
"Mengapa diam?Apa dia lebih tampan dari ku?"Sekali lagi Ardan menanyakan pertanyaan tersebut.
"Emm, tuan Bima memang tampan, tapi, aku rasa tuan muda lebih tampan."Dengan segenap keberanian akhirnya Kiara menjawab pertanyaan itu.
Terlihat wajah bahagia Ardan yang mendengar jawaban istri nya, meskipun ia agak kesal karena di mata Kiara Bima masih ada tampan-tampan nya.
"Benar kah?"Tanya Ardan kembali memastikan apakah jawaban Kiara itu benar.
"Tidak benar, haha, kalian itu sama-sama tampan dan ... "Ucap Kiara terhenti karena tiba-tiba Ardan memusingkan kursi rodanya dengan wajah yang terlihat merah dan dia terlihat kesal dengan jawaban Kiara barusan.
"Eh, apa aku salah bicara? Apa aku salah?"Ucap Kiara meningal kan makanan ikan itu dan menghampiri Ardan.
Kiara menahan kursi roda Ardan yang sudah berbalik ingin pergi dari kolam tersebut.
"Lepas, aku ingin istirahat."Ucap Ardan kesal.
"Apa tuan muda cemburu?"Ucap Kiara sambil tersenyum kecil.
"Cemburu? Memang nya kau siapa?Mana mungkin aku cemburu."Jawab Ardan gengsi mengakui jika dirinya memang benar-benar cemburu.
"Sudah cemburu tidak mau mengaku pula, benar-benar tidak bisa di tebak."Ucap Kiara dengan suara kecil.
"Apa katamu?"Ardan mendengar itu langsung menatap mata Kiara.
Kiara yang menyadari suaminya marah pun bertingkah lucu, ia berlutut di depan Ardan sambil tersenyum.
"Ehem, mas, kau itu memang pemarah, namun juga sangat tampan, setelah ku pikir-pikir, kau ternyata lebih tampan dari Bima saat kau marah seperti ini."Kiara dengan lucu nya berkata seperti itu, entah mengapa Kiara tiba-tiba di beri keberanian.
Ardan yang mendengar dan melihat ekspresi Kiara pun menjadi tidak tahan untuk tersenyum, istri nya itu terlihat seperti seekor anak itik yang baru menetas ia begitu pandai meredam amarah Ardan dan membuat Ardan sangat ingin memainkan pipi nya.
"Hentikan gaya jelek mu itu untuk menggoda ku,aku rasanya ingin membuat pipi mu merah."Ucap Ardan sambil mencubit kedua pipi Kiara tanpa ekspresi apapun.
"Ahhh, sakit."Ucap Kiara karena Ardan mencubiti kedua pipinya.
"Tunggu,kau sudah bisa memanggil ku dengan sebutan mas barusan untuk mengoda ku? Mengapa kau tidak mencoba nya lagi agar aku melepaskan cubitan ini?"Ucap Ardan dengan senyum jahil nya.
__ADS_1
Seperti nya sekarang giliran Kiara yang di kerjai oleh Ardan.
"Emm,kapan itu? Mengapa aku tidak menyadari nya?"Tanya Kiara berpura-pura tidak ingat.
"Aku akan Menghitung nya."Ucap Ardan.
"Astaga, baik,baik, mas lepas kan aku, ini sakit."Ucap Kiara yang tidak kuat lagi menahan rasa sakit cubtian Ardan di pipinya.
Benar saja, Ardan langsung tersenyum dan melepas kan cubitan itu, seperti nya Ardan akan mulai bucin kepada wanita yang di bencinya selama dua bulan ini.
"Aduhh, benar-benar sakit."Leguh Kiara sambil memegang kedua pipinya yang sedikit memerah.
"Ini akan menjadi pelajaran untuk mu, jika berani mengerjai ku lagi, kau akan menerima akibatnya, ayo cepat bawa aku ke dapur,aku ingin sarapan."Ucap Ardan menahan tawa melihat pipi Kiara.
"Aih, benar-benar menyebalkan."Jawab Kiara kesal namun ia juga senang karena sekarang ia tidak cangung lagi menghadapi suaminya itu.
