
Mama Ulan terkejut akan pernyataan Bima barusan, bagaimana mungkin Ardan seperti itu batin nya, karena selama ini mereka terlihat sudah mesra dan baik-baik saja.
Apa? Apa kah itu benar?"Tanya mama Ulan yang saat itu juga baru tau.
"Iya, dan bagaimana mungkin aku bisa percaya jika Kiara itu adalah istri nya."Jawab Bima kekeh.
"Bima, mungkin itu adalah satu bulan dari awal pernikahan mereka,memang pernikahan mereka di langsung kan karena sama-sama terpaksa,dan bibi masih belum bisa menjelaskan yang sebenarnya pada mu saat ini sayang,bibi mohon jangan bertikai dengan Ardan, bibi benar-benar tidak tau tentang bagaimana Ardan memperlakukan Kiara saat awal menikah dan sekarang mereka sudah terlihat baik-baik saja."Jelas mama Ulan kepada Bima.
"Apa yang sebenarnya terjadi bi? Ayo katakan kepada ku, jangan tunggu nanti-nanti lagi bi, ayo katakan."Ucap Bima kepada mama Ulan.
"Tidak Bima, belum saat nya kau mengetahui ini."Ucap mama Ulan.
"Tidak bi,aku ingin mengetahui nya apa penyebab dari pernikahan terpaksa Ardan dan Kiara?"Tanya Bima bersikeras untuk mengetahui hal rahasia itu.
"Huh, baik lah karena kau memaksa, tapi jangan pernah bicara kan hal ini kepada siapa pun termasuk Kiara karena dia sama sekali tidak mengetahui apapun dari masalah ini."Ucap mama Ulan yang di desak oleh Bima untuk mengatakan alasan pernikahan Ardan dan Kiara yabg sebenarnya.
"Baik lah bi, katakan saja."Ucap Bima benar-benar tidak sabar.
"Sebenarnya, Kiara lah orang yang menabrak mobil yang di bawa Ardan, dalam kata lain Kiara lah penyebab dari Lumpuh nya Ardan,dan karena itu lah Ardan membenci Kiara,di tambah lagi saat Alina memutuskan pertunangan mereka, Ardan semakin membenci Kiara dan berniat menikahi Kiara untuk balas dendam, tapi atas permohonan kedua orang tua Kiara Ardan boleh menikahi Kiara dengan syarat Ardan tidak boleh mengatakan kepada Kiara jika Kiara lah yang membuat dirinya lumpuh, karena menurut dokter Kiara mengalami luka parah di otak nya."Jelas mama Ulan panjang lebar.
Mendengar penjelasan dari mama Ulan tadi Bima menjadi terdiam dalam beberapa saat, akhirnya dia menemukan jawaban atas alasan kebencian yang di lihat nya di wajah Ardan kepada Kiara.
Namun bukan nya paham dan ingin melepas Kiara karena tau Kiara istri Ardan,Bima malah berniat merebut Kiara dari Ardan karena ia menyangka pernikahan seperti itu tidak akan ada cinta sama sekali,dan hal ini membuat ia semakin yakin untuk mengambil Kiara dari Ardan karena berfikir selama nya Ardan akan menyiksa dan membenci Kiara.
"Baik lah bi,aku mengerti."Ucap Bima kepada mama Ulan.
"Bagus jika kau sekarang sudah mengerti Bima, kalau begitu bibi pergi dulu, jangan lupa kabari mama dan papa mu, mereka sangat khawatir kepada mu."Ucap mama Ulan memegang pundak keponakan nya itu.
__ADS_1
"Iya bi,aku mengerti "Ucap Bima sambil tersenyum tipis.
Mama Ulan pun akhirnya lega sudah mengatakan apa yang sebenarnya kepada Bima,dan berfikir Bima tidak akan melakukan hal-hal konyol lagi untuk merebut Kiara dari Ardan.
Tapi mama Ulan salah, Bima malah menjadi semakin yakin untuk melakukan hal itu karena menurut nya tidak akan ada cinta dalam pernikahan yang terpaksa.
Setelah mama Ulan pergi dari apertemen nya, Bima pun juga keluar dari apertemen tersebut dan masuk ke dalam mobil lalu melaju entah kemana arah tujuan nya.
Ternyata Bima pergi ke kantor Ardan, setelah dua bulan loss kontak dengan Ardan ia pun akhirnya datang kembali ke kantor Ardan namun tidak ada yang tau apa tujuan nya.
"Maaf apa Ardan ada di dalam?"Tanya Bima kepada satpam yang berjaga di kantor tersebut.
"Maaf tuan, tuan muda dan nyonya muda sedang pergi keluar makan,jika tuan ingin menunggu, silahkan menunggu di dalam."Jawab satpam tersebut yang menggali jika Bima adalah sepupu Ardan karena dulu Bima sering ke perusahaan itu bersama dengan Ardan untuk membantu Ardan mengurus berkas-berkas penting.
"Ouh, begitu ya,apa anda tau mereka makan di mana?"Tanya Bima lagi.
"Saya tidak tau tuan, namun biasanya tuan muda akan keluar makan di restoran yabg tidak jauh dari kantor."Ucap satpam tersebut.
Bima mengarah kan mobil nya pergi ke sebuah restoran yang memang tidak jauh dari kantor tersebut, dan benar saja, ia melihat Kiara dan Ardan yang sedang makan siang bersama di restoran tersebut.
Namun Bima tidak masuk ke dalam restoran tersebut melainkan hanya melihat dari luar saja.
"Ternyata benar, mereka makan di sini,tapi sebaiknya aku tidak menemui mereka saat sedang berduaan seperti ini."Ucap Bima bicara sendiri di dalam mobil dengan kaca mobil nya yabg di buka.
Namun tidak jauh dari sana juga ada sebuah mobil.
"Awas kalian,aku tidak akan membiar kan kalian hidup bahagia."Umpat Alina yang ternyata juga mengintip Ardan dan Kiara.
__ADS_1
Ya Alina tidak lah benar-benar pergi dari perusahaan Ardan,dia memarkir kan mobil nya jauh dari perusahaan Ardan untuk mengintip, dan benar saja, saat mobil Kiara keluar dari perusahaan Ardan ia mengikuti mereka.
Saat ini ada dua orang yang hati nya sedang terbakar melihat kemesraan Ardan dan juga Kiara.
"Tunggu siapa itu."Ucap Alina melihat mobil yabg tidak jauh dari mobil nya juga seperti nya mengawasi Ardan dan Kiara.
"Seperti nya aku kenal."Ucap Alina mulai mengingat sesuatu.
"Bima."Lirih Alina tiba-tiba.
Ya, Alina mengenal Bima karena dulu pernah di kenal kan oleh Ardan dan sempat bertemu Bima beberapa kali saat Bima belum pindah ke kota lain.
"Mengapa dia mengawasi mereka? Apa dia juga mengikuti mereka?"Batin Alina bertanya-tanya.
Karena di hantui rasa penasaran,Alina pun akhirnya turun dari mobil dan menghampiri mobil Bima dengan sedikit mengendap-endap.
"Hey!"Ucap Alina saat sudah tiba di depan mobil Bima.
Bima kaget dan hampir menutup kaca mobil nya, namun setelah melihat orang yang menangil nya Bima pun benar-benar kaget karena itu adalah Alina mantan tunangan Ardan.
"Alina, apa yang kau lakukan di sini?"Tanya Bima kepada Alina.
"Kau juga apa yang kau lakukan di sini? Apa kau juga sedang mengawasi sesuatu?"Tanya Alina sambil tersenyum tipis.
"Bukan urusan mu."Ucap Bima malas.
"Boleh bicara dengan mu sebentar? Siapa tau kita bisa saling membantu."Ucap Alina yang sudah punya pikiran licik tentang apa yang dia lihat di wajah Bima, ya itu wajah kecemburuan yabg luar biasa saat melihat Ardan dan Kiara di dalam restoran.
__ADS_1
Bima terlihat berfikir keras dan agak bingung namun ia kemudian menjawab nya.
Bersambung ....