Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 46


__ADS_3

LKiara pun ingat dengan berkas yang di kerjakan nya pada malam itu dan berfikir mungkin saja berkas itu yang di maksud oleh Ardan.


"Baik lah,kalau begitu aku akan beres-beres."Ucap Kiara bangun dari duduknya.


"Maaf kan aku membuat mu harus cepat-cepat pergi dari rumah mama dan papa mu."Ucap Ardan khawatir jika Kiara akan merasa kesal lagi.


"Tidak apa-apa mas, papa dan mama pasti akan mengerti dengan pekerjaan mu juga."Ucap Kiara mulai beres-beres.


"Terima kasih sayang."Ucap Ardan pelan namun di hati nya masih sedikit merasa bersalah.


Setelah selesai membereskan semua barang-barang mereka pun akhirnya berpamitan dengan mama El.


"Ma,maaf, kami harus pulang,pagi, karena mas Ardan ada urusan penting di kantor nya."Ucap Kiara kepada mama nya yang mengantarkan mereka sampai ke depan rumah.


"Iya Kiara, tidak apa-apa mama mengerti, dengan kalian menginap di sini saja mama sudah merasa senang sekali."Jawab mama El.


"Lain kali kami akan ke sini lagi ma,oh iya, sampai maaf kami ke papa karena tidak bisa menunggu papa pulang kantor dulu untuk berpamitan."Ucap Ardan.


"Iya, Ardan kalian tenang saja,akan mama sampai kan."Jawab mama El sambil tersenyum.


Setelah itu Kiara dan Ardan pun masuk ke dalam mobil, sopir pribadi Ardan sudah siap menunggu di dalam mobil.


"Hati-hati."Ucap mama El melambaikan tangan nya.


"Iya ma."Jawab Kiara sambil tersenyum ikut melambaikan tangan.


Karena kali ini Ardan atau Kiara tidak tidur sopir pribadi Ardan pun mengendarai mobil agak sedikit cepat dan itu juga permintaan Ardan.


Tiga jam berlalu, mereka pun akhirnya tiba di Fila.


Kiara membantu Ardan turun dari mobil dan membawa nya masuk ke dalam Fila.


"Sayang, kau istirahat lah."Ucap Ardan memegang tangan Kiara yang saat itu masih berdiri di belakang nya dengan memegang kursi roda Ardan.


"Baik lah mas."Jawab Kiara yang saat itu memang sudah cukup lelah karena perjalanan tadi.


Malam harinya.

__ADS_1


Kiara sedang asik duduk di ranjang dengan membaca novel kesukaan nya di ponsel.


Sementara Ardan, ia duduk di kursi meja kerja nya dam membuka laptop.


Alangkah kagetnya ia melihat berkas yang kemarin dia kerjakan namun belum sempat karena ia tertidur sudah selesai dengan sangat sempurna seperti di kerjakan oleh profesional saja.


"Kiara, Kiara."pangil Ardan dengan mata yang masih menatap layar laptop.


"Iya mas ada apa?"Ucap Kiara bergegas menghampiri Ardan.


"Berkas ini."Ucap Ardan menatap Kiara dan laptop itu secara bergantian.


"Ouhhh, emm,maaf mas, kemarin aku melihat mu sangat kelelahan mengerjakan itu hingga kau ter tidur, jadi aku membantu mu menyelesaikan nya, apa itu salah? Maaf aku lancang."Ucap Kiara khawatir jika Ardan akan marah dengan nya.


"Astaga,ini bagus sekali."Ucap Ardan benar-benar kagum.


"Apa? K-Kau menyukai pekerjaan ku?"Ucap Kiara sedikit kaget karena ia sempat berfikir jika akan di marahi oleh Ardan.


Dan tiba-tiba Ardan memeluk erat Kiara yang posisinya sat itu berdiri di samping Ardan.


Dia tidak menyangka akan mendapatkan istri se pintar Kiara yang bisa mengerjakan pekerjaan kantor nya dengan sangat baik.


"Sayang, terima kasih, aku benar-benar tidak menyangka kau akan se pintar ini."Ucap Ardan menatap Kiara.


