Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 41


__ADS_3

Kiara terlihat sedih dengan ucapan Ardan barusan karena sebenarnya ia juga merindukan mama dan papa nya.


Namun ia tidak berani mengatakan karena takut jika Ardan akan marah.


"Sudah lah, nanti kita akan ke rumah mama dan papa mu."Ucap Ardan sambil mengelus rambut coklat lurus milik Kiara.


Mendengar ucapan itu sontak Kiara membulat kan mata nya menatap Ardan,dia yang semula nya engan menatap wajah sang suami menjadi antusias dan semangat.


"Benar kah?"Ucap nya dengan tangan yang di kalung kan di kedua pundak Ardan.


"Iya, dan kalau perlu kita akan menginap di sana satu malam."Ucap Ardan.


Sontak hal yang di katakan Ardan barusan membuat hati Kiara berbunga-bunga dan ia pun memeluk erat tubuh Ardan dengan ekspresi senang nya.


"Terima kasih,aku benar-benar merindukan mama dan papa,kapan kita akan pergi tuan?"Tanya Kiara melepaskan pelukan itu lalu kemudian menatap wajah Ardan.


"Jangan memgangil ku dengan sebutan tuan lagi,atau aku tidak akan mau menemani mu pulang ke rumah papa dan mama mu."Ucap Ardan dengan kesal.


"Umhh,apa aku harus terus menangil mas sekarang?"Tanya Kiara lagi.


"Tentu saja. Satu lagi, jangan tidur di sofa, jangan kembali ke gudang itu."Ucap Ardan memegang pipi Kiara.


"Emm, mengapa?"Ucap Kiara mulai cangung.


Ardan mendekat kan bibir nya ke kuping Kiara dan berbisik.


"Karena kau istri ku."Bisik Ardan lalu kemudian mencium pipi Kiara sekilas.


Wahhh bucin nya.(Author ogep)


Next


Mata Kiara melotot melihat tingkah Ardan yang baru saja mencium pipinya.


"Mengapa dia jadi sebucin ini? Aishh,ada apa dengan ku? Mengapa jantung ku terasa berdebar."Batin Kiara.


"Segera beres kan beberapa baju ku, untuk mengindap semalam di rumah mama mu."Ucap Ardan mencairkan suasana.


"Se-sekarang?"Tanya Kiara.


"Iya sekarang."Jawab Ardan singkat tapi jelas.

__ADS_1


"Oke siap."Ucap Kiara terlihat senang berdiri dari pangkuan Ardan dan memberi hormat ala komandan lalu berlari kecil masuk ke dalam kamar mereka untuk beres-beres.


Sementara itu Ardan hanya bisa tersenyum geli melihat tingkah laku istri nya yang seperti anak kecil.


"Tuan, mengapa nyonya terlihat sangat bahagia? Bibi tidak pernah melihat nya seceria itu."Ucap maid A yang saat itu membawa segelas teh hangat untuk Ardan.


"Kami akan pergi ke rumah mama nya dan menginap satu malam bi, dan aku harap kalian bisa menjaga Fila dengan baik,satu lagi bi, jangan biar kan Bima masuk ke Fila apalagi kamar ku."Pesan Ardan kepada maid A.


"Benar kah begitu tuan? Baik lah bibi mengerti tuan."Ucap maid A paham.


Dua jam pun berlalu.


"Mas, mengapa berhenti di sini?"Tanya Kiara melihat mobil Ardan yang berhenti di depan sebuah mall.


"Kita mampir ke sini dulu."Jawab Ardan singkat.


Karena tidak mau banyak bertanya Kiara pun hanya mengikuti nya saja, ia membantu Ardan turun dari mobil dan mereka pun masuk ke dalam mall tersebut.


"Mas, apa yang kita butuhkan di sini?"Tanya Kiara di buat bingung sambil mendorong pelan kursi roda Ardan mengitari mall.


"Kau ini kenapa? Apa kau benar-benar perempuan? Mengapa kau tidak menyukai mall? Dan apa kau tidak ingin berbelanja?"Ardan mengeluarkan begitu banyak pertanyaan kepada Kiara.


