
Tidak lama kemudian Kiara pun tiba di hotel, ia mengambil handuk dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi karena seharian ini da sudah bau keringat karena ke sana sini menjadi pekerjaan.
Sementara itu di sisi lain.
"Sayang,di mana kau? Maaf kan aku."Lirih Ardan yang sampai malam ini masih berada di dalam mobil nya karena dia masih berharap menemukan Kiara.
Ia bahkan mencoba untuk menelpon Kiara tetapi nomer nya tidak pernah aktif entah itu di blokir atau Kiara yang berganti nomer, pikir Ardan.
Karna rasa lelah yang di rasakan Ardan pun memilih untuk kembali ke Fila dan meneruskan untuk mencari Kiara besok.
Tidak butuh waktu lama ia pun akhirnya tiba di Fila, setelah memarkir kan mobil nya ke garasi Ardan pun berjalan gontai masuk ke dalam Fila.
Perasaan nya begitu hampa, tatapan nanar penuh penyesalan,mata yang sedikit sembab karena seharian mencari Kiara dan menangis atas apa yang telah dia lakukan.
Saat masuk ke dalam Fila,Ardan berjalan menuju ruang tengah dan tiba-tiba ia berhenti melangkah.
Mata nya melirik seluruh sudut dari ruang tengah Fila itu dan membayangkan seseorang yang biasanya selalu menyambut nya saat pulang kerja.
"Mas kau sudah pulang? Ayo mandi dan makan malam."Bayangan Kiara.
"Kiara kau sudah pulang?"Ucap Ardan ingin memegang bayangan halusinasi nya itu.
Namun setiap ia meraih nya bayangan itu akan lenyap seketika.
Ardan pun berjalan cepat menuju dapur Fila dan melihat sekeliling dapur yabg sudah sepi.
"Sayang,ayo makan lah,ayam kecap kesukaan mu."Bayangan Kiara.
"Aku ... "Ucap Kiara kembali hendak memegang bayangan itu namun dengan sekejap kembali menghilang.
"Arghhhhhh! Kiaraaaa!"Jerit Ardan furstasi sambil menjambak rambut nya sendiri.
Sementara itu maid A dan maid B hanya bisa mengintip dari dalam kamar mereka, karena mereka tidak berani keluar atau mereka akan di amuki Ardan yang seperti pengelihatan mereka Ardan sudah gila.
Setelah puas di dapur Fila Ardan pun bergegas menaiki tangga menuju kamar nya yang ada di lantai atas.
Di sana dia mengobrak-abrik meja kerja nya, ranjang dan juga lemari pakaian.
Namun mata nya tertuju kepada sebuah paper bag yang terjatuh karena lemparan nya.
Ardan pun berjalan pelan dan melihat paper bag tersebut.
__ADS_1
Perlahan ia mengambil paper bag itu dan mengeluarkan barang yang ada di dalam nya.
"Apa ini?"Batin nya penasaran.
Setelah teliti melihat, Ardan pun tau jika itu adalah kemeja putih yang cantik.
"Ini paper bag yang di bawa Kiara saat di mall itu?"Batin Ardan menatap kemeja itu.
Saat itu lah baru Ardan menyadari nya jika Kiara juga membeli sesuatu untuk dirinya namun belum sempat ia berikan.
"Kiara, maaf kan aku, maaf."Batin Ardan yabg kemudian memeluk kemeja tersebut.
Saat itu lah rasa rindu menyerang nya, kamar yang dulu nya selalu rapi kini sangat berantakan, bahkan Ardan juga tidak mempedulikan pekerjaan nya lagi.
Malam itu Ardan tidak bisa tidur, ia terus memikirkan Kiara dan membayangkan bagaimana dia memperlakukan Kiara kemarin.
Sementara itu di sisi lain.
"Huh, lelah sekali, sebaiknya aku tidur lebih awal, karena besok lagi adalah hari pertama ku bekerja."Batin Kiara yang kemudian merebahkan tubuh nya di atas kasur hotel dan mulai memejamkan mata.
Malam itu di lalui Kiara dengan bahagia karena besok dia sudah bisa bekerja dan menghasilkan uang sendiri lagi seperti dulu.
Meskipun ia tau itu tidak akan berjalan lancar karena mama dan papa nya pasti akan tau cepat atau lambat.
Kring...kring...kring. Suara alaram dari ponsel Kiara yang berbunyi.
"Huaaam."Kiara menguap sambil merenggangkan kedua tangan nya.
"Huh, akhirnya aku bisa bangun tepat waktu, untung saja aku tidak melupakan alaram pagi."Ucap Kiara yang kemudian beranjak dari kasur nya dan mengambil handuk kemudian berjalan menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi Kiara pun bergegas memakai pakaian terbaik nya dan berdandan dengan rapih, dia terlihat sangat cantik meskipun berpakaian biasa dan tidak terlalu mewah.
"Huh, jangan sampai aku terlambat di hari pertama."Batin Kiara yang saat itu sudah di dalam taxi menuju kantor tempat Rose menjadi model.
Tidak butuh waktu lama ia pun akhirnya tiba di kantor tersebut.
Setelah membayar ongkos taxi dia pun bergegas masuk ke dalam kantor itu.
"Permisi, apa kah nona Rose sudah datang?"Tanya Kiara kepada salah satu karyawan di perusahaan itu.
"Sebentar nona, anda siapa nya nona Rose?"Tanya Karyawan itu.
__ADS_1
"Saya asisten nya."Jawab Kiara dengan ramah.
"Ouh, baik lah kalau begitu, ayo ikut saya nona."Ucap karyawan tersebut juga ramah kepada Kiara.
Melihat hal itu Kiara pun merasa nyaman untuk bekerja, dia lun mengikuti karyawan tadi.
Dan setelah lima menit mereka pun tiba di sebuah ruangan yang lumayan cukup besar dan begitu banyak alat-alat seperti aksesoris,baju ganti, dan make up.
"Nona, ini adalah ruangan khusus nona Rose, silahkan menunggu di sini, karena nona Rose nya belum datang."Ucap sang Karyawan menjelaskan.
"Ouh, begitu? Baik lah, terima kasih banyak."Jawab Kiara sedikit gugup karena mendengar jika Rose belum tiba.
"Baik lah kalau begitu aku permisi dulu."Ucap karyawan tadi.
"Baik-baik, sekali lagi terima kasih."Jawab Kiara.
karyawan itu mengangguk sambil tersenyum dan kemudian berjalan pergi meninggalkan Kiara di ruangan tersebut sendirian.
"Astaga seperti nya ruangan ini butuh sedikit penataan, sangat tidak rapi dan berantakan."Batin Kiara melirik seluruh sudut ruangan tersebut.
Karena Kiara orang yang paling tidak suka berantakan ia pun memulai membereskan ruangan tersebut dan menata ulang semua barang-barang.
Sementara itu di sisi lain.
Maaf apa fotografer nya sudah datang? Maaf aku sedikit terlambat."Ucap Rose yabg baru saja datang ke sana.
"Belum nona, mungkin sebentar lagi, silahkan bersiap-siap terlebih dahulu."Ucap salah satu karyawan.
Rose pun mengangguk lega karena fotografer nya belum datang, ia pun melangkah cepat untuk menuju ruangan nya agar bisa segera bersiap-siap.
Namun saat tiba di depan ruangan,Rose kaget karena dari luar dia melihat Kiara yang sedang beres-beres di dalam ruang tersebut, bagaimana Rose tidak kaget, karena itu bukan lah tugas Kiara.
"Astaga Kiara,apa yang kau lakukan?"Tanya Rose menghentikan Kiara yabg sedang sibuk-sibuknya.
"Nona Rose,anda sudah datang?"Ucap Kiara sedikit gugup.
"Kiara,ini bukan tugas mu, jangan membuat dirimu lelah."Ucap Rose memegang tangan Kiara.
"Tidak apa, aku hanya menata ruangan ini sedikit."Jawab Kiara santai.
Rose yang mendengar itu pun, langsung melirik seluruh sudut ruangan itu, dan benar saja, sangat terlihat rapi dan barang-barang semuanya terusun sesuai model nya masing-masing.
__ADS_1
Bersambung ....