Kiara tersenyum dan mengelus rambut Ardan.


"Mas, aku hanya melakukan apa yang aku bisa, kau tidak perlu berterima kasih kepada ku, anggap saja ini bantuan kecil."Ucap Kiara sambil tersenyum puas karena Ardan benar-benar suka dirinya bisa membantu.


"Aku akan mengirimkan ini sekarang."Ucap Ardan melepas pelukannya.


Kiara hanya menjawab nya dengan tersenyum sambil mengangguk.


Ardan pun mengirim kan berkas itu kepada sekertaris nya,dan akhirnya ia tidak jadi khawatir karena ternyata beras itu sudah di selesaikan Kiara.


Begitu lah hari demi hari hubungan mereka semakin membaik, Ardan malah semakin menyayangi Kiara begitu juga sebaliknya.


Tampa terasa dua bulan pun kembali berlalu, kehidupan mereka tentu sudah lebih baik dari sebelumnya.

__ADS_1


Begitu juga dua bulan itu tidak ada gangguan sama sekali dari Bima atau siapa pun.


Tapi yang namanya rumah tangga tentu tidak akan berjalan mulus setiap hari ya ada saja iblis atau jin yang mencoba merusak nya.


"Nyonya, mengapa akhir-akhir ini nyonya sering sekali termenung?"Tanya maid A kepada Kiara.


"Tidak ada bi, aku baik-baik saja."Ucap Kiara berusaha menutupi kesedihan nya.


"Apa karena akhir-akhir ini tuan muda jarang pulang ke rumah?"Tanya maid A khawatir.


"Iya bi,aku merasa sedikit kesepian,dia sangat sibuk dengan pekerjaan dan proyek baru nya,aku tidak tau mengapa aku jadi sedih saat dia jarang pulang dan jika pulang selalu telat,aku khawatir akan kondisi nya yang masih duduk di kursi roda tapi masih bekerja sangat kuat di kantor."Ucap Kiara mencurahkan isi hati nya kepada maid A.


"Sabar nyonya, mungkin saja tuan muda sedang buru-buru menyelesaikan pekerjaan nya agar dia bisa kembali bersantai menemani nyonya di rumah."Ucap maid A lagi.


"Hmm, iya bi aku mengerti."Ucap Kiara berusaha menguatkan hatinya dan tersenyum tipis.


"Baik lah kalau begitu bibi ke dapur dulu."Ucap maid A kepada Kiara.


"Iya bi."Ucap Kiara singkat kemudian kembali memainkan ponselnya.


"Bosan sekali,andai saja mas Ardan mengizinkan aku bekerja lagi di kantor pasti tidak akan se bosan ini."Ucap Kiara menggerutu.


Namun tidak lama kemudian ia pun mendapat kan ide.


Minggu lalu Ardan baru saja membeli sebuah mobil untuk Kiara, itu di berikan untuk Kiara karena ia tau akhir-akhir ini dia akan jarang di rumah dan Kiara bisa mengunakan mobil itu untuk keluar jalan-jalan.


"Mengapa aku tidak jalan-jalan saja? Atau aku bisa ke kantor nya mas Ardan, barangkali dia merindukan ku."Ucap Kiara sambil tersenyum kecil.


Kiara pun mengambil tas dan kunci mobil nya lalu berpamitan dengan maid A untuk keluar sebentar.


Ia pun masuk ke dalam mobil nya dan melaju menuju kantor Ardan.


Sementara itu di sisi lain.


"Ardan tunggu, berikan aku kesempatan untuk menjelaskan ini semua kepada mu,aku akan menerima semua kekurangan mu aku mohon maaf kan aku,aku masih mencintaimu."Ucap Alina yabg saat itu masuk ke dalam ruang kerja Ardan.


"Aku tidak membutuhkan apapun, pergi dari kantor ku, sebelum aku memangil satpam dan menyeret mu secara paksa."Ucap Ardan marah.

__ADS_1


Alina masih berpacaran dengan Dion tapi sejak di mall kemarin dia menjadi berfikir keras melihat betapa bodoh nya dia meningal kan Ardan yang kaya raya meskipun lumpuh.


Bersambung ....


__ADS_2