Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 52


__ADS_3

Siang itu pun berlalu dengan banyak keanehan dari Ardan,dia terlihat lebih cuek kepada Kiara.


Padahal Kiara sangat merindukan nya.


Malam pukul 07:20


"Tada! Mas, ini ayam kecap kesukaan mu,tadi aku memasak nya sangat banyak agar kau bisa makan sepuasnya."Ucap Kiara menaruh sepiring ayam kecap di meja makan.


"Aku sedang tidak ingin makan ayam kecap."Ucap Ardan kepada Kiara.


"Lah, mengapa mas? Apa kau sudah kenyang?"Tanya Kiara kaget karena tidak biasa nya Ardan seperti itu menolak makanan dari nya.


"Tapi mas aku sudah membuat nya, bukan kah kau sangat menyukai makanan ini?"Tanya Kiara lagi.


Brak! (Ardan memukul meja makan dan berdiri dari duduknya.)


"Aku ingin makan di luar saja, buang semua makanan ini!"Ucap Ardan yabg kemudian melangkah kan kaki nya pergi dari Fila.


Sementara Kiara hanya bisa menutupi wajah nya dengan kedua tangan sambil mengusap air mata yang jatuh.


Maid B yang melihat itu pun menghampiri Kiara.


"Nyonya, yang sabar ya,tuan muda agak sedikit aneh."Ucap maid B Keos Kiara.


"Maksud bibi?"Tanya Kiara kepada maid B .


"Iya m, tapi pagi, tuan muda mendendang pintu sangat kuat saat ia pulang,awal nya aku benar-benar kaget melihat tuan muda yang sekarang sudah bisa berdiri dengan tegap dan aku sangat senang sampai-sampai aku sangat gugup untuk berbicara,tapi tuan muda terlihat sangat marah dan mencari nyonya."Ucap maid B menjelaskan.


"Benar kah begitu bi?"Ucap Kiara kaget dengan pernyataan maid B.


"Iya nyona benar."Jawab maid B lagi.


"Ya sudah lah bi, biar kan saja dulu, mungkin mood mas Ardan sedang tidak baik, tapi sama seperti mu aku juga kaget dan bahagia melihat mas Ardan kembali bisa berjalan."Ucap Kiara kepada maid B sambil tersenyum hambar.


Setelah berkata demikian Kiara pun berdiri dari duduknya, ia tidak makan dan berjalan meningal kan maid B masuk ke dalam kamar.


Di dalam kamar, ia membuka satu persatu barang-barang yang di bawa Ardan kemarin.


Dan dia menemukan sebuah kotak merah baldu yang panjang dan cantik.

__ADS_1


Karena rasa penasaran ia pun membuka nya.


Ternyata di dalam kotak tersebut adalah sebuah kalung berlian dengan permata indah dan gemerlapan.


"Astaga,ini sangat cantik, apa mas Ardan sengaja ingin memberikan aku sebuah kejutan?"Batin Kiara yang berfikir cuek nya Ardan sekarang itu adalah rencana kejutan untuk nya.


Kiara pun akhirnya menaruh kembali kotak tersebut ke tempat semula dan mulai tertidur pulas.


Sementara itu di sisi lain.


"Rose,ayo makan."Ucap mama Ulan yang saat ini sedang menyiapkan makan malam.


Rose sudah tiba tadi bagi juga ke kota ini dan di jemput oleh mama Ulan.


"Iya bi."Jawab Rose sambil berjalan mendekati meja makan.


"Duduk lah."Ucap mama Ulan.


"Wahhh, banyak sekali makanan nya, eh bi aku sangat merindukan masakan mu."Ucap Rose sambil duduk di kursi meja makan tersebut.


"Kalau begitu makan lah yang banyak Rose."Ucap mama Ulan sambil tersenyum.


"Bi, di mana Ardan?"Tanya Rose kepada mama Ulan.


"Bi, mengapa bibi diam?"Tanya Rose.


