
Alina masih berpacaran dengan Dion tapi sejak di mall kemarin dia menjadi berfikir keras melihat betapa bodoh nya dia meningal kan Ardan yang kaya raya meskipun lumpuh ia masih bisa memeras Ardan pikir nya dan akhirnya ia memutuskan untuk datang ke kantor Ardan hari ini untuk menjalankan rencana nya.
"Aku tidak peduli Ardan,aku mohon kita masih bisa menjadi seperti dulu lagi,kau mencintaiku kan? Kau sangat mencintai ku."Ucap Alina benar-benar sudah hilang akal sehat nya.
"Apa kau tidak melihat, lihat, dia istri ku sekarang, apa kau tidak tau malu? Mendatangi ku lagi? Bukan kah kau yang meningal kan aku dan membatalkan pernikahan kita karena aku yang lumpuh ini?"Ucap Ardan menatap tajam Alina.
"Tapi itu adalah kesalahan yang tidak ku sengaja ..."Ucap Alina mencoba membela dirinya.
"Cukup, hentikan omong kosong mu itu."Ucap Ardan.
Saat itu juga satpam di kantor Ardan masuk ke dalam ruangan tersebut dan menarik paksa Alina keluar dari ruangan Ardan.
"Maaf pak,ini keteledoran kami, sehingga membiarkan orang asing masuk."Ucap satpam tersebut.
"Tidak apa-apa, ingat jika wanita ini datang lagi usir saja, cepat bawa keluar dari ruangan ku,aku masih banyak pekerjaan."Ucap Ardan kepada satpam tersebut.
"Baik pak. Ayo ikut saya keluar."Ucap satpam itu menyeret paksa Alina.
"Lepas kan aku, Ardan tolong dengar kan penjelasan ku aku mohon lepas kan aku!"Teriak Alina memberontak.
Namun satpam tersebut tidak mempedulikan nya dan terus menarik Alina keluar dari ruangan Ardan.
"Pergi, jangan sampai anda mengangu tuan muda lagi!"Ucap satpam tersebut mendorong Alina keluar dari pintu perusahaan Ardan.
Tepat di saat itu Kiara datang dan memarkirkan mobilnya di parkiran mobil kantor Ardan.
"Lihat saja aku tidak akan menyerah."Ucap Alina kepada satpam tersebut dan kemudian berbalik ingin pergi dari sana.
Dan tepat saat itu Alina berpapasan dengan Kiara yabg baru saja turun dari mobil sport mewah nya.
Mereka saling pandang beberapa menit tapi saling memasang wajah datar.
"Selamat datang nyonya muda."Ucap satpam tersebut menyambut kedatangan Kiara dengan sopan.
"Iya pak,apa mas Ardan ada di kantor?"Tanya Kiara kepada satpam tersebut.
"Ada nyonya,ada silahkan masuk."Ucap satpam tersebut dengan sopan nya.
__ADS_1
"Terima kasih."Jawab Kiara yabg kemudian melangkah kan kaki nya masuk ke dalam kantong itu.
Sementara Alina hanya bisa kesal seperti kambing kebakaran jenggot melihat bagaimana Kiara di layani seperti seorang ratu di perusahaan itu dan lagi-lagi Alina iri melihat Kiara yang datang dengan mengunakan sebuah mobil sport mahal.
"Kurang ajar perempuan itu! Seharusnya posisi nyonya itu jadi milikku,bukan milik nya, lihat saja bagaimana aku akan merebut kembali apa yang seharusnya aku miliki!"Ucap Alina yang kemudian berjalan pergi meninggalkan perusahaan tersebut dan masuk ke dalam mobil nya dan berlalu pergi.
Sementara itu Dion pacar nya sama sekali tidak mengetahui apa yang di lakukan oleh Alina di belakang nya.
Dan saat ini Kiara juga sudah tiba di depan ruang kerja Ardan.
Tok...tok..tok. Kiara tidak ingin langsung masuk dan ia pun memilih untuk mengetauk pintu terlebih dahulu.
