
Rose yang mendengar hal itu merasa senang karena akhirnya Kiara bisa di nasehati oleh diri nya, meski dia tidak tau apa rencana Kiara setelah ini.
"Apa kau berjanji tidak akan menghindari aku hanya karena aku sepupu nya Ardan?"Ucap Rose khawatir Kiara akan jaga jarak dengan nya.
"Tentu tidak."Jawab Kiara dengan senyum tipis nya.
"Kalau begitu sebaiknya kita masuk ke apertemen dulu,malam ini aku akan menginap di sini untuk menemani mu."Ucap Rose yabg sebenarnya takut Kiara pergi dari apartemen itu.
"Baik lah, ayo masuk."Ucap Kiara kepada Rose.
Mereka pun bersama-sama masuk ke dalam apertemen itu, karena hari sudah makin gelap.
Sementara itu di sisi lain.
"Bima, aku rasa kita sudah aman."Ucap Alina yang saat itu berada di dalam apertemen Bima.
"Iya kau benar, barang bukti sudah kita singkirkan,dan aku yakin, polisi pasti tidak akan bisa menemukan kita atau menangkap kita Tampa barang bukti."Jawab Bima sambil tersenyum miring.
"Hmm, dan sekarang kita bisa bebas keluar?"Tanya Alina lagi.
"Iya, tapi bersikaplah biasa saja, jangan seperti maling, tidak ada yang mengenali kita,kau tau,aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Kiara."Ucap Bima.
"Terserah kau saja,malam ini,aku akan pergi keluar,aku akan menemui Ardan."Ucap Alina.
Entah apa yang merasuki Alina dan Bima sehingga jahat seperti itu, ini cinta atau pesicopat, author pun takut.
Next.
Malam harinya.
Malam itu Alina dan Bima sama-sama keluar dari apertemen Bima dengan mobil terpisah, mereka merasa sudah aman karena sudah menghilangkan barang bukti serta bersembunyi selama dua minggu dari keramaian.
Sementara itu di sisi lain.
"Kiara, bagaimana jika kita pergi jalan-jalan."Ucap Rose yabg berniat untuk membuat suasana hati Kiara menjadi baik lagi.
"Jalan-jalan kemana?"Tanya Kiara.
"Ke mana saja, makan-makan,atau ke pantai saja, malam-malam seperti ini pasti banyak orang di pantai, mereka pasti babrbekyu an di pantai, bagaimana jika kita ikut?"Tanya Rose.
"Sudah lah, Istirahat saja, bukan kah besok masih banyak jadual kerja mu?"Tanya Kiara.
__ADS_1
"Kiara, aku besok tidak mau kerja dulu,aku ingin libur beberapa hari, aku lelah."Jawab Rose dengan nada bicara yang memelas.
"Baik lah, kalau begitu, nanti aku akan menelpon menejer untuk ijin dirimu."Ucap Kiara.
"Yes,kalau begitu, kita jalan-jalan saja bagaimana?"Ucap Rose yang seperti nya ngebet sekali ingin jalan-jalan.
"Astaga,baik lah ayo."Ucap Kiara kewalahan menolak permintaan Rose yang seperti anak kecil itu.
"Akhirnya,ayo siap-siap."Ucap Rose berdiri dari duduknya dan masuk ke kamar Kiara.
Satu jam pun berlalu.
Kini Kiara dan Rose sudah berada di dalam mobil, mereka berdua ingin pergi ke pantai untuk bakar-bakaran ayam dan jagung serta makanan lainnya.
"Apa kau yakin malam ini tidak akan turun hujan?"Tanya Kiara kepada Rose.
"Tentu saja, lihat lah, betapa banyak nya bintang-bintang di atas langit."Rose menjawab sambil mengemudi mobil nya.
"Kau ini, antusias sekali."Ucap Kiara.
"Jelas, karena apa kau tau, aku tidak pernah memiliki teman, atau pasangan, karena aku selalu sibuk kerja dan kerja."Jawab Rose mulai serius.
"Ya karena ini cita-cita ku."Jawab Rose santai.