"Aku memiliki banyak uang."Jawab Ardan kesal karena istri nya meremehkan keuangan.


"Bukan soal itu ..." Ucap Kiara terhenti saat Ardan memberikan sebuah black card kepada nya.


"Jangan banyak bicara, belanja sepuasnya aku akan menunggu mu,dan belikan juga untuk mama dan papa mu."Ucap Ardan dengan tegas nya.


"Hah? Harus se banyak itu?"Tanya Kiara heran dengan keroyalan suaminya.


"Mana mungkin orang kaya seperti ku datang ke rumah mama dan papa mu hanya dengan tangan kosong."Ucap Ardan sedikit sombong.


"Aishh, sombong sekali."Kesal Kiara yabg kemudian berjalan untuk memilih beberapa baju.


Sementara itu Ardan menunggu di ruang tunggu yang sudah di siapkan oleh staf mall tersebut karena dirinya member VIP di mall tersebut.


Sementara menunggu Kiara yang berbelanja Ardan pun memilih memainkan ponselnya agar tidak bosan.


Kiara membeli dua buah baju untuk mama dan papanya,ia tidak ingin boros meskipun Ardan menyerahkan black card kepada nya.


Bukan hanya untuk mama dan papa nya Kiara pun membeli sebuah kemeja lengan panjang yang menurut nya sangat cocok dengan Ardan.

__ADS_1


Namun ia sama sekali belum menemukan baju atau dress yang cocok dengan nya atau yang berhasil menarik perhatian nya.


"Kya,dres itu cantik sekali."Ucap Kiara melihat sebuah dres unggu muda yang cantik.


Dari awal dirinya memang menyukai warna ungu, karena itu ia selalu membeli barang-barang berwarna unggu.


Kiara pun mendekati dres tersebut dan melihat nya.


Saat ingin memegang dres tersebut ada tangan seorang wanita yang juga memegang dress itu.


"Sayang aku mau yang ini."Ucap wanita itu sambil memegang dress yang sudah di pegang Kiara terlebih dahulu.


"Ambil saja sayang,apa yang tidak untuk dirimu."Jawab laki-laki yang berada di samping perempuan itu yang seperti nya adalah pacarnya.


"Maaf, tapi aku lah yang terlebih dahulu memegang nya."Ucap Kiara yang juga dengan erat memegang dres itu dan tidak melepaskan nya.


Perempuan itu menatap Kiara dengan tatapan tajam.


"Hey, kau bisa membeli dress lain, berikan itu untuk kekasih ku."Ucap laki-laki itu kepada Kiara.


"Tidak,aku yang memegang nya terlebih dahulu mengapa aku harus memberinya kepada kalian?"Ucap Kiara bersikeras.


"Berikan! Kau tidak tau siapa kami? Kau tidak tau siapa pacar ku? Dia adalah member VIP di sini."Ucap perempuan itu kepada Kiara.


"Aku tidak perlu tau siapa kalian,aku datang ke sini untuk berbelanja,bukan menjadi wartawan."Ucap Kiara masih tetap memegang baju itu meskipun mereka sudah saling tarik.


"Kurang hajar sekali kau ini ya!"Ucap wanita tersebut yang kemudian menarik dres itu dengan kuat sehingga membuat dres itu robek di bagian tengah yang dia tarik.


"Astaga."Ucap Kiara melihat dress yabg di sukai nya robek.


"Hahaha."Mampus kau harus menganti nya."Ucap perempuan itu dengan tawa jahat.


"Apa maksud mu? Jelas-jelas kau yang merobek nya, aku tidak menariknya."Ucap Kiara dengan wajah marah.


Sementara itu ada seorang karyawan mall yang datang menghampiri Ardan di ruang tunggu.


"Tuan muda maaf menganggu."Ucap karyawan tersebut terlihat buru-buru.


"Ada apa?Di mana istri ku?"Tanya Ardan.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2