ardan."Batin Bima sambil fokus mengendarai mobil nya.
Bima yang merasa begitu bersalah kepada Ardan dan kiara akhirnya menemukan cara agar bisa membuat rumah tangga Kiara dan Ardan damai lagi dengan cara membongkar rahasia mereka tentang Alina yang melakukan tabrak lari Fany, dan Bima berniat menjebloskan Alina ke dalam penjara meskipun nantinya dia juga akan masuk penjara, tapi Bima sudah tidak peduli, asal kan dia bisa menembus semua kesalahan nya.
Bima pun mengarahkan mobil nya menuju kantor polisi terdekat, karena dia takut makin lama menyimpan rahasia ini, makin bertigkah tidak baik Alina yabg bebas itu.
Tidak butuh waktu lama, Bima pun akhirnya tiba di kantor polisi.
ia memarkir kan mobil nya dan berjalan masuk ke dalam kantor polisi tersebut.
__ADS_1
Bersambung ....