Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 36


__ADS_3

"Silahkan duduk tuan."Ucap Jafin kepada Bima.


Bima pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Jafin dan mulai membuka topik pembicaraan.


"Apa kau benar-benar tau tentang Kiara?"Tanya Bima tudepoin dengan masalah yang ingin dia tanyakan.


"Ya, tentu saja, karena dia mantan kekasih ku."Ucap Jafin enteng.


"Setelah aku putus dengan nya apa kau tau dia menikah dengan siapa?"Bima kembali melontarkan pertanyaan.


"Tunggu, apa yang tuan katakan? Kapan dia menikah? Setau ku dia masih belum menikah, karena sejak kecelakaan itu dia tidak lagi pernah menghubungi aku atau menikah,itu tidak mungkin, jika menikah dia tidak mungkin tidak mengelar pesta pernikahan."Jawab Jafin dengan yakin nya.


"Bagus, ternyata dugaan ku benar, Ardan hanya membohongi aku karena dia takut jika aku mengambil Kiara dari nya."Batin Bima.


"Tuan, tuan Bima."Pangil Jafin saat menyadari Bima yang sedang diam melamun.


"Ah,iya maaf, terus mengapa dia bisa kecelakaan?"Bima kembali bertanya.


"Emm, masalah itu,aku tidak tau."Bohong Jafin.


Jafin tidak mau jika Bima mengetahui kecelakaan Kiara di sebab kan oleh dirinya dan Fany.


"Baik lah, terus kan informasi yang lebih kau tau tentang Kiara."Ucap Bima benar-benar buta akan kemanusiaan nya menyukai Kiara.


"Tunggu,apa yang akan aku dapat kan jika aku membantu tuan Bima?"Tanya Jafin kembali.


"Mulai malam ini kita akan kembali melakukan kerja sama,besok akan ada sekertaris ku yang datang untuk menemui mu, untuk kontrak kerja sama ulang kita."Ucap Bima yang rela bekerja sama dengan orang licik seperti Jafin hanya demi mendapatkan informasi yang belum tentu benar dari Jafin.


Mereka pun mengobrol banyak tentang Kiara, Bima mulai mengorek informasi lebih dalam tentang Kiara dan keluarga nya, bahkan ia mencari tau apa saja yang di sukai oleh Kiara.


Sebenarnya ini adalah awal dari keegoisan Bima yang mulai memusuhi Ardan karena cinta nya kepada Kiara yang notabennya istri Ardan sepupunya.


Setelah malam itu, Bima mulai menjalankan rencana nya untuk lebih dekat dengan Kiara dan berusaha menarik perhatian Kiara lebih jauh lagi.

__ADS_1


Namun ia tidak tau bahwa Ardan tentu tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


Dan karena itu juga Bima mengurungkan niat nya untuk kembali ke kota tempat tinggal nya, meskipun mama nya berkali-kali menelpon karena itu sudah dua bulan di kantor cabang Bima tetap bersikeras malah ia ingin memindahkan seluruh usaha nya ke kota ini namun masih belum sempat.


Dua Minggu pun berlalu.


Dua Minggu itu pula Bima sudah tidak tingal lagi di Fila Ardan, ia sudah pindah ke apertemen yang di sewa nya sendiri jarak dirinya dan Ardan kini semakin terlihat.


Mama Ulan yang mengetahui itu menjadi sedikit khawatir meskipun mama Ulan tidak mengetahui apa permasalahan Ardan dan Bima yang sebenarnya, sehingga membuat Bima pindah tempat tinggal.


Namun Ardan sama sekali tidak mempedulikan nya, ia malah senang saat Bima pergi karena tidak ada yang mencoba mendekati istri nya lagi.


Dua Minggu cukup untuk membuat Kiara dan Ardan makin lengket dan sangat dekat satu sama lain.


"Kiara, apa yang kau lakukan?"Tanya Ardan kepada Kiara yang sedang membawa makanan ikan.


"Ingin memberi ikan-ikan makan, seperti biasanya."Ucap Kiara kepada Ardan.


"Aku ikut."Ucap Ardan.