"Ohh."Jawab Kiara hanya mengeluarkan kata ohh.
"Sampai."Ucap Rose yang tiba-tiba memberhentikan mobilnya.
"Astaga, bisa kah kau tidak mengangetkan aku?"Tanya Kiara kesal.
"Hehe, maaf kan aku, sekarang bisa kah kau turun lebih dulu ke pantai? Karena aku mau membeli beberapa bumbu di sana."Ucap Rose kepada Kiara.
"Huh,baik lah nyonya."Ucap Kiara dengan seribu kekesalan nya.
Setelah Kiara turun dari mobil Rose pun dengan cepat mengambil ponsel nya dan mulai mengetikkan pesan.
Isi pesan:
"Ardan,kemari lah, temui aku di pantai **** Aku bersama Kiara, lakukan kesempatan ini dengan baik, bibi sangat menyayangi Kiara, cepat lah."Tulis Rose dan kemudian mengirim kan pesan tersebut kepada Ardan.
....
__ADS_1
"Kiara, maaf kan aku, bukan aku berniat menghianati atau melukai mu, tapi aku melihat cinta di mata mu, masalah kalian harus selesai,aku tidak ingin hubungan kalian berdua hancur."Ucap Rose yang sebenarnya berniat baik tidak ingin Kiara dan Ardan berpisah karena sebenarnya Rose juga sudah menganggap Kiara adik nya sendiri dan ia juga tidak mau orang lain mengantikan posisi Kiara.
Setelah mengeringkan pesan singkat tersebut Rose pun turun dari mobil nya dan pergi menghampiri Kiara.
"Mana bahan yang kau beli?"Tanya Kiara bingung melihat Rose tidak membawa apa-apa saat tiba di dekat nya.
"Astaga, maaf-maaf, tadi aku tidak membeli nya karena terlalu banyak orang, jadi kita bakar jagung dulu saja ya."Ucap Rose berbohong.
"Ada apa dengan mu? Bukan kah membakar jagung juga butuh margarin?"Tanya Kiara mengaruk kepala nya yang tidak gatal.
Sementara itu di sisi lain.
Ting ... Sebuah pesan masuk ke ponsel Ardan.
Ardan yang malam itu sedang mengendarai mobil Tampa tau arah tujuan pun mengambil ponsel nya dan melihat layar ponsel tersebut.
"Rose?"Tanya Ardan kebingungan namun ia membuka pesan tersebut.
Bertapa kaget nya dia melihat isi pesan dari Rose, tanpa basa-basi Ardan langsung memutar balik mobil nya dan menuju pantai yang di ucap Rose di pesan itu.
Tidak butuh lama Ardan pun tiba di pantai tersebut dengan mengendarai mobil mengunakan kecepatan tinggi, rasanya dia sudah tidak sabar ingin bertemu Kiara lagi.
sementara itu.
"Baik lah,baik aku akan pergi lagi membeli nya, jangan marah dan tunggu lah di sini jangan kemana-mana."Ucap Rose kepada Kiara.
"Hmm."Hanya itu suara yabg keluar dari mulut Kiara.
Sementara itu Ardan bergegas turun dari mobil nya dan berjalan masuk ke aula pantai.
"Seperti nya itu Ardan."Batin Rose yang kemudian diam-diam berjalan menghampiri Ardan yang seperti nya mencari keberadaan mereka.
"Ardan."Ucap Rose menepuk pundak Ardan.
"Rose, kau ada di sini? Kapan kau bersama Kiara? Bagaimana bisa kau kenal dengan nya?"Tanya Ardan yabg memang tidak tau bagaimana Kiara dua mingguan ini bersama dengan Rose.
"Sudahlah, jangan banyak tanya, nanti kau akan tau, dia di sana, cepat lah, dan jangan sia-sia kan kesempatan baik ini untuk berbaikan."Ucap Rose memberikan support untuk sepupu nya.
Ardan pun melihat arah yang di tujukan oleh Rose, benar saja di sana ada Kiara, istri nya, istri yang sudah dia sakiti dan dia buat menderita.
Bersambung ....
__ADS_1