
Kiara bolak-balik di depan pintu Fila, dia benar-benar khawatir karena jam segini Ardan belum juga pulang. Nomer telpon nya pun tidak bisa di hubungi sama sekali dan hal ini membuat Kiara semakin panik.
"Ya tuhan,di mana mas Ardan, mengapa jam segini masih belum kembali?"Batin Kiara sambil beberapa kali melihat ke arah jam dinding nya.
Namun tidak lama setelah itu ada klakson mobil yang berbunyi, Kiara yabg sudah menduga itu Ardan pun bergegas membuka kan pintu.
Tapi alangkah kagetnya Kiara melihat Alina yabg turun dari mobil dengan memapah Ardan.
"Mas Ardan."Ucap Kiara kaget karena Ardan pulang bersama dengan Alina.
"Kiara kau jangan salah paham dulu, aku hanya berniat baik,tadi aku menemukan mas Ardan dalam kondisi mabuk berat di bar tempat biasa kami nongkrong dulu dan aku membantu nya untuk mengantarkan nya pulang."Ucap Alina pura-pura baik.
"Kemari mas, Alina kau pulang saja,biar kan aku yang membawa mas Ardan masuk, terima kasih bantu mu."Ucap Kiara dengan wajah datar mengambil alih memapah Ardan dan menutup pintu Fila.
Kiara memapah Ardan masuk ke dalam kamar mereka dan membaringkan nya di atas ranjang.
Ia mengganti baju Ardan yang berbau alkohol sangat menyengat itu dan memasukkannya ke dalam kamar mandi.
"Mas, apa yang kau lakukan? Mengapa kau menjadi seperti ini? Kau malah pulang bersama dengan wanita itu."Batin Kiara terasa terisis.
Meskipun demikian Kiara tetap memperhatikan Ardan,ia segera membuat kan segelas air jeruk untuk di minum Ardan agar mabuk nya berkurang.
Setelah air jeruk itu di minumkan nya ke mulut Ardan Kiara pun menyelimuti Ardan dengan selimut.
Ia menatap sejenak wajah Ardan yabg kini sudah tertidur pulas dan kemudian ikut tidur di samping Ardan.
Malam itu pun berlalu seolah begitu cepat.
Keesokan harinya.
Ardan membuka mata nya dan melihat sekeliling ruangan itu,dia tidak tau mengapa saat ini dia sudah ada di kamar nya saja, dan ia melihat ke samping nya tapi sudah tidak ada siapa-siapa dan di kamar itu dia hanya sendirian.
"Mengapa pusing sekali?"Batin nya sambil membenarkan posisi nya yang awal nya rebahan menjadi duduk dan bersandar di ranjang tersebut.
__ADS_1
Saat itu Kiara pun masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan yabg berisi sup hangat dan juga segelas susu.
"Mas, sarapan lah terlebih dahulu."Ucap Kiara yang terlihat sudah rapi dan sudah bersih.
"Siapa yang mengantarkan aku pulang dari bar?"Tanya Ardan kepada Kiara.
"A-alina."Jawab Kiara sambil meletakkan nampan makanan itu di atas nakas sampaing tempat tidur sebelah Ardan.
Ardan pun mengingat kejadian tadi malam, di mana Alina menghampiri nya saat ia mabuk dan setelah itu dia sudah tidak tau apa-apa lagi.
"Oh,ya sudah,kau boleh keluar lagi."Ucap Ardan kepada Kiara.
"Mas, mengapa kau berubah seperti ini? Apa kesalahan yang sudah aku perbuat? Mengapa kau mabuk-mabukan? Dan pulang di antar oleh mantan mu?"Ucap Kiara mulai menujukkan rasa cemburunya.
"Apa maksud mu? Ini hanya sebuah kebetulan, sebaiknya kau jangan memancing emosi ku,ini masih pagi."Ucap Ardan malah balik marah ke Kiara.
Detik itu juga Kiara keluar dari kamar itu sambil menangis.
Sementara itu Ardan turun dari ranjang nya dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Arghhh!"Amuk Ardan saat masuk Ke dalam kamar mandi.
"Mengapa tidak jujur juga? Mengapa?! Ucap nya yang saat itu juga cemburu.
Saat ini mereka sama-sama merasakan hal yang sama, tapi salah satu nya seperti tidak mau memperbaiki ini, dan Kiara juga tidak tau di mana letak kesalahannya, sementara Ardan tidak mau bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Begitu lah dari hari ke hari hubungan Kiara dan Ardan menjadi sangat dingin dan tidak se hangat dulu lagi, bahkan Kiara sering mendapatkan bentakan dan amukan Ardan yang berawal dari masalah kecil saja.
Dan sekarang Ardan lebih lama di kantor di banding kan dengan di Fila bersama Kiara.
Hari ini, Kiara mendapatkan sebuah pesan dari Bima yang meminta nya untuk bertemu dengan alasan ada hal yang ingin di bicarakan.
Kiara yang saat itu sama sekali tidak menaruh rasa curiga pun pergi menemui nya di sebuah restoran sederhana.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau bicara kan?"Tanya Kiara yang jujur saja pada saat itu masih marah dengan perbuatan Bima beberapa hari lalu.
"Aku hanya ingin minta maaf kepada mu,atas apa yang telah aku lakukan kemarin."Ucap Bima kepada Kiara.
"Tindakan mu cukup keterlaluan,aku harap kau tidak melakukan nya lagi."Ucap Kiara masih ingat memaafkan Bima karena Bima itu adalah sepupu nya Ardan.
"Aku mohon maaf kan aku Kiara, secara peribadi mungkin aku sangat eogis saat itu,aku berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi."Ucap Bima memegang tangan Kiara.
Posisi mereka saat itu sedang duduk berhadapan di kursi dalam restoran tersebut.
"Hmm, tidak apa, untuk kali ini aku memaafkan mu."Ucap Kiara tersenyum tipis lalu melepaskan tangan Bima yang memegang tangan nya secara perlahan.
"Benar kah? Terima kasih banyak Kiara aku benar-benar tidak menyangka kau akan memaafkan ku."Ucap Bima tersenyum manis.
"Iya."Jawab Kiara singkat.
Tapi siapa sangka di sana juga ada Alina yang memotret Kiara dan Bima pada saat mereka berpegangan tangan, ya ini adalah sebagian dari rencana Bima dan Alina.
Setelah melakukan hal itu Alina lun berjalan keluar dari restoran tersebut dan masuk ke dalam mobil nya.
"Akhirnya aku mendapat kan bahan baru."Ucap Alina yang kemudian menyalakan mesin mobil nya dan melaju cepat mengarah ke jalan pergi kantor Ardan.
"Lihat saja Kiara,aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan miliku kembali."Ucap Alina sambil mengemudi mobil nya.
Sementara itu Kiara masih di restoran bersama Bima.
"Bima, maaf aku harus segera pulang, jika tidak ada yang ingin di bicarakan lagi,aku masih banyak pekerjaan."Ucap Kiara beralasan karena tidak ingin berlama-lama bersama Bima.
"Baik lah, silahkan,aku juga hanya ingin bicara itu kepada mu."Ucap Bima tersenyum manis karena ia tau rencana nya telah berhasil.
Kiara yang tidak tau apa-apa jika dirinya di jebak pun berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari restoran tersebut.
Bersambung ....
__ADS_1