"Masuk lah."Jawab Ardan dari dalam ruangan tersebut.
Baru lah Kiara memegang gagang pintu dan membukanya.
"Surprise."Ucap Kiara masuk ke dalam ruang kerja Ardan.
"Sayang, kau datang."Ucap Ardan kaget sekaligus senang melihat Kiara yabg datang menghampiri nya.
"Sayang, bukan kah sebaiknya lebih enak istirahat di rumah?"Tanya Ardan kepada Kiara dengan wajah yang sedikit khawatir.
"Tapi mas, di Fila sangat membosankan aku juga sekalian ingin mencoba mobil baru dan mengajak mu makan siang setelah pekerjaan mu selesai."Ucap Kiara.
"Kau ini benar-benar nakal, tapi bagaimana? Apa kau bisa mengendarai nya dengan baik?"Tanya Ardan sambil tersenyum.
"Tentu saja,oh iya mas, apa kau tidak ingin membicarakan sesuatu kepada ku?"Tanya Kiara kepada Ardan.
"Sesuatu apa?"Tanya Ardan bingung.
"Alina, apa barusan dia menemui mu?"Tanya Kiara dengan raut wajah berbeda.
Seperti nya Kiara mencurigakan sesuatu dan ia juga pasti nya cemburu karena Alina datang ke perusahaan suaminya bahkan Ardan tidak berniat untuk membicarakan apa-apa kepada nya.
"Ouh,jadi kau berpapasan dengan nya?"Tanya Ardan mulai menjalankan kursi rodanya mendekati Kiara.
"Tentu saja."Jawab Kiara singkat.
__ADS_1
"Apa aku cemburu?"Tanya Ardan memegang tangan Kiara.
"Mengapa harus bertanya seperti itu?"Ucap Kiara kesal.
"Sayang, dengar kan aku, hari ini dia hanya datang untuk memohon agar aku memaafkan nya dan dia meminta aku kembali pada nya, tapi aku sudah menolak nya dan mengatakan jika aku sudah memiliki istri yang sempurna dan bahkan aku juga menujuk bingkai foto ini kepada nya agar dia merasa panas lagi."Ucap Ardan sambil memegang pipi Kiara.
"Dia melakukan itu? Berani sekali."Ucap Kiara dengan perasaan yang kini sudah mulai campur aduk.
Bagaimana tidak mantan tunangan suaminya datang kembali dan ingin berbaikan, tentu saja membuat hati Kiara menjadi tujuan enak.
"Sayang, percaya pada ku, aku sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada nya,apa lagi saat dia memperlakukan aku dulu, Bagaimana sekarang kita makan, aku sudah sangat lapar."Ucap Ardan membujuk sang istri yang sedang ngambek.
"Berjanji lah kepada ku."Ucap Kiara mengulur kan jari kelingking nya kepada Ardan.
"Iya aku berjanji."Ucap Ardan mengaitkan jari kelingking nya ke jari kelingking Kiara.
Mereka tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya jadi sampai sini masih aman-aman saja.
Kiara tersenyum dan memeluk Ardan.
"Ayo mas kita makan."Ucap nya sambil memeluk erat tubuh Ardan.
"Oke, ayo."Ucap Ardan semangat.
Mereka pun keluar dari ruangan tersebut untuk makan siang bersama.
Sementara itu di sisi lain.
"Bima, dengar kan bibi, Kiara itu benar sudah menikah dengan Ardan nak, maaf kan bibi yang belum sempat mengatakan hal ini kepada mu."Ucap mama Ulan kepada Bima.
Ya pagi ini mama Ulan pergi ke apertemen bima untuk menasehati Bima dan meyakinkan Bima jika dia itu salah mencintai Kiara yang notabennya adalah istri sepupu nya sendiri.
"Bibi, tolong jangan bohongi aku, jelas-jelas Kiara di Fila itu di perlakukan seperti pembantu oleh Ardan."Ucap Bima.
Mama Ulan terkejut akan pernyataan Bima barusan, bagaimana mungkin Ardan seperti itu batin nya.
Bersambung ....
__ADS_1