
"Baik lah, ayo ke aula pemotretan."Ucap Rose yang sudah selesai bersiap-siap.
Kiara tidak menjawab namun ia hanya mengangguk kan kepala nya.
Kefokusan Kiara pun mulai memudar, setelah mencium aroma wangi dari jaket tersebut.
"Tidak mungkin,ini pasti hanya kebetulan,dasar aku bodoh,mana mungkin orang yabg memakai parfum seperti itu hanya satu orang di dunia ini?"Batin Kiara.
Sementara dari kejauhan Rose juga tidak fokus karena melihat Kiara yang sedari tadi hanya diam dengan tatapan kosong tidak seperti biasanya.
Saat istirahat pemotretan, Rose pun menghampiri Kiara yang masih saja melamun di tempat duduk,ia bingung dengan sifat Kiara yang tiba-tiba berubah, karena biasanya dia selalu menatap Rose yabg berpose dan menyiapkan minuman untuk Rose.
"Kiara,apa kau kurang enak badan?"Tanya Rose kepada Kiara.
"Ah,iya, aku hanya sedikit pusing."Jawab Kiara tersentak ketika Rose bicara dengan nya.
"Baik lah,kalau begitu, bagaimana jika kau sekarang pulang."Ucap Rose khawatir dengan keadaan Kiara.
"Pulang? Oh tidak-tidak,aku masih bisa bekerja jangan khawatir."Ucap Kiara meyakinkan Rose bahwa dia baik-baik saja.
"Hmm, sekali pemotretan lagi aku akan selesai hari ini, jadi kita bisa pulang cepat aku akan mengantarmu hari ini."Ucap Rose kepada Kiara.
"Hmm, baik lah."Jawab Kiara dengan senyum tipis.
Setelah beberapa menit istirahat, Rose pun kembali pemotretan, namun itu tidak berlangsung lama karena Rose hari ini meminta agar lebih cepat pulang karena kondisi asisten nya sedikit memburuk.
Tiga puluh menit kemudian, Rose dan Kiara pun akhirnya keluar dari studio foto tersebut.
Rose pun terpaksa meminjam mobil kantor untuk pulang karena mobil nya masih di perbaiki.
Mereka masuk ke dalam mobil itu dan melaju meninggalkan studio foto.
"Kiara, sebenarnya apa yang terjadi? "Tanya Rose sambil fokus mengemudi mobil nya.
"Tidak ada, aku hanya sedang mengingat seseorang."Ucap Kiara.
"Suami mu?"Tanya Rose lagi.
"Suami? Daei mana kau tau aku memilih suami?"Tanya Kiara.
__ADS_1
"Kiara,kau mungkin bisa menyembunyikan identitas itu,tapi aku pernah melihat foto mu yang memakai gaun pengantin, tapi tidak ada foto laki-laki jangan bilang itu cuma editan karena aku kenal gaun yang kau pakai adalah desain seseorang."Ucap Rose berusaha menjadi teman curhat yang baik.
"Ya,kau benar,aku sudah menikah,dan foto yang kau lihat itu, bukan lah resepsi itu hanya sebuah pernikahan biasa yang di hadiri beberapa orang keluarga saja."Ucap Kiara kepada Rose.
"Apa? Bagai mana mungkin?"Tanya Rose semakin penasaran.
"Ya, karena itu adalah pernikahan yang terpaksa Rose."Ucap Kiara.
"Maksud mu?"Tanya Rose lagi.
"Iya karena aku menikah dengan seorang laki-laki lumpuh untuk membalas Budi nya atas bantuan nya untuk perusahaan papa ku, dia menikahi ku mungkin karena dia lumpuh dan membuat aku menjadi perawat nya sementara saja, setelah dua bulan aku mencintai nya dan dia juga terlihat sama, namun setelah dia kembali bisa berjalan dia malah kembali ke manatan kekasih nya dan melupakan aku, lalu aku yabg tidak tahan akan hal itu meningal kan nya dengan surat penceraian."Ucap Kiara menjelaskan secara detail.
"Astaga, tidak ku sangka kau begitu malang,jika aku bertemu laki-laki itu akan aku tampar dia, tapi tunggu,jadi itu alasan mu mencari pekerjaan dan tingal di hotel?"Tanya Rose.
Kiara pun mengangguk mengiyakan ucapan Rose.
"Emm, Kiara, sudah jangan terlalu kau pikir kan hal itu, bagai mana sekarang jika kau ikut aku kerumah bibi ku, karena ini masih siang nanti aku akan mengantarmu pulang."Ucap Rose berniat untuk menghilangkan kesuntukan Kiara.
"Emm,baik lah ayo."Jawab Kiara.
Rose pun dengan senang hati untuk membawa Kiara mampir ke rumah bibi nya.
Beberapa menit kemudian.
Semakin lama Kiara semakin kebingungan karena jalan itu seperti jalan menuju mansion mama Ulan mama nya Ardan.
"Tunggu, Rose apa rumah bibi mu ada di sini?"Tanya Kiara kepada Rose.
"Iya benar, lebih tepatnya Mansion."Ucap Rose kepada Kiara.
Deg ... jantung Kiara berdetak semakin kencang,ia berharap di sana itu tidak hanya ada satu mansion.
Kiara mulai memejamkan mata nya dan berharap jika Mansion yang di maksud bukan mansion mama Ulan.
Tidak butuh waktu lama Rose pun memberhentikan mobilnya dan melihat Kiara yang dengan mata yang terpejam.
"Hey,apa kau ketiduran? Kita sudah sampai."Ucap Rose.
Kiara perlahan membuka mata nya dan melihat sekeliling.
__ADS_1
Ternyata benar dugaan Kiara,itu adalah mansion mama Ulan.
"Ap-a, ini mansion nya?"Tanya Kiara sedikit gugup.
"Iya,ini, kenapa?"Tanya Rose.
"Jadi dia sepupu nya Ardan? Ini tidak masuk akal, ternyata aku terjebak di lubang yang sama, aku bahkan ingin kabur dari kehidupan mereka tapi mengapa aku jatuh nya ke sini lagi?"Batin Kiara menatap mansion tersebut.
Dan bertepatan saat itu sebuah mobil hitam yang sangat di kenali oleh Kiara keluar dari mansion dan melaju melewati mobil Rose.
Rose pun mengemudi mobil nya masuk ke dalam aula mansion setelah mobil itu keluar.
"Mobil mas Ardan."Batin Kiara dengan keringat bercucuran dan tangan gemetar.
"Kiara, apa yang terjadi kepada mu?"Apa kau baik-baik saja?"Tanya rose menatap Kiara.
"Aku, aku, tidak apa-apa."Jawab Kiara dengan susah payah.
"Yasudah, ayo turun."Ucap Rose lagi.
"Rose, kau turun lah dulu,aku ingin menelpon seseorang sebentar."Ucap Kiara kepada Rose.
"Baik lah jangan lama-lama, aku tunggu di dalam."Ucap Rose yang kemudian membuka pintu mobil dan turun dari mobil itu lalu berjalan masuk ke dalam Mansion.
Kiara pun memanfaatkan situasi ini untuk kabur setelah melihat Rose masuk ke dalam Mansion.
"Rose,maaf kan aku, detik ini juga aku harus menjaga jarak dari mu."Batin Kiara yang turun dari mobil dan menyelinap keluar dari sana.
"Nyonya Kiara?"Ucap bodyguard yang berjaga di depan gerbang mansion.
"A-aku, bu-bukan!"Ucap Kiara yang kemudian berlari menjauh dari sana, dan memberhentikan taxi dan bergegas masuk ke dalam taxi.
"Nyonya! Nyonya Kiara!"Pangil bodyguard itu lagi namun Kiara sudah keburu masuk ke dalam taxi.
Bodyguard itu pun bergegas masuk ke dalam Fila dan menghampiri mama Ulan dan Rose yang sedang duduk di ruang tengah menunggu Kiara masuk.
"Di mana asisten mu yang baik itu Rose, kau bilang ingin mengenal kan nya kepada bibi."Ucap mama Ulan.
"Dia ada di ... ".
__ADS_1
Rose terpotong karena bodyguard yabg berjaga di gerbang depan masuk ke dalam Mansion dengan terengah-engah.