Mereka pun pergi ke dapur Fila, di sana ada maid A dan maid B yang sedang sibuk-sibuknya menyiapkan masakan.
"Eh, selamat pagi tuan dan nyonya."Ucap maid A dan maid B yang pagi ini terlihat lebih bersemangat.
"Pagi bi."Jawab Kiara.
"Bi, apa sarapan nya sudah siap?"Tanya Kiara menghampiri maid A dan maid B.
Sementara itu Ardan menunggu di meja makan, namun ia masih bisa melihat Kiara dan para maid yang sedang di dapur.
"Maaf nyonya, ini masih belum selesai di masak."Ucap maid A.
"Baik lah,bair aku bantu."Ucap Kiara yabg mulai mengambil beberapa bahan makanan dan mulai membantu maid A dan maid B memasak sarapan.
"Nyonya bisa?"Tanya maid B melihat Kiara yang mulai menggoreng daging ayam yang sudah di racik dan di bersihkan oleh maid A tadi.
"Tenang saja,bibi cukup mengajarkan aku memasukkan bumbu nya,tapi biar kan aku yang mengerjakan nya."Ucap Kiara yang sebenarnya sekaligus ingin lebih pintar memasak meskipun beberapa Minggu lalu ia sudah
belajar memasak sup tapi ia malah tertarik untuk memasak ayam saja.
__ADS_1
"Baik lah nyonya, tapi harus hati-hati, kompor nya tidak boleh menyala terlalu besar."Ucap maid A dengan pelan.
Kiara mengangguk paham dan akhirnya ia pun memasak ayam tersebut dengan di ajarkan oleh maid A dan maid B secara bergantian.
Sementara Ardan terus memandangi Kiara dari meja makan,tampa mengalihkan pandangan nya sedetik pun.
"Mengapa baru sekarang aku menyadari jika dia begitu cantik dan lucu?"Batin Ardan mulai berkecamuk.
Tanpa di ketahui oleh Ardan sendiri, dirinya sedang jatuh cinta terlebih dalam kepada sang istri dan mulai membuka pintu hati nya secara langsung.
Setelah beberapa puluh menit kemudian Kiara pun selesai membuat ayam kecap itu, dengan perasaan khawatir ia menghidangkan nya di meja makan.
Sebenarnya Kiara khawatir jika Ardan akan marah jika masakan nya tidak sesuai selera Ardan, karena ia masih mengingat kejadian bubur saat awal menikah.
Namun siapa sangka,saat mencicipi ayam kecap masakan Kiara tersebut membuat Ardan ketagihan, rasanya begitu enak,dan lebih terasa, bumbunya juga terasa lebih menyesap ke dalam daging.
"Ini, ini terasa enak."Ucap Ardan menatap Kiara dengan tatapan kagum.
"Hah? Benar kah?"Ucap Kiara kaget.
Kiara tidak menyangka jika masakan nya akan seenak itu sampai membuat Ardan memujinya.
Kamu selamat Kiara dia mulai mencintai mu di tambah masakan mu yang lezat seperti nya kau akan beruntung (Author)
Oke next (Author)
Karena melihat Kiara yang tidak percaya Ardan mengambil sepotong daging ayam kecap itu mengunakan sendok,ia meniup nya karena masih panas dan memberikan kepada Kiara untuk mencoba nya.
"Buka mulut mu."Ucap nya sambil mengarahkan sendok tersebut ke mulut Kiara yang duduk di hadapan nya.
Kiara yang penasaran dengan rasa masakan nya pun membuka mulut nya sedikit lebar.
"Wahhh,ini enak sekali."Ucap Kiara saat Ardan sudah menyuapinya.
"Ya karena suapan dari ku tentu lebih enak."Ardan kembali meneruskan makan nya namun tidak lupa dengan memuji diri sendiri.
__ADS_1
Sementara itu maid A dan maid B hanya bisa diam dan melihat keromantisan pasangan suami istri itu yabg kini baru bermula meskipun sudah dua bulan menikah.
Bersambung ....