
Ardan pun mencium kening Kiara sekilas kemudian berjalan keluar dari kamar nya untuk segera berangkat kerja.
Ardan berjalan membuka pintu Fila dan menuju mobil nya yang ada di garasi mobil.
"Mengapa rasanya perasaan ku tidak enak ya?"Batin Ardan yang saat ini duduk di dalam mobil nya.
Ardan merasa khawatir meningal kan Kiara di Fila, perasaan ini tidak seperti biasanya.
"Hmm, aku akan ke kantor sebentar saja."Ucap Ardan yang kemudian menyalakan mesin mobil dan kemudian melaju keluar dari gerbang Fila.
Namun Ardan memelan kan mobil nya, kali ini ia merasa aneh dengan mobil yang terparkir tidak jauh dari Fila itu, dua hari yang lalu saat kejadian Alina datang ke Fila dan menganggu Kiara Ardan juga melihat mobil yang sama.
"Seperti nya aku mengenal mobil ini, bukan kah ini mobil yabg kemarin juga terparkir di sini saat Alina datang mengangu Kiara?"Batin Ardan namun dia tetap melewati mobil itu.
Perasaan tidak enak pun semakin menjadi-jadi di hati Ardan, ia memberhentikan mobilnya agak sedikit jauh dari mobil itu, dan mengawasi nya, benar saja, setelah mobil Ardan melewati nya, mobil itu bergerak pelan menuju Fila Ardan.
"Ternyata kecurigaan ku benar,dia pasti Alina, dia pasti ingin mengangu Kiara lagi."Batin Ardan yang sekarang menjadi lebih waspada terhadap keselamatan sang istri.
Ardan pun mengambil ponsel nya dan kemudian menelpon seseorang.
Sementara itu di sisi lain.
"Aku tidak akan berhenti, bahkan jika membunuh nya adalah jalan yang bisa aku lakukan,maka aku akan membunuh nya sekarang."Ucap Alina yang sudah seperti kerasukan setan.
Alina pun melajukan mobilnya nya menuju Fila, ia memarkir kan mobil nya di depan gerbang Fila dan kemudian melangkah pelan turun dari mobil.
Sementara itu di depan Fila, maid A sedang asik menyiram bunga.
"Hey, mau apa lagi kau datang ke sini perempuan sialan."Ucap maid A marah.
"Diam! Aku datang tidak untuk berurusan dengan mu,aku ingin bertemu Kiara! Dia harus bertanggung jawab atas penderitaan yang aku alami!"Ucap Alina dengan mata menyala.
"Hey, nyonya kami tidak ingin bertemu dengan mu, kau sebaiknya pergi sebelum aku menelpon tuan muda."Ucap maid A mengengam kuat selang air nya.
"Ouh, berani sekali kau ini rupanya."Ucap Alina.
Alina pun merogoh sesuatu dari dalam tas nya, dan menarik tangan maid A dan menyodorkan benda tajam itu ke leher maid A.
__ADS_1
"Jika Kiara tidak keluar untuk menyelamatkan mu,maka jangan salah kan aku membunuh mu."Ucap Alina yang mengancam maid A dan masuk ke dalam Fila dengan pisau yang di todong kan di leher maid A.
"Lepas kan aku! Lepas!"Ucap maid A ketakutan melihat pisau tajam itu.
Ternyata Alina benar-benar ingin membunuh Kiara, sampai-sampai ia menyiapkan pisau itu di dalam tas nya.
Mendengar suara gaduh di lantai bawah, Kiara pun turun dari kamar dan bergegas menuju ruang tengah di lantai bawah Fila nya.
Dan betapa kagetnya dia, melihat maid A yang sedang di ancam oleh Alina.
"Hey, Alina, apa yang kau lakukan?!"Ucap Kiara khawatir melihat maid A.
Sementara itu maid B menghampiri Kiara agar Alina nanti nya tidak mendekati Kiara.
"Apa yang aku lakukan? Apa kau tidak melihat nya? Ini lah akibatnya jika orang melawan ku dan semua ini karena kau!"Ucap Alina lagi.
"Jangan lakukan itu Alina, dia tidak bersalah."Ucap Kiara khawatir.
"Apa aku harus mendengarkan mu? Kemari lah Kiara, jika kau ingin dia selamat mendekat lah kepada ku, ayo ikuti aku."Ucap Alina lagi.
"Nyonya jangan,dia ingin membunuh nyonya."Ucap maid B menahan Kiara.
"Tapi bi, kau dalam bahaya."Ucap Kiara ingin menghampiri maid A dan Alina.
Namun langkah kaki Kiara terhenti, melihat Ardan yang sudah berdiri di belakang Alina.
Ardan menempelkan jari telunjuk nya di bibir,agar Kiara diam dan tidak datang ke situ.
Kiara pun mengedipkan mata nya dua kali menandakan bahwa dia mengerti dengan maksud Ardan.
Saat itu juga dengan cepat Ardan memukul tengkuk bagian belakang Alina, sehingga Alina meringis kesakitan dan pisau yabg ada di tangan nya pun terlepas.
"Ardan!"Ucap Alina kaget sambil memegang tengkuk nya yang sakit.
"Kau benar-benar keterlaluan! Tidak tau diri!"Ucap Ardan menatap Alina dengan tatapan tajam.
"Ardan,maaf kan aku,aku sangat mencintaimu, tolong kembali lah kepada ku."Ucap Alina hendak memeluk Ardan, namun Ardan mengelak dan menghampiri Kiara.
__ADS_1
"Sayang,apa kau baik-baik saja?"Tanya Ardan memegang tangan Kiara.
Kiara mengangguk kan kepala nya meskipun di wajah nya terlihat sangat takut.
"Baik lah, jika kau tidak mau kembali kepada ku, aku akan membuat kalian menyesal!"Ucap Alina marah dan berhasil meraih kembali pisau yang tadi sempat terjatuh dan berniat untuk menusuk Kiara.
"Nyonya Awas!"Teriak maid A yang kemudian melindungi Kiara,dan akhirnya maid A lah yang tertusuk oleh pisau itu di sisi kiri perut nya.
"Bibi!"Jerit Kiara kaget sementara Ardan menutup mata Kiara karena khawatir Kiara akan takut dengan darah.
Namun Kiara dengan cepat menepis tangan Ardan dan memegang maid A yang saat itu sudah bersimbah darah.
"Bi, bertahan lah."Ucap Kiara panik sambil memangku maid A.
"Nyonya, ak-ku, sudah tidak tahan lagi."Ucap maid A kepada Kiara.
"Bi,kau akan baik-baik saja."Ucap Kiara mulai menangis.
"Alina! Kau benar-benar keterlaluan, perbuatan mu ini, tidak akan ada ampun nya."Ucap Ardan yang hendak menangkap Alina.
Namun Alina yabg kaget karena pisau nya salah sasaran pun bergegas berlari keluar dari Fila itu.
"Jangan kabur Alina!"Teriak Ardan mengejar Alina.
Namun ternyata di depan Fila, sudah ada beberapa orang polisi dan satu orang yang tidak di kenali oleh Ardan sudah menunggu Alina yang akan keluar dari Fila.
"Jangan bergerak,anda sudah kami kepung."Ucap beberapa polisi yang mengarah kan pistol mereka ke pada Alina.
Alina terlihat panik dan ketakutan karena ia akan di tangkap oleh polisi.
Ia pun akhirnya berniat menerobos kabur dari kepungan para polisi tersebut.
Dan ... dorr ... dorr. (Dua tembakan dari polisi berhasil mengenai kaki Alina dan membuat Alina tersungkur di halaman Fila.
"Ahhh! Sakit!"Jerit Alina kesakitan karena kedua kaki nya terkena tembakan dan tidak bisa melangkah lagi.
Dua polisi pun langsung menghampiri Alina dan mengari kedua tangan nya.
__ADS_1
Bersambung ....