"Ah, tidak, Rose kau tau kan tentang Ardan yang lumpuh pasca kecelakaan itu? Dan sekarang dia tidak tingal dengan bibi lagi, dia juga sudah menikah dengan seorang wanita baik yang bisa merawat dan menjaga nya bibi hanya datang sesekali saja ke sana."Ucap mama Ulan jujur karena ia rasa tidak ada lagi hal yang harus di sembunyikan.


"Apa!? Ardan sudah menikah?"Kaget Rose.


Mama Ulan pun hanya mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum kecil.


"Wahhh, bibi, mengapa tidak mengundang ku saat pesta?"Tanya Rose kesal.


"Sayang, Ardan tidak menginginkan resepsi apapun pernikahan itu bahkan Hani di hadiri beberapa orang. Kau mengerti saja karena dia itu sedang dalam keadaan lumpuh dia tidak bisa di bantah akan keinginan nya."Ucap mama Ulan sambil makan.


Meskipun mengatakan jika Ardan sudah menikah, mama Ulan tidak mengatakan hal yang sebenarnya terjadi kepada Rose.


"Ouhh, begitu ya bi."Ucap Rose terlihat agak kebingungan.

__ADS_1


"Sudah-sudah, lupakan dulu masalah itu,ayo makan segera."Ucap mama Ulan mengalihkan pembicaraan.


Mereka pun melanjutkan makan malam itu hingga selesai.


Sementara itu di sisi lain.


Terlihat Ardan yang sedang duduk di dalam sebuah bar dengan beberapa minuman keras di hadapan nya, beberapa botol dari minuman keras tersebut sudah habis ia minum.


Dan kini kesadaran nya pun sudah mulai berkurang serta pandangan yang mulai buram.


"Kiara, sampai kapan kau akan menyembunyikan perselingkuhan mu itu?"Batin nya si hantui rasa sakit hati dan kecemburuan.


Dan di bar itu juga ada Alina, ya dia mengikuti Ardan sedari tadi saat melihat mobil Ardan keluar dari Fila.


"Kesempatan bagus ini, tidak akan aku sia-sia kan."Ucap Alina yang hendak menghampiri Ardan yabg sedang mabuk.


Ia sengaja membiarkan Ardan minum lebih banyak karena ia tau hal itu bisa di manfaatkan nya.


"Mereka pasti sudah bertengkar dan Ardan akhirnya ke bar untuk melampiaskan semua ini."Ucap Alina sambil tersenyum miring.


Dan sebenarnya Alina sudah tau tujuan Ardan pergi ke kota lain bukan lah untuk mengerjakan proyek, dia sengaja mencari tau dari suster rumah sakit tempat Ardan kunjungi sebelum ia berangkat dan ia mendapat kan informasi jika Ardan itu pergi untuk menjalani pengobatan agar bisa kembali berjalan,dan tidak heran jika Alina tidak kaget melihat keadaan Ardan yang sekarang sudah kembali seperti dulu lagi,dan hal ini membuat nya semakin berantusias untuk merebut Ardan kembali dari Fila.


"Ardan,apa yang kau lakukan di sini?"Ucap Alina menepuk pundak Ardan.


Ardan yabg sedang mabuk menoleh menatap wajah Alina.


"Emm, kau siapa?"Tanya Ardan dengan racau nya.


"Aku,aku Alina."Ucap Alina.


"Kau? Bukan dia?"Tanya Ardan menujuk wajah Alina.


"Seperti nya dia sudah terlalu mabuk."Ucap Alina sambil tersenyum.


"Astaga, Ardan apa yang kau lakukan? Mengapa kau jadi seperti ini? Cepat ayo,aku akan mengantarmu pulang."Ucap Alina mulai menjalankan rencana licik nya.


Alina pun memapah Ardan masuk ke dalam mobil nya dan menyalakan mesin mobil kemudian melaju menuju Fila kediaman Ardan.


Sementara itu di sisi lain.

__ADS_1


Kiara bolak-balik di depan pintu Fila, dia benar-benar khawatir karena jam segini Ardan belum juga pulang. Nomer telpon nya pun tidak bisa di hubungi sama sekali dan hal ini membuat Kiara semakin panik.


Bersambung ....


__ADS_2