Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 79


__ADS_3

"Apa kata mu? Aku bahkan belum menemui Kiara! Jadi usaha kita memisahkan mereka sia-sia?"Ucap Bima kaget dengan ucapan Alina barusan.


"Iya, dan aku tidak mau tau,kau harus memikirkan cara lain untuk membuat mereka kembali berpisah."Ucap Alina.


"Tenang lah, kita masih ada satu cara, ya itu bilang jika Kiara adalah orang yang menabrak Ardan."Jawab Bima.


"Hahaha, kau benar, mengapa aku tidak memikirkan ini?"Ucap Alina tertawa renyah.


Namun pangilan telpon itu langsung terputus secara tiba-tiba.


Call of.


"Ka-kak."Lirih Bima saat melihat pintu ruang kerja nya terbuka dan terlihat Rose yang berdiri di depan pintu itu.


Rose dengan wajah memerah yang sudah terlihat sangat marah pun mendekati Bima, namun sebelum itu dia menutup pintu ruang kerja Bima terlebih dahulu.


Plak ... plak. Dua tamparan keras dari Rose berhasil mengenai wajah Bima adik nya, sementara itu Bima hanya bisa diam dan menunduk kan kepala nya tidak berani menatap sang kakak.


"Jadi benar yang aku dengar dari bibi? Kau lah dalang dari kerusakan rumah tangga mereka? Bima,apa yang kau lakukan? Ardan itu sepupu mu sendiri, kau ini benar-benar bukan Bima yang aku kenal!"Ucap Rose begitu marah.


"Kak,maaf kan aku."Ucap Bima menunduk dan tidak berani mantap wajah kakak nya.


"Mama harus tau apa yang kau lakukan Bima, kau keterlaluan, apa kau lupa dengan kebaikan Ardan dan mama nya? Menjaga mu dulu?" Ucap Rose sangat marah atas perbuatan konyol Bima.


"Tidak kak, jangan bicara dengan mama, ucap Bima khawatir mama nya akan memarahi nya.


"Mengapa kau melakukan ini? Berikan alasan mu cepat!"Ucap Rose membentak Bima.


Sejak kecil Bima selalu patuh kepada kakak nya, dia bahkan tidak berani melawan atau melakukan hal yang tidak di sukai sang kakak, Rose mendidik nya begitu baik, karena mama nya bilang jika suatu saat papa dan mama tidak ada Bima lah yang akan selalu menjaga Rose.


"Aku, kak, aku mencintai Kiara."Jawab Bima masih dengan kepala yang tertunduk.


"Mencintai kata mu? Hey, sadar lah, dia itu memiliki suami dan suaminya sepupu mu sendiri, Bima, cinta itu tidak harus memiliki, jika kau mencintai nya kau harusnya bisa melihat dia bahagia, karena orang yang kau cintai sudah memiliki pasangan."Ucap Rose mulai menurun kan nada bicara nya.


"Jika mama tau apa yang kau lakukan saat ini, mama pasti akan sangat sedih, mama selalu berharap kau menjadi orang yang bisa di banggakan dan menjaga ku suatu saat nanti, tapi apa yang kau lakukan di sini? Kau malah berusaha merebut istri dari sepupu mu sendiri."Ucap Rose.

__ADS_1


Sementara itu Bima terlihat berfikir keras atas apa yang telah dia lakukan, ia benar-benar menyesali perbuatannya setelah mendapat kan amarah dari sang kakak.


"Tatap aku Bima."Ucap Rose.


Bima perlahan menatap kakak nya, dan melihat mata kakak nya yang berkaca-kaca menahan tangis.


"Kak,ku mohon jangan menagis,aku akan minta maaf kepada Ardan, dan aku akan pulang ke rumah kita aku juga merindukan mama."Ucap Bima lagi.


Rose yang tidak tahan pun menumpahkan air mata nya dan memeluk sang adik.