Saat tiba di kolam ikan tersebut Kiara pun menabur kan sedikit demi sedikit makanan ikan itu.


"Mengapa kau senang dengan pekerjaan seperti ini?"Tanya Ardan kepada Kiara.


"Hm, tidak ada, aku hanya merasa ini kewajiban ku."Jawab Kiara tampa menatap Ardan.


"Mulai besok tidak perlu melakukan ini lagi."Tiba-tiba Ardan mengatakan perkataan itu kepada Kiara.


"Kenapa tuan? Bukan kah ini tugas yang sudah tuan berikan dan tidak boleh dilakukan oleh orang lain?"Tanya Kiara.


"Wanita ini, jadi dia tidak peka dengan segala kode dan perubahan ku selama ini?"Batin Ardan.


"Tuan."Kembali Kiara menangil Ardan yang sedang larut dalam pikiran nya.

__ADS_1


"Turuti saja apa yang aku katakan,dan jangan gunakan baju pelayan itu lagi."Jawab Ardan yang semakin membuat Kiara kaget.


"Me, mengapa?"Ucap Kiara bingung sambil memegang baju yang dia gunakan dan melihat nya.


"Mengapa kau begitu banyak bertanya, besok mama akan datang ke sini,dan satu lagi jangan panggil aku tuan."Jawab Ardan terlihat kesal karena sang istri yang begitu tidak peka dengan kode yang diberikan tentang perasaan nya meskipun kode itu benar-benar kaku.


"Ouh,mama akan datang besok? Ada apa, maksud ku mengapa baru mengatakan sekarang?"Kiara terlihat belum siap dengan dirinya yang saat ini.


"Tidak perlu khawatir mama hanya ingin menjenguk kita, tidak lebih."Jawab Ardan santai.


"Tetapi setidaknya aku juga harus mempersiapkan diri,agar tidak begitu canggung, karena setelah hari pernikahan aku baru sekali bertemu dengan mama Ulan."Jawab Kiara terlihat tidak enak hati.


"Katakan kepada ku,apa yang ingin kau persiap kan?"Tanya Ardan ingin menenangkan hati Kiara.


"Misal Nya, masakan apa yang mama suka? Dan bagaimana aku harus berakting seolah kita baik-baik saja,dan menjalin hubungan romantis seperti suami istri pada umumnya?"Kiara begitu polos tanpa ia sadari mereka sudah berhubungan baik sejak dua Minggu ini.


"Kau begitu cantik,tapi begitu bodoh,aku pikir kau akan memikirkan bagaimana penampilan mu besok, apa baju,apa sepatu mu dandan mu, ternyata yang kau pikirkan adalah makanan kesukaan mama dan bagaimana berakting? Hahaha!"Ardan tertawa renyah setelah mengutarakan ucapan itu kepada Kiara.


Sementara Kiara hanya melongo dengan melihat wajah manis dan rupawan suaminya saat sedang tertawa, sudah dua bulan ia hidup bersama dengan Ardan namun baru kali ini ia melihat tawa yang cukup renyah itu keluar.


"Tampan sekali."Batin Kiara.


Setelah puas tertawa, Ardan pun kembali menatap Kiara yang sedang menatap dirinya tanpa berkedip.


"Aku tau,aku ini sangat tampan, kau tidak perlu mengagumi nya seperti itu."Ucap Ardan membuat Kiara tersadar.


"Eh, em tidak, siapa bilang, tuan terlihat biasa saja, bahkan lebih menyeramkan ketika tertawa."Ledek Kiara yang sudah berani.


Seketika wajah Ardan berubah kesal mendengar istri nya yang tidak mengakui ketampanan nya.


"Apa kau merasa Bima lebih tampan dari ku?"Tanya Ardan.


Seketika Kiara terdiam dan menatap Ardan sambil mengerutkan keningnya,ia tidak tau mengapa suaminya tiba-tiba bertanya hal yang sekonyol itu.

__ADS_1


Karena biasanya Ardan yang dingin tidak terlalu mempedulikan apapun apalagi pertanyaan yang tidak penting.


Bersambung ....


__ADS_2