Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 51


__ADS_3

Rose terdiam dengan ucapan sang mama,jujur ia tau dirinya sudah harus menikah di usia nya yang sekarang,tapi dia sama sekali belum menemukan orang yang mampu membuat nya jatuh cinta.


Entah itu karena dirinya terlalu sibuk dengan pekerjaan nya atau belum memiliki jodoh yang tepat.


"Ma, aku janji dalam setahun ini akan menemukan pasangan ku,mama jangan khawatir sampai kan juga ini kepada papa,agar papa tidak merencanakan perjodohan."Ucap Rose membujuk mama nya.


"Benar kah?"Ucap sang mama.


"Iya benar."Jawab Rose sambil tersenyum.


Mereka pun saling berpelukan,sang mama cukup senang akan perjanjian yang di katakan Rose.


Sementara itu Rose merasa aman untuk satu tahun ini.


Setelah itu mereka pun kembali membereskan barang-barang ke dalam koper.


Keesokan harinya.


"Ma, aku berangkat dulu ya."Ucap Rose kepada mama nya.


"Iya, hati-hati sayang, jangan lupa janji mu itu."Ucap mama nya.


Rose hanya mengangguk pelan dan tersenyum.


Pagi itu pagi-pagi sekali Rose di antar oleh sopir pribadi papa nya untuk pergi ke bandara menuju kota * .


Tidak butuh waktu lama, ia pun akhirnya tiba di bandara.


Setelah turun dari mobil rose berjalan cepat menuju tempat pembelian tiket pesawat karena ia takut akan ketinggalan.


Setelah selesai melakukan pembelian tiket ia pun masuk ke dalam pesawat yang menunju ke kota tujuan nya saat itu.


Sementara itu di sisi lain.


"Ardan kini juga ada di dalam pesawat, tapi tidak sama dengan pesawat Rose, pesawat yang di tumpangi Ardan untuk kembali sudah berangkat saat tadi malam.


Pagi ini pukul 07;20 pesawat yang di tumpangi oleh Ardan berhasil mendarat dengan selamat di kota itu.


Setelah turun dari pesawat, Ardan pun memesan taxi untuk kembali ke Fila.

__ADS_1


Hari ini Ardan sengaja ingin memberikan kejutan besar untuk Kiara,dia tidak bilang jika dirinya akan kembali hari ini, karena itu lah ia tidak meminta sopir untuk menjemput nya.


Namun di perjalanan pulang ke Fila Ardan mendapatkan sebuah notif yang masuk ke dalam ponsel nya.


Ia sempat mengira jika itu adalah notif dari Kiara, tapi ternyata itu bukan lah dari Kiara melainkan dari nomer yang sama sekali tidak di kenali nya, karena penasaran Ardan pun membuka notif tersebut, dan bertapa kaget nya ia melihat sebuah foto, foto Kiara di sofa bersama dengan Bima.


Ya kalian sudah tau kan ini perbuatan siapa.


Next


Tangan nya mengepal erat,mata nya yang berbinar kini berubah menjadi merah, rasanya ingin sekali dia cepat cepat tiba di Fila untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Kiara dan Bima.


Di sepanjang jalan Ardan sangat berusaha menahan emosi nya, tak di sangka sang istri akan berbuat demi kian hati nya yang sudah pernah kecewa sangat muda di rasuki oleh sebuah foto itu, cemburu nya yang tidak bisa di atur membuat wajah nya merah.


"Perempuan tidak tau diri."Batin Ardan kesal.


Tidak butuh waktu lama akhirnya Ardan pun tiba di Fila.


Dia beranjak turun dari taxi setelah membayar ongkos dan mengambil oleh-oleh serta koper nya.


Sementara itu Kiara sedang asik memberi ikan makan di kolam ikan belakang Fila.


Brak! (Suara pintu Fila di buka paksa dari luar dengan kuat.)


"Tu-tuan muda."Ucap maid B dengan mulut sedikit ternganga dan mata yang tidak berkedip.


