
Ardan mengganguk kan kepala nya mengiyakan pertanyaan Kiara sambil tersenyum.
"Aku ingin bertemu dengan nya, aku sangat merindukan nya."Ucap Kiara kepada Ardan.
"Ssst, jangan tergesa-gesa, kau harus sembuh dulu, baru boleh pergi ke rumah mu, dan tentunya bersama ku."Ucap Ardan membujuk Kiara.
"Mas,aku ini sehat, aku tidak sakit."Ucap Kiara lagi.
"Coba saja kau turun dari ranjang ini."Ucap Ardan sambil tersenyum kecil.
Kiara bingung dengan ucapan Ardan, tidak hanya bingung ia juga menjadi kesal dan hendak turun dari ranjang dengan posisi selimut yang masih membalut badan nya.
"Ahh!"Jerit nya hampir jatuh namun dengan cepat Ardan kembali menarik nya ke kasur.
"Bukan kah sudah aku bilang jika kau tidak akan bisa pergi sekarang?"Ucap Ardan sambil tersenyum kecil.
"Mas! Ini sakit."Rengek Kiara menatap Ardan.
"Istirahat lah terlebih dahulu, nanti kau mandi bersama ku, ini masih pagi, kau butuh banyak istirahat."Ucap Ardan mencoba membujuk sang istri.
"Baik lah, tapi apa kau berjanji? Jika aku sembuh kau akan membawa ku pulang ke rumah mama dan bertemu dengan kakak ku?"Tanya Kiara dengan tatapan mata yang sangat lucu.
"Iya, dan aku peringatkan,kau jangan keluar tampa aku, itu sangat bahaya."Ucap Ardan kepada Kiara.
"Ada apa?"Tanya Kiara lagi.
"Kiara, Bima dan Alina pasti tidak akan senang melihat kita yang sudah berbaikan, apa kau tidak mengerti?"Ucap Ardan lagi.
"Aku mengerti mas, tapi ada sesuatu yang ingin aku bicarakan Kepa mu."Ucap Kiara mulai serius.
"Katakan."Ucap Ardan dengan wajah khawatir nya.
"Mas, Fany,dia sudah meningal."Ucap Kiara.
"Fany? Maksud mu wanita jahat teman mu itu? Wanita penghianat itu?"Tanya Ardan kesal.
"Iya mas, dia meningal karena tabrak lari, dan apa kau tau, dia menyebut nama Alina beberapa menit sebelum dia meningal."Ucap Kiara.
"Bagaimana kau tau itu?"Tanya Ardan lagi.
Kiara pun akhirnya menceritakan apa yang terjadi dari hari sebelum ia pergi dari Fila Ardan.
"Apa menurutmu kematian nya ada sangkutan dengan Alina?"Tanya Ardan.
"Bagai mana jika itu benar?"Tanya Kiara menatap Ardan.
__ADS_1
"Sudah lah, jangan terlalu di fikir kan,bair kan itu menjadi urusan ku."Jawab Ardan yang juga sebenarnya sangat marah dengan sepupunya Bima dan juga Alina yang sudah membuat rumah tangga nya hampir hancur.
"Baik lah mas."Jawab Kiara.
"Kiara,apa kau sudah memaafkan aku?"Tanya Ardan lagi.
"Emm,aku masih memikirkan soal itu."Jawab Kiara sambil memejamkan mata nya di pelukan Ardan.
"Jika kau masih belum memaafkan aku, apa lagi yang harus aku lakukan?"Tanya Ardan kebingungan.
"Lalu, apa ini semua tidak cukup untuk membuat mu tau aku sudah memaafkan mu?"Tanya Kiara Tampa membuka mata nya.
Ardan pun tersenyum bahagia mendengar jawaban sang istri yang bagi nya sangat dia tunggu-tunggu.
Ardan pun kembali mengeratkan pelukannya dan mencium kening Kiara, ia benar-benar bahagia akhirnya bisa mendapatkan kan kembali sang istri,yabg hampir saja meningal kan diri nya hanya karena sebuah kesalahpahaman.
Sementara itu di sisi lain.
"Huh, Kiara benar-benar tidak ada kabar, aku harap mereka sudah baikan,dan aku juga berharap Kiara memaafkan aku."Ucap Rose yabg kini sedang duduk di kursi meja makan di Mansion.
