Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 39


__ADS_3

Kiara yang sempat berfikir jika mama Ulan akan cuek dan tidak terlalu baik kepada nya merasa sedikit bersalah.


Ternyata mama mertua nya itu sangat lah baik, meskipun ini adalah kali kedua mereka bertemu.


"Mengapa kau diam kiara? Apa mama membuat mu repot?"Tanya mama Ulan lagi.


"Ah,iya ma, ayo, dengan senang hati aku ingin mama mengajar kan aku masak sup ."Ucap Kiara sambil tersenyum hangat.


Mama Ulan pun tersenyum melihat tingkah laku polos menantu nya itu, karena Kiara memiliki sifat cukup baik dan ramah kepada nya itu membuat mama Ulan cepat akrab dengan Kiara.


Pagi itu mereka sama-sama memasak di dapur Fila, dari mama Ulan Kiara banyak belajar tentang cara memasak makanan dengan enak.


"Kiara."Pangil mama Ulan.


"Iya ma?"Jawab Kiara sambil menoleh ke arah mama Ulan yang sedang membersihkan sayuran.


"Apa hubungan mu dengan Ardan baik-baik saja dua bulan ini?"Tanya mama Ulan.


"Emmm, baik ma."Jawab Kiara sedikit bingung namun ia berusaha tegas.


"Bagus lah, tapi apa dia memperlakukan mu dengan baik?"Mama pulan kembali melontarkan pertanyaan nya.


"Mas Ardan memperlakukan ku dengan baik ma, dan aku sangat nyaman."Jawab kaira.


Benar jika sekarang Kiara terasa sedikit lebih nyaman dan tidak pernah di pukul lagi oleh Ardan, tapi tidak dengan sebulan lalu.


"Bagus lah, seperti nya kau telah berhasil mengambil hati dingin dan pemarah nya itu."Ucap mama Ulan sambil tersenyum.


"Iya ma,aku juga tidak menyangka hal itu."Jawab Kiara.


"Asal kau tau, sebelum kecelakaan dia tidak dingin dan galak, tapi setelah kecelakaan dan kaki nya lumpuh ia menjadi seperti itu."Jelas mama Ulan kepada Kiara yang sebenarnya Kiara juga sudah tau jika sikap Ardan yabg berubah itu karena kecelakaan.

__ADS_1


"Emm, iya ma,aku mengerti akan keterpurukan itu,dan aku bisa merasakan nya."Jawab Kiara.


"Kiara, mama benar-benar berterima kasih kepada mu, mungkin karena dirimu dia bisa melupakan Alina, mantan tunangan nya yang meningal kan dia setelah tau Ardan lumpuh karena kecelakaan itu."Jelas mama Ulan.


Sebenarnya Kiara tau akan hal itu, tapi ia tidak pernah mengenal wanita bernama Alina tersebut sejak ia menjadi istri Ardan.


Baru saja Kiara kembali ingatan angkat bicara Ardan pun tiba di dapur Fila dengan kursi roda nya.


"Heem, ma kapan mama tiba di Fila? Mengapa tidak menemui aku?"Tanya Ardan yang membuat pembicaraan mama Ulan dan Kiara teralihkan.


"Eh, Ardan, maaf nak,mama sudah di sambut oleh Kiara saat datang, dan siapa suruh kau masih tertidur pulas jadi mama bersama Kiara dulu untuk membuat sarapan."Ucap mama Ulan kepada Ardan.


"Hmmm, baik lah, ma ada yang ingin aku bicarakan kepada mu."Ucap Ardan.


"Mama juga ingin bicara sesuatu kepada mu."Ucap mama Ulan.


"Baik lah,ayo ke depan."Ucap Ardan kepada mama nya.


"Tapi mama sedang membantu Kiara."Jawab mama Ulan yang menatap Kiara sedang asik memasak.


"Tidak apa ma, aku bisa mengerjakan nya sendiri, mama istirahat dan mengobrol lah terlebih dahulu bersama mas Ardan."Jawab Kiara dengan sopan santun nya.


"Terima kasih sayang, kalau begitu mama akan ke depan dulu untuk mengobrol bersama Ardan."Ucap mama Ulan yang kemudian mendorong pelan kursi roda Ardan menuju ruang tengah Fila.


Sementara Kiara hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.


"Ma, apa yang ingin mama bicara kan?"Tanya Ardan kepada mama nya saat mereka tiba di ruang tengah Fila yang kebetulan saat itu sedang sepi.


"Ardan, mengapa Bima pindah ke apertemen?"Tanya mama Ulan tudepoin dengan apa yang ingin di tanya kan nya.


"Jadi itu yang ingin mama tanyakan?"Ardan malah balik melontarkan pertanyaan nya.

__ADS_1


"Em,iya mama rasa untuk sekarang mama belum memikirkan pertanyaan lain."Jawab sang mama dengan bijak nya.


"Baik lah, seperti nya aku benar-benar harus menjelaskan pertanyaan yang membuat mama bingung."Ucap Ardan.


"Ya karena selama ini mama tidak pernah mendengar atau melihat kalian berselisih Ardan."Ucap mama Ulan yang saat ini kelihatan menunjukan rasa khawatir nya.


"Dia menyukai Kiara."Ucap Ardan kepada mama Ulan.


Mama Ulan yang mendengar itu menjadi kaget dan menatap Ardan dengan tatapan yang terlihat tidak percaya atas apa yang Ardan katakan.


"Apa itu benar? Bagaimana bisa? "Ucap mama Ulan.


"Dia bahkan tidak percaya saat aku mengatakan jika Kiara itu istri ku, dia berusaha mendekati nya sepanjang hari dan kami sedikit berselisih dan akhirnya dia memutuskan pindah ke apertemen nya."Jawab Ardan dengan jujur.


"Astaga,anak itu, bagaimana bisa dia tidak percaya pada mu,dan malah menyukai Kiara? Ini benar-benar rumit Ardan, dan satu lagi seperti nya memang Kiara memiliki tarikan yang cukup kuat,dia cantik, rajin, sopan dan lembah lembut,aku rasa semua laki-laki juga akan bisa jatuh cinta kepada wanita seperti itu,tapi tenang saja,mama akan coba bicara dengan Bima, kalian itu saudara tidak boleh bertengkar seperti ini apalagi Tante dan om mu jauh dari Bima dia mungkin sulit untuk mendapatkan nasehat."Ucap mama Ulan panjang lebar.


"Meskipun banyak laki-laki yang menyukai nya,tapi dia adalah milikku."Batin Ardan merasa tidak nyaman dengan perkataan mama nya yang menyangkut Kiara bisa di sukai siapa saja, mungkin Ardan sekarang lebih sensitif dan sangat cemburuan.


Bagaimana tidak, karena dia mulai mencintai Kiara.


Next


"Hey, Ardan apa yang kau pikirkan?Apa kau mendengar ucapan mama?"Ucap sang mama melambai-lambai kan tangan ke depan wajah Ardan yang saat itu sedang melamun.


"Oh,iya, silahkan mama bicara kepada nya,dan kalau perlu bilang,agar dia cepat sadar akan kebodohan nya itu."Ucap Ardan yang masih marah dengan Bima.


"Sudah, sudah,biar kan ini menjadi tanggung jawab mama, dan sebaiknya kau lebih fokus kepada rumah tangga mu,dan mama seperti nya masih memiliki satu pertanyaan lagi."Ucap mama Ulan yang mulai tersenyum menatap Ardan.


"Apa itu ma?"Tanya Ardan dengan mengerutkan keningnya penasaran.


"Apa kau sudah mencintai nya? Apa kau sudah benar-benar mencintai nya?"Tanya mama Ulan sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


Ardan terdiam dengan pertanyaan sang mama, ia sedikit malu dan tidak tau harus menjawab apa, jujur perasaan cinta itu memang sudah ada, tetapi jika dia mengakui nya dia akan malu kepada sang mama karena awal nya dia hanya menikahi Kiara dengan tujuan untuk balas dendam.


Bersambung ....


__ADS_2