"Di mana Kiara?"Tanya Ardan.


"Tuan muda, ini benar-benar tuan muda?"Tanya maid B yabg masih kaget dan tidak mempedulikan pertanyaan Ardan barusan.


"Di mana Kiara!"Ucap Ardan sekali lagi dengan nada suara tinggi.


Maid B sempat kaget dan akhirnya menjawab dengan gemetaran.


"Nyo-nya, ada, ada di kolam ikan belakang."Jawab nya ketakutan.


Tampa berkata lebih banyak lagi Ardan pun akhirnya pergi menuju kolam ikan belakang Fila.


Benar saja di sana ada Kiara yang sedang memberikan ikan-ikan Ardan makan.

__ADS_1


"Kiara."Ucap Ardan dengan suara marah yang di tahan.


Mendengar suara yang sangat dia kenal sekaligus di rindukan nya Kiara pun menoleh kebelakang dan menatap seorang laki-laki tegap dan sangat tampan berdiri tegap di depan nya, laki-laki yang sangat dia rindukan dan dia nanti kan untuk pulang.


"Ma-s."Lirih Kiara dengan air mata bahagia yang mulai jatuh membasahi pipinya,ia menutup mulut nya dengan tangan karena tidak percaya atas apa yang di lihat nya saat ini.


"Aku sudah pulang."Ucap Ardan yang sebenarnya juga sangat merindukan Kiara.


Tampa basa-basi Kiara pun menghambur ke dalam pelukan Ardan dan memeluk nya dengan erat.


"Mas, kau sudah bisa berjalan?"Ucap Kiara di sela tangisan bahagia nya.


Ya Ardan sudah bisa berjalan,ia sudah seperti laki-laki pada umumnya dia sudah tidak cacat lagi dan dekat dari kata sempurna.


Sebenarnya ini adalah kejutan yang di persiapkan oleh Ardan untuk Kiara, dan sebenarnya dia tidak lah pernah sibuk bekerja di kantor nya, selama beberapa bulan itu dia menjalani pengobatan secara sembunyi-sembunyi dari Kiara, dan sebulan ia pergi,itu bukan lah untuk menyelesaikan proyek kantor, melainkan menjalani pengobatan bersama dokter handal dan pada akhirnya ia kembali bisa berjalan.


Perlahan Ardan pun mulai memeluk Kiara, namun tidak begitu erat.


Ardan memutuskan untuk tidak menujukkan foto itu.


"Aku akan menunggu sampai kau jujur sendiri kepada ku."Batin Ardan.


"Mas, ceritakan kepada ku, bagaimana ini bisa terjadi?"Ucap Kiara mendongak kan kepala nya menatap Ardan.


Ardan melepaskan pelukan Kiara dan angkat bicara.


"Aku ke sana menjalani pengobatan."Ucap Ardan tanpa ekspresi.


"Bukan nya mas ke sana mengurus proyek?"Tanya Kiara penasaran.


"Aku membohongi mu, sudah lah jangan bahas itu lagi, aku lelah, aku ingin istirahat, ambil koper dan barang-barang lain nya yang ku tingal kan di pintu tadi dan bawa ke kamar."Ucap Ardan yang kemudian berjalan menuju kamar meningal kan Kiara.


Meski Ardan tidak jadi marah tapi ia bersikap lain kepada Kiara.


"Mengapa mas Ardan berbeda?"Batin Kiara.


Namun Kiara yang saat itu sangat senang akan kepulangan Ardan berjalan menuju pintu dan mengambil koper dan barang-barang yang di bawa Ardan dan membawa nya masuk ke dalam kamar.


"Mas, apa kau membawa kan aku sesuatu?"Tanya Kiara yang manja naik ke ranjang dan duduk di samping Ardan yang sudah terbaring untuk istirahat.

__ADS_1


Namun Ardan tidak menjawab nya, dia hanya diam dengan mata yang di pejam kan.


Bersambung ....


__ADS_2