"Rose,apa yang kau pikirkan? Sedari tadi bibi lihat makanan mu itu hanya kau hancur, hancurkan saja."Tegur mama Ulan.
"Bibi, aku berhasil mempertemukan Kiara dan Ardan,tapi sampai sekarang mereka belum ada kabar, aku takut sekali Kiara akan marah kepada ku."Jawab Rose lemas.
"Benar kah begitu Rose? Apa kau sudah berhasil mempertemukan Kiara dan Ardan?"Tanya mama Ulan senang.
"Rose, jika mereka berbaikan, dia pasti akan sangat berterima kasih kepada mu, dan bibi yakin Kiara tidak seperti yabg kau bayangkan,dia cukup baik, jika dia bisa memaafkan Ardan,dia pasti akan memaafkan mu."Jelas mama Ulan.
"Iya bi,aku percaya itu, dan aku harap mereka sekarang sudah baik-baik saja."Jawab Rose sambil tersenyum kecil.
"Oh iya Rose, mama mu menelpon bibi tadi."Ucap mama Ulan kepada Rose.
"Uhuk...uhuk...uhuk."Rose tiba-tiba tersedak saat mendengar mama nya menelpon sang bibi.
"Astaga Rose, minum lah,apa yang terjadi?"Ucap mama Ulan kaget dan menyodorkan segelas air putih.
"Bi,apa yang mama katakan?"Tanya Rose kepada bibi nya.
"Tidak ada, mama mu hanya menanyakan kabar mu."Jawab mama Ulan sambil tersenyum.
"Huh, bagus lah kalau begitu."Jawab Rose lega.
"Memang nya kau berfikir apa Rose?"Tanya mama Ulan kepada Rose.
"Aku, ah tidak bibi, tidak ada apa-apa."Jawab Rose lagi.
__ADS_1
Ting ... sebuah pesan masuk ke ponsel Rose.
Rose mengambil ponsel nya yang sedari tadi dia taruh di meja makan depan nya.
Rose pun membuka notif yabg masuk itu dan melihat nya, itu dari nomer asing yang tidak di kenali oleh Rose.
Isi pesan:
"Hay, Rose, maaf mengangu mu, aku hanya ingin beritahu, mobil mu sudah di perbaiki,kau bisa menjemput nya di bengkel **** "Isi pesan tersebut.
Rose pun membalas pesan tersebut.
"Tapi aku tidak tau tempat nya, mobil juga tidak ada, hari ini bibi ku ingin keluar."Balas Rose.
Tidak lama Gibran pun kembali mengirimkan pesan.
"Kata kan, di mana rumah mu, aku akan pergi ke sana, aku tunggu di gerbang."Balas Gibran.
"Mansion bibi ku, ada di jalan **** nomer **" Balas Rose.
"Segera berangkat."Balas Gibran lagi.
Senyum Rose mengembang saat membaca pesan tersebut.
"Rose, ada apa dengan mu? Mengapa tertawa seperti itu?"Tanya mama Ulan bingung.
"Tidak apa bi, aku keluar dulu, ada sesuatu yang harus aku urus."Ucap Rose berdiri dari duduknya dan dengan cepat mengambil tas di kamar kemudian turun lagi dan pergi menuju pintu keluar Mansion.
"Anak itu, sudah seperti orang kerasukan saja."Batin mama Ulan.
Tiga puluh menit kemudian, ada sebuah mobil yang berhenti di depan gerbang mansion, dan tentunya Rose sudah menunggu di depan gerbang tersebut.
"Silahkan masuk."Ucap Gibran membuka kan pintu mobil nya untuk Rose.
"Maaf, aku merepotkan mu."Ucap Rose kepada Gibran.
"Aku tidak merasa di repot kan."Jawab Gibran lagi.
"Baik lah, ayo."Ucap Rose terlihat cangung.
"Tunggu."Ucap Gibran yang tiba-tiba mendekati Rose.
Gibran menarik pelan sabuk pengaman yang ada di samping Rose dan memasang nya.
Hal ini membuat jantung Rose berdegup kencang tidak karuan, apakah ini yang di namakan cinta pada pandangan pertama?
__ADS_1
Bersambung ....