Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 40


__ADS_3

"Sudah lah kau tidak perlu menjawab nya jika diam berarti kau sudah mencintai nya, wajah mu merah, kau seperti nya sudah tidak bisa membohongi mama lagi Ardan."Ucap mama Ulan sambil tertawa kecil.


"Ma."Kesal Ardan yabg melihat sang mama pintar meledek.


"Kalau begitu, kau harus membuktikan nya, mama pikir kau harus cepat melakukan pengobatan agar segera bisa pulih, agar kau bisa memberikan mama seorang cucu."Ucap mama Ulan mulai berkhayal.


Ardan kaget dengan ucapan mama nya yang sudah terlihat sangat jauh memikirkan hal ini, padahal dirinya masih belum yakin akan bisa sembuh.


"Kau harus benar-benar membuktikan rasa cinta mu itu nak."Ucap mama Ulan lagi-lagi meledek Ardan.


"Ya,ya baik lah aku akan membuktikan nya suatu hari nanti dan aku akan memberikan mama seorang cucu,atau bahkan bisa lebih dari satu."Jawab Ardan yang kesal dengan mama nya namun hal ini malah membuat dirinya ikut larut dalam apa yang di inginkan mama nya.


Mama Ulan tertawa bahagia mendengar janji Ardan barusan.


"Baik lah,mama akan pegang janji mu."Jawab mama Ulan sambil tersenyum.


Namun tidak lama kemudian Kiara datang menghampiri mereka.


"Emm,maaf ma,mas, apa aku menganggu pembicaraan kalian?"Tanya Kiara.


"Eh iya sayang tentu tidak."Ucap mama Ulan kepada Kiara.


"Apa sarapan nya sudah selesai?"Tanya Ardan menatap Kiara yang di rasa nya semakin hari semakin sangat cantik apa lagi dia sudah tidak menguntungkan pakaian pelayan.


"Iya, karena itu aku datang ke sini, untuk mengajak mama dan mas Ardan kembali ke meja makan untuk sarapan."Ucap Kiara dengan senyum di wajah nya.


"Oh ya sudah ayo,mama juga tidak sabar untuk merasakan bagaimana masakan Kiara."Ucap mama Ulan yang kemudian berjalan mendahului Ardan dan Kiara menuju ruang makan.


"A-ayo mas."Ucap Kiara yang hendak mendