
Tampa banyak basa-basi lagi Ardan pun melangkah kan kaku nya untuk menghampiri Kiara.
Sementara itu Kiara sedang duduk dengan tatapan kosong menatap ombak pantai yang sesekali terlihat kuat menghempas di pinggir pantai.
"Kiara."Lirih Ardan saat ia sudah tepat berdiri di belakang Kiara.
Kiara terdiam mendengar suara yang tentu tidak asing di telinga nya.
Ia pun berdiri dari duduknya dan memutar balik badan menghadap ke arah suara yang memanggil nya saat ini.
Namun saat itu juga Kiara ingin melangkah pergi dari pantai tersebut.
Namun dengan cepat Ardan menahan tangan nya dan memeluk nya erat.
"Lepas kan aku!"Ucap Kiara mendorong kuat Ardan yang memeluk nya.
"Kiara,aku mohon dengar kan penjelasan ku dulu."Ucap Ardan kepada Kiara.
"Rose, dia menjebaku."Batin Kiara mengepal kuat tangan nya.
"Tidak ada yang perlu di jelas kan, aku harap kau bisa menjauhi aku sekarang karena kita sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi."Ucap Kiara kepada Ardan.
"Siapa bilang?"Tanya Ardan lagi.
"Apa kau tidak menandatangani surat perceraian itu?"Tanya Kiara menatap tajam Ardan.
"Tidak, aku sudah membuat nya menjadi abu."Ucap Ardan lagi.
"Mengapa? Mengapa! Bukan kah kau sudah memilih kembali dengan masa lalu mu? Di banding kan dengan diriku, yang kau nikahi hanya untuk menjadi perawat mu saja?" Ucap Kiara dengan suara lantang dan air mata mulai berjatuhan.
"Tidak ada yang aku pilih, kau masih istri ku, ayo kita pulang, jangan mencoba kabur-kabur lagi."Ucap Ardan yang melihat beberapa pasang mata sudah menatap mereka.
"Tidak! Aku tidak akan mau pulang!"Ucap Kiara marah.
__ADS_1
Namun Ardan tidak peduli, dengan cepat dia mengendong Kiara dan membawa nya masuk ke dalam mobil nya.
Tidak peduli seberapa besar Kiara memberontak Ardan tetap tidak melepaskan nya, tangisan Kiara pun semakin menjadi-jadi karena dirinya benar-benar masih marah kepada Ardan atas apa yang di lakukan Ardan kepada nya.
"Lepas kan aku! Lepas!"Ucap Kiara saat Ardan memasukkan dirinya ke dalam mobil.
Ardan hanya diam tidak menjawab, setelah memasukkan Kiara ke dalam mobil Ardan pun memasangkan sabuk pengaman Kiara agar dia tidak keluar dan terlalu memberontak.
"Hiksss mama, papa!"Jerit Kiara seperti anak kecil.
Ardan menyala kan mesin mobil nya dan kemudian melaju meningal kan pantai tersebut.
"Hentikan mobil nya! Hentikan!"Ucap Kiara sambil memukul-mukul Ardan.
"Diam lah sayang, kali ini aku tidak akan melepaskan mu, kau harus tau semua nya, kau harus tau jika ini semua hanya kesalah pahaman yang di buat oleh Bima dan Alina."Ucap Ardan sambil fokus mengemudi mobil.
Mendengar hal itu Kiara berhenti memberontak, dia menatap Ardan dengan tatapan bingung,apa hubungan masalah mereka dengan Bima dan Alina.
Ardan memberhentikan mobilnya dan membuka pintu mobil.
Dia tau jika Kiara pasti akan mengamuk lagi, ia pun kembali mengendong Kiara yang saat itu masih dalam kondisi menangis.
"Lepas kan aku! Lepas!"Ucap Kiara saat Ardan mengendong nya masuk ke dalam Fila.
Sementara maid A dan maid B yabg melihat itu hanya bisa tersenyum bahagia karena nyonya rumah mereka sudah kembali, meskipun kembali dengan keadaan seperti orang kesurupan.
Ardan melempar tubuh Kiara ke kasur di dalam kamar mereka.
"Apa yang kau lakukan!?"Ucap Kiara marah dan hendak beranjak dari kasur king size itu.
"Dari mana saja kau? Mengapa kau meningal kan aku? Mengapa kau membuat aku hampir gila mencari mu?"Ucap Ardan melongar kan dasi yang melilit kerah kemeja nya.
Sementara itu Kiara turun dari ranjang dan menuju pintu kamar, ia gemetar ingin keluar dari kamar itu.
__ADS_1
"Mas! Apa yang kau lakukan? Buka pintu nya mas!"Teriak Kiara dengan air mata bercucuran.
Kiara tidak bisa keluar karena pintu kamar tersebut di kunci oleh Ardan,dan kuncinya di lempar Ardan ke sembarang arah.
"Membuat mu tidak pergi lagi, itu adalah tujuan ku sekarang."Ucap Ardan yang bukan nya membujuk malah seperti seorang pesicopat saja.
Bagaimana Kiara tidak ketakutan seperti itu, melihat Ardan yang seperti orang kesurupan hantu.
"Mas, aku mohon,lepas kan aku, kita sudah tidak ada hubungannya lagi,aku ingin kau pergi dan jangan menggangu kehidupan ku lagi."Tangis Kiara dengan suara pelan.
Ardan pun mendekati Kiara yabg kasih berdiri di depan pintu kamar tersebut.
"Hey, bisa kah kau mendengar kan penjelasan ku satu kali saja?"Ucap Ardan memelan kan suaranya dan memegang kedua pipi basah Kiara.
"Tidak ada, tidak ada yang perlu di jelas kan lagi."Ucap Kiara mulai melemah.
"Jebakan, semua yang terjadi adalah jebakan."Ucap Ardan kepada Kiara.
Ardan mengeluarkan ponsel nya, dan menujuk dua foto di tempat yang berbeda, foto pertama itu adalah foto Bima dan Kiara yabg ada di sofa ruang tengah saat Ardan tidak ada,dan foto yang kedua itu adalah foto Kiara dan Bima di restoran.
"Dari mana datangnya nya? Fo-foto ini?"Tanya Kiara kepada Ardan.
"Pagi itu saat aku ingin pulang, ada seseorang yang mengirimkan foto ini kepada ku, dan kau tau rasanya sangat sakit, namun aku menahan amarah ku karena aku menemui mu dan kau terlihat sangat merindukan kan ku, dan sejak saat itu aku menunggu kau sendiri yang menjelaskan nya, tapi tidak juga ada penjelasan, dan foto kedua di kirim oleh Alina pada hari kau melihat aku memeluk nya itu hanya lah sandiwara ku agar kau cemburu dan kau bisa bicara dengan ku apa yang terjadi."Ucap Ardan menjelaskan.
"Mengapa harus begitu? Bukan kah kau bisa bertanya kepada ku?" Ucap Kiara menatap wajah suaminya yang penuh keringat itu.
"Sssst, biar kan aku selesai berbicara, dan kau tau? pesta ulang tahun itu, memang untuk mu, tapi aku tau itu salah ku karena aku keterlaluan, tapi saat pagi itu aku pulang maid menjelaskan semua yang terjadi,saat itu lah aku tau kau tidak bersalah, tapi aku terlambat, kau sudah pergi meninggalkan aku, aku mohon Kiara maaf kan aku"Ucap Ardan sekali lagi menarik Kiara ke dalam pelukan nya.
Meskipun rasa sakit di hatinya masih terasa, tapi Kiara akhirnya tau jika suaminya tidak lah sengaja melakukan itu semua, melainkan karena cemburu dan salah paham, dari sini bisa di simpulkan kita harus saling terbuka apa lagi dengan pasangan, merahasiakan sesuatu itu tidak baik.
Dan ini bukan kesalahan dari Ardan maupun Kiara, tapi salah dari Alina dan Bima yang sangat antusias menghancurkan rumah tangga orang lain.
Bersambung ....
__ADS_1