Dia tau bagaimana rasanya mencintai seseorang yang di takdir kan bukan milik kita, dan itu rasanya sangat sakit, tapi Bima melakukan cara yang salah.


Untung saja hari ini dia menemui Bima di kantor cabang karena ingin melihat kondisi Bima.


"Sudah lah,kau harus menyelesaikan masalah mu dan Ardan, setelah itu baru boleh pulang menemui mama, aku berjanji tidak akan mengatakan apapun kepada mama tentang hal ini."Ucap Rose agar adik nya tidak terlalu tertekan.


Bima pun memeluk Rose dengan erat,hari ini jika Kakak nya tidak datang mungkin dirinya tidak akan sadar atas kesalahan yang di buat nya selama ini.


"Baik lah, maaf kan aku sudah mengecewakan kalian semua, aku harap bibi juga bisa memaafkan aku."Ucap Bima sambil melepaskan pelukan nya.


"Bibi akan memaafkan mu, asal kau benar-benar tulus."Ucap Rose lagi.


"Apa maksud mu tidak bisa pulang?"Tanya Rose menaikkan satu alisnya.


"Aku, sudah lah, aku baik-baik saja."Jawab Bima lagi.


"Baik lah, kalau begitu,aku pergi dulu, hari ini ada pemotretan siang."Ucap Rose yabg sebenarnya agak curiga adik nya menyimpan rahasia lain, namun Rose percaya Bima sepenuhnya.


"Hati-hati."Ucap Bima lagi.


Rose pun pergi dari kantor Bima untuk segera ke studio foto nya agar bisa bersiap-siap.


Hari ini mungkin adalah hari pemotretan terakhir Rose, karena seperti nya kontrak sebulan dengan perusahaan itu sudah habis.


Sementara itu Bima terduduk lemas di kursi nya dengan perasaan campur aduk, antara menyesal dan takut, ia menyesal sudah melakukan hal bodoh karena hasutan Alina dan ia juga takut akan di tangkap polisi.

__ADS_1


Sementara itu di sisi lain.


Kiara dan Ardan baru saja tiba di rumah papa dan mama nya Kiara.


Kiara bergegas turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah mama nya dengan berteriak.


"Kakak! Kakak!"Jerit Kiara yang masuk ke dalam rumah sambil mencari keberadaan Gibran.


Sementara itu tepat di saat itu juga Gibran baru saja keluar dari kamar nya dan berjalan menuruni tangga menuju ruang tengah.


"Kakak!"Teriak Kiara menatap Gibran.


"Kiara."Lirih Gibran mempercepat langkahnya menuruni tangga dan menghampiri Kiara.


Kiara yang sudah melihat Gibran pun histeris karena ia benar-benar merindukan sang kakak.


Kiara berlari kecil menghambur ke pelukan Gibran.


"Dari mana saja kau Kiara, aku merindukan mu."Ucap Gibran memeluk dan mencium kening sang Adik.


"Kakak, aku merindukan mu!"Ucap Kiara setengah menjerit sambil memeluk Gibran.


Sementara itu mama El,papa Bian,dan Ardan hanya bisa saling pandang satu sama lain.


Begitu lah bagai mana manja nya Kiara dengan sang kakak, apa lagi sudah lama tidak bertemu.


"Hey, lihat aku, kau bilang tidak mau mendahului ku, dan sekarang apa kau tidak ingin mengenalkan pria itu kepada ku?"Tanya Gibran melirik Ardan dengan tatapan sinis nya.


"Kakak, jangan menatap nya seperti itu, dia suamiku."Bisik Kiara.


"Ardan, kau berhasil?"Tanya mama El.


"Berhasil ma."Ucap Ardan tersenyum malu sambil mengangkat jempol nya.


"Jangan ulangi lagi Ardan."Bisik sang papa.

__ADS_1


Ardan hanya mengangguk meskipun hati nya takut dengan papa Bian tapi ia berusaha membiasakan diri.


Bersambung ....


__ADS_2