Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 69


__ADS_3

Rose yang mendengar itu pun, langsung melirik seluruh sudut ruangan itu, dan benar saja, sangat terlihat rapi dan barang-barang semuanya terusun sesuai model nya masing-masing.


"Kiara, jangan lakukan ini lagi, kau akan kelelahan sebelum kau bekerja."Ucap Rose kepada Kiara.


"Baik non Rose."Ucap Kiara mengerti.


"Tapi kau benar-benar pintar ya menata ruangan ini, aku sangat tertarik."Ucap Rose sambil tersenyum.


"Benar kah? Terima kasih banyak nona Rose atas pujiannya."Ucap Kiara.


"Em, Kiara, aku sebenarnya sedikit cangung di panggil nona, mengapa kau tidak memanggil ku Rose saja?"Tanya Rose lagi.


"A-Apa? Bagaimana mungkin?"Tanya Kiara kaget karena ia tidak mungkin memagil atasan nya dengan sebutan Rose.


"Iya, dengan begitu kita lebih nyaman bukan satu sama lain?"Tanya Rose lagi.


"Baik lah nona Rose, eh maksud ku, Rose."Ucap Kiara gugup.


"Yasudah, aku tau kau pasti bisa, sekarang siap kan baju ku untuk pemotretan pertama."Ucap Rose lagi.


"Baik lah."Jawab Kiara penuh semangat.


Pemotretan pertama pun selesai, begitu lah pekerjaan Kiara yang begitu sibuk mengurusi Rose, dan menurut nya itu menyenangkan karena Rose adalah orang yang hamble dan baik sekali.


Tampa terasa dua Minggu pun berlalu, pekerjaan nya dengan Rose snagat berjalan dengan lancar.


Rose juga menyewa sebuah apertemen untuk di tinggali Kiara karena dirinya benar-benar tidak tega melihat Kiara yang bolak balik dari hotel ke perusahaan yang jarak nya sangat jauh dan membutuhkan ongkos taxi yabg mahal.


Hari ini seperti biasanya Kiara datang lebih awal ke kantor dan seperti biasa juga Rose selalu telat karena memang dia sering telat bangun tidur.


"Astaga,potografer nya sudah datang, mengapa Rose belum juga tiba?"Batin Kiara menunggu Rose di depan ruangan nya.


Kiara juga sudah mencoba menelpon Rose, beberapa kali, namun Rose tidak menjawab telpon itu, tidak seperti biasanya hal ini membuat Kiara sedikit khawatir.


Sementara itu di sisi lain.


"Astaga, mobil ini, mengapa harus mogok segala! Aku ingin cepat-cepat ke kantor."Ucap Rose yabg saat ini tengah berhenti di pinggir jalan kota.


Mobil Rose mogok entah mengapa mobil itu tiba-tiba mati dan tidak bisa nyala kembali.

__ADS_1


Sementara itu ada beberapa laki-laki hidung belang yang sedari tadi melihat Rose tidak jauh dari sana, seperti nya mereka adalah para preman yang sering menggangu wanita-wanita yang berhenti atau lewat di sana sendirian.


Melihat Rose yabg sedang kebingungan,dua laki-laki tersebut pun tidak segan-segan untuk menghampiri nya.


"Hey cantik, ada apa dengan mobil mu?"Tanya salah satu dari laki-laki itu.


"Ah, anu, mobil ku mogok."Ucap Rose yang belum tau jika itu adalah orang-orang jahat.


"Boleh kami bantu?"Tanya laki-laki itu lagi.


"Apa kah kalian ini montir? Apa kalian bisa memperbaiki mobil ku?"Tanya Rose lagi.


"Tidak,biar kan teman ku membawa mobil mu ke bengkel,dan kau tunggu lah di sini bersama kami, atau kau mau mampir ke rumah kami untuk beristirahat?"Tanya laki-laki itu mulai menujukkan kejahatan nya dengan memegang dagu Rose.


Peria itu juga menatap Rose dengan tatapan yabg menjijikan, melihat Rose yang berpakaian sedikit minim laki-laki itu benar-benar menujukkan kebejatan nya.


"Kalau begitu tidak perlu, kalian pergi lah, aku bisa menelpon seseorang untuk datang dan membantu ku."Ucap Rose yang baru menyadari siapa laki-laki itu.


"Sombong sekali kau ini ya, bagaimana, jika kami tidak mau pergi?"Tanya laki-laki itu mulai memegang tangan Rose.


"Lepas kan aku! Lepas! Menjijikan sekali!"Ucap rose memberontak.


"Tolong! Tolong aku! Lepas kan aku!"Ucap Rose memberontak dengan kuat.


Namun dua laki-laki bejat itu lebih kuat dari dirinya.


Sementara itu, saat Rose hampir di bawa oleh dua laki-laki jahat itu, sebuah mobil hitam berhenti menghalangi mereka.


"Mau kalian apakan dia?"Tanya seorang laki-laki tampan yang keluar dari mobil hitam tadi.


"Mau apa kau! Sebaiknya jangan ikut campur!"Ucap dua laki-laki jahat yang masih memegang Rose.


"Tolong aku, mereka ingin menculik ku!"Jerit Rose ketakutan.


"Lepas kan dia."Ucap laki-laki tampan itu menatap dua penculik tadi.


"Kalau begitu,kau harus bisa mengalahkan kami."Jawab penculik itu yang kemudian mendorong Rose ke pinggir jalan dan menyerang laki-laki tampan tadi.


"Ahh."Ucap Rose kesakitan karena tangan nya terkena batu.

__ADS_1


Sementara itu dua penculik tadi tengah berusaha melawan laki-laki yang membantu Rose.


Namun beberapa menit saja, dua penculik itu sudah babak belur di hajar laki-laki tersebut.


Setelah merasa mereka tidak kuat melawan satu orang mereka pun memilih untuk kabur dari sana dengan berlari cepat,wajah mereka sudah lebam-lebam dan bibir yang juga berdarah.


"Kau baik-baik saja?"Tanya laki-laki tadi mengulur kan tangan nya kepada Rose.


Rose menatap laki-laki tersebut,di sini lah beberapa menit pandangan mereka beradu.


"Ah,em, aku baik-baik saja."Ucap Rose menyambut uluran tangan dari sang laki-laki.


"Tunggu, tangan mu berdarah."Ucap laki-laki itu.


"Tidak apa-apa,aku akan mengobati nya nanti, terima kasih banyak sudah membantu ku."Jawab Rose sambil menampilkan senyum memikat nya.


"Mobil mu kenapa? Dan mengapa mereka bisa menculik mu?"Tanya pria itu lagi.


"Mobil ku mogok, dan aku ingin ke kantor ku untuk pemotretan, mereka pasti sudah menunggu ku."Ucap Rose kesal.


"Kalau begitu masuk lah ke mobil ku, nanti aku akan menelpon seseorang untuk mengurus mobil mu, berikan saja nomer ponsel mu kepada ku."Ucap pria itu pada Rose.


"Baik lah, ini kartu nama ku, dan nomer nya ada di situ juga."Ucap Rose.


"Nama mu Rose?"Tanya pria itu lagi.


"Iya, nama mu?"Tanya rose balik.


"Gibran, nama ku Gibran, ini kartu nama ku."Ucap Gibran memberikan kartu nama nya kepada Rose.


"Astaga dia ... TNI?" Batin Rose kaget, tidak heran mengapa dia bisa dengan mudah melawan dia orang tadi.


"Apa yang kau pikirkan,ayo cepat masuk ke dalam mobil ku."Ucap Gibran kepada Rose.


"A-Ayo."Jawab Rose gugup.


"Tunggu, pakaian mu terlalu minim, pakai jaket ku, lain kali jaga pakaian mu saat di luar, kota ini keras."Ucap Gibran yang kemudian mengikat kan jaket nya ke pinggang Rose.


Entah perasaan apa yang di rasakan Rose saat ini, yang jelas jantung nya berdegup kencang,dia juga merasa sangat gugup.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2