Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 78


__ADS_3

"Huh, kenyang sekali."Ucap Rose saat mereka sudah berada di dalam mobil Gibran.


"Bagus lah,jika kau kenyang."Jawab Gibran sambil mengemudi mobil.


"Hehe, tentu saja."Jawab Rose.


"Apa kau mau langsung pulang saja?"Tanya Gibran lagi.


"Iya, sebaiknya aku pulang dulu, karena aku takut jika bibi ku akan marah karena aku keluar terlalu lama."Ucap Rose.


"Baik lah, sekarang aku akan mengantarmu ke mansion bibi mu."Jawab Gibran.


Rose pun mengangguk mengiyakan ucapan Gibran.


Tidak butuh waktu yang begitu lama, mereka pun akhirnya tiba di mansion mama Ulan.


"Terima kasih sudah mengantar ku."Ucap Rose kepada Gibran.


"Iya, kalau begitu aku pulang dulu."Ucap Gibran lagi.


"Apa kau tidak ingin mampir dulu?"Tanya Rose lagi.


"Lain kali aku akan mampir, jika sekarang sudah terlalu sore."Ucap Gibran.


"Baik lah."Ucap Rose sambil tersenyum.


Gibran pun membalas senyuman itu dengan senyuman juga, kemudian ia pun kembali menyala kan mesin mobil dan melaju meninggalkan Rose yang masih berdiri di depan gerbang mansion.


Setelah mobil Gibran menjauh, Rose pun masuk ke dalam Mansion dengan perasaan yang berbunga-bunga.


"Rose, ada apa dengan mu? Pulang-pergi sudah terlihat bahagia." Ucap mama Ulan yang sedari tadi duduk di sofa ruang tengah mansion.


"Emm, tidak ada bi,aku ke atas dulu ya."Ucap Rose yang menghindari pertanyaan dari bibi nya.


"Anak itu, kalau bukan sedang jatuh cinta, apa lagi?"Batin mama Ulan sambil memainkan ponselnya.


Seminggu pun berlalu.


Semenjak hari itu, Rose dan Gibran semakin dekat, waktu seminggu cukup untuk mereka saling menaruh perasaan masing-masing, begitu juga dengan Gibran yabg saat ini sering sekali menjak Rose jalan-jalan keluar, ke pantai atau ke taman bermain kota.


Sementara itu di sisi lain.


"Mas,Ini sudah seminggu bukan?"Tanya Kiara kepada Ardan yabg sedang duduk di kasur sambil membuka laptop nya.


"Iya, ada apa?"Tanya Ardan tanpa melirik ke arah Kiara.


Melihat itu Kiara yang Kesal pun mendekati Ardan dan duduk di atas pangkuan Ardan yang pada saat itu kaki nya di jalur kan.

__ADS_1


Kiara mengambil laptop milik Ardan dan menaruh nya di atas nakas sampaing Ardan.


"Sayang ada apa dengan mu?"Tanya Ardan yang melihat Kiara tiba-tiba manja di malam itu.


"Aku ingin bertemu kakak ku, aku sudah sembuh."Ucap Kiara kepada Ardan.


"Kau harus membuktikan itu,jika kau sudah sembuh."Ucap Ardan sambil melingkari tangan nya di pinggang Kiara.


"Bukti? Bukti apa?"Tanya Kiara menatap Ardan dengan tatapan kesal.


"Mari melakukan nya lagi,jika tidak sakit besok kita akan pergi."Ucap Ardan mencoba mengoda sang istri.


"Hmm, baik lah, aku tidak takut."Ucap Kiara dengan wajah manja nya.


"Jangan seperti itu,kau membuat ku tidak tahan."Ucap Ardan yang kemudian menarik tengkuk Kiara dan ....


Selanjutnya bayangkan saja sesuai imajinasi masing-masing ya hehe, karena author takut anak-anak di bawah umur baca.


Keesokan harinya.


Kiara membuka mata nya, meregang kan seluruh otot tubuh dengan memgleliat.


"Mas."Lirih nya memagil Ardan yabg tidak terlihat di samping nya.


"Iya aku datang."Ucap Ardan membuka pintu kamar itu.


"Mas, apa yang kau lakukan?"Tanya Kiara membenarkan posisi nya menjadi bersandar di ranjang.


"Sarapan pagi untuk mu."Ucap Ardan sambil tersenyum.


"Tapi."Ucap Kiara kebingungan.


"Sudah lah, ayo cepat makan dan siap-siap, kau bilang ingin bertemu dengan kakak mu bukan?"Tanya Ardan lagi.


"Benar kah? Apa kau akan membawa ku bertemu dengan kakak?"Tanya Kiara antusias.


"Iya, tapi kau harus menghabiskan susu dan sarapan mu ini, jika tidak aku akan membatalkan pertemuan nya."Ucap Ardan megoda Kiara.


"Ouh tentu saja harus habis."Ucap Kiara yang kemudian bergegas melahap makanan itu dengan cepat.


"Kau ini, benar-benar mengemaskan."Ucap Ardan kepada istri nya itu.


Sementara Kiara hanya makan dan makan dengan cepat.


Setelah beberapa menit ia pun selesai makan dan kemudian beranjak turun dari kasur mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.


Sementara itu Ardan sudah selesai bersiap-siap,ia hanya melihat bagaimana Kiara begitu antusias ingin bertemu kakak nya.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan siapapun lagi, mengambil kebahagiaan mu."Batin Ardan yang saat ini sangat meratukan Kiara.


Setelah selesai mandi Kiara pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di badan nya.


"Sayang, pakai lah baju yang tertutup, jangan yang minim."Tegur Ardan yang sedang duduk di kursi dalam kamar itu sambil memperhatikan Kiara.


Tubuh mulus dan berisi milik Kiara membuat Ardan tergila-gila tentu nya dan karena itu Ardan tidak ingin istri nya berpakaian seksi.


"Mengapa mas? Apa aku harus memakai pakaian yang ukurannya lebih besar?"Ucap Kiara kesal dengan permintaan Ardan.


"Bukan begitu, coba berdiri di depan cermin, ayo sini."Ucap Ardan berdiri dari duduknya dan menuntun Kiara ke depan cermin.


"Astaga."Ucap Kiara yabg melihat leher dan dada nya begitu banyak bekas ****** dari Ardan tadi malam.


"Mass!"Ucap Kiara menatap Ardan dengan tatapan marah.


"Apa? Mau marah dengan ku? Ingat kau milikku, jadi sepatunya aku memberikan tanda kepemilikan itu."Jawab Ardan sambil tersenyum jahil.


Kiara yang kesal pun akhirnya mencari pakaian yang paling tertutup milik nya dan mengenakan nya.


Satu jam pun berlalu.


"Bi, aku pergi dulu ya."Ucap Kiara kepada maid A.


"Baik nyonya, tuan, hati-hati."Ucap maid A kepada Kiara dana Ardan.


"Sayang,ayo masuk."Ucap Ardan kepada Kiara.


Kiara pun masuk ke dalam mobil karena Ardan sudah memangil nya.


Setelah berpamitan dengan maid A mereka pun pergi meninggalkan Fila menuju rumah mama dan papa nya Kiara.


Sementara itu dari kejauhan ada sepasang mata yang sedang mengintip mereka dari dalam mobil.


"Kurang hajar! Mengapa mereka bisa berbaikan! Pantas saja Ardan tidak menggubris ku lagi, Bima harus tau!"Ucap Alina yang kemudian mengambil ponsel nya dan menelpon Bima.


Ya orang yang mengintip itu adalah Alina, hari ini Alina berniat untuk pergi ke Fila Ardan, dan berharap Ardan dan Kiara masih belum berbaikan dan tidak akan berbaikan, tapi nyatanya beda Ardan dan Kiara sudah berbaikan saat mereka sibuk melarikan diri dari polisi yang mengincar pelaku tabrak lari Fany.


Call on


"Halo ada apa?"Tanya Bima di sebrang telpon.


"Bima, kau harus tau hal penting ini, ternyata selama kita sibuk dengan urusan polisi dan menyembunyikan barang bukti, Kiara dan Ardan, mereka sudah kembali bersama."Ucap Alina dengan suara gemetar menahan emosi.


Bima yang sedang bekerja itu pun menjadi tidak fokus dengan ucapan Alina.


bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2