Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 63


__ADS_3

"Bodoh,dia sudah bilang jika dia tidak akan membocorkan rahasia kita jika kita menuruti apa yang dia inginkan."Ucap Bima marah.


Sementara itu Tampa mereka sadari ada seseorang yang sedang menguping di luar pintu rumah Alina.


"Lalu apa kau percaya jika dia tidak akan bicara dengan siapa pun jika kita lah yang menjebak Kiara dan membuat Ardan salah paham kepada Kiara? Sehingga kita berhasil membuat mereka bercerai."Ucap Alina marah kepada Bima yang saat ini sedang memarahi nya.


"Pelan kan suara mu, atau yabg lain akan mendengar kan apa yang kita bicarakan!"Ucap Bima menutup mulut Alina.


"Ini semua kau yang memulai nya,aku tidak mau tau kau harus membantu ku menghilangkan mobil bekas menabrak Fany itu."Ucap Alina marah.


"Baik-baik, sekarang kau tenang jangan emosi lagi,kita pikirkan cara ini sama-sama dan sekarang istirahat lah,ini sudah larut besok baru kita bicarakan hal ini lagi."Ucap Bima mencoba menenangkan Alina.


"Baik lah."Ucap Alina yang saat ini emosi nya sudah mulai meredam.


Sementara itu di pintu luar rumah Alina.


Berdiri Dion pacar nya yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka, dengan ponsel yang merekam pembicaraan itu.


Dion yang pintar tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk merekam agar mendapatkan bukti kejahatan Alina, jika dia ketahan makan rekaman itu yang bisa di putar di kantor polisi.


Awal nya Dion datang ke sana untuk menemui Alina karena sudah beberapa hari tidak pernah mengabarinya bahkan dia juga menolak untuk bertemu.


Hal itu membuat Dion datang ke sana karena perasaan khawatir nya.


Namun saat di depan pintu dia malah mendengar kan Alina berbicara dengan seorang laki-laki dan siapa sangka Dion akan mendengar kan dua rahasia sekaligus ya itu tentang jebakan nya kepada Kiara dan pembunuhan berencana oleh wanita yang bernama Fany yang sama sekali tidak di kenali oleh Dion.


Dion yang sudah mengetahui rahasia mereka pun bergegas pergi dari sana, ia takut jika Alina akan mengetahui keberadaan nya dan mungkin saja ia bisa di bunuh oleh Alina karena sudah mendengar pembicaraan mereka tadi.


Dion bergegas masuk ke dalam mobil nya dan pergi meninggalkan aula rumah Alina dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


Meskipun sekarang ia sudah mengetahui kejahatan besar yang di lakukan oleh Alina,Dion masih bingung harus melakukan tindakan apa.


Setelah lama berfikir akhirnya Dion memutuskan untuk berhenti menghubungi Alina.


"Suatu saat akan ada orang yang membutuhkan informasi dari ku, sebaik nya aku harus menjaga jarak dengan Alina agar diriku tetap aman."Ucap Dion sambil fokus mengemudi mobil nya.


Malam pun berlalu.


Pagi pukul 06:20


Ardan terlihat baru pulang dari kantor nya, dirinya terlihat seperti orang yang tidak terurus, pakaian berantakan, rambut juga berantakan seperti orang yang mengalami furstasi berat.


Begitu banyak masalah pekerjaan yang di hadapi nya sekarang, di tambah lagi urusan rumah tangga nya yang sedang berada di ambang kehancuran itu membuat Ardan seperti ingin kehilangan akal sehat nya.


"Tuan muda, anda sudah kembali?"Ucap maid A dan maid B dengan wajah panik dan sedikit pucat.


"Tuan muda tunggu."Ucap maid A kepada Ardan.


"Iya, ada apa? Aku sangat lelah tolong jangan mengangu ku."Jawab Ardan sambil memijit pelan alis nya.


"Nyonya muda Kiara."Ucap maid B meneruskan ucapan maid A.


"Ada apa? Apa dia menyuruh kalian untuk membantu nya membujuk ku? Sudah lah aku benar-benar tidak butuh itu semua."Ucap Ardan yang bisanya hanya menebak-nebak saja.


"Tuan muda, izin kan saya menjelaskan sesuatu kepada tuan muda."Ucap maid A kepada Ardan.


"Silahkan, jangan banyak mengarang atau aku tidak bakan sengan-segan memecat kalian."Ucap Ardan malas.


"Malam saat sebelum tuan muda kembali ke Fila, malam itu nona muda sedang duduk di sofa sambil menonton televisi, tapi beberapa menit kemudian ada sebuah ketukan di pintu dan juga sebelum nya ada suatu klakson mobil."Ucap maid A.

__ADS_1


"Lalu?"Ucap Ardan yang mulai penasaran dan mencermati ucapan maid A.


"Ya, nyonya pun membuka pintu itu karena dia mengira itu adalah tuan muda yang sudah kembali,tapi ternyata bukan, itu adalah tuan Bima."Jelas maid A lagi.


"Terus kan."Ucap Ardan yang perasaan nya mulai tidak karuan.


"Lalu nyonya melarang tuan Bima masuk karena nyonya bilang tuan muda tidak ada di rumah, tapi tuan Bima mengatakan jika dia ingin bertemu nyonya,tuan Bima pun memaksa masuk dan memegang lengan nyonya, nyonya memberontak tetapi tuan Bima mendorong nyonya ke sofa dan menindih tubuh nyonya, untung saja di saat itu kami bangun karena suara berisik itu dan setelah itu tuan Bima pergi, nyonya Kiara terlihat trauma dan gemetar ,kami memberikan segelas air putih kepada nya, dan setelah itu nyonya bilang jangan beri tahu kepada tuan muda agar tuan muda tidak khawatir."Jelas miad A panjang lebar karena dirinya dan maid B sudah tidak tahan melihat penderitaan Kiara.


"Apa?!Apa yang kalian katakan itu benar-benar terjadi? Kalian tidak merekayasa nya bukan!?"Tanya Ardan dengan nafas yang memburu dan mata yang memerah.


"Iya tuan, sebaiknya kita cek cctv saja untuk membuktikan nya."Ucap maid B memberi solusi.


Pada akhirnya Ardan pun bergegas masuk ke dalam kamar nya dan mengambil laptop yang biasa dia gunakan untuk memantau cctv di Fila tersebut.


Benar saja, apa yang dia lihat sama seperti apa yang di ceritakan oleh maid A dan maid B, dan ini membuat Ardan panik,ia kembali keluar dari kamar nya dan melihat maid A dan maid B yang sedang berdiri di depan kamar tersebut.


"Di mana Kiara?"Tanya Ardan kepada maid A dan maid B.


"Maaf tuan,dari tadi pagi kami belum melihat nyonya, apa nyonya tidak ada di kamar?"Tanya maid A kebingungan karena pagi ini dia belum melihat Kiara keluar dari kamar.


"Apa maksud mu? Kau tidak tau di mana istri ku? Kau bahkan tidak melihat nya keluar dari Fila?"Tanya Ardan menatap tajam maid A dan maid B secara bergantian.


"Maaf tuan, apa mungkin nyonya kabur saat kamu sudah tertidur tadi malam."Jawab maid B dengan suara yang sedikit gemetar.


"Tidak,itu tidak mungkin, dia tidak mungkin pergi."Ucap Ardan yang saat ini mulai menyesali kebodohannya.


Ardan pun kembali masuk ke dalam kamar dan melihat lemari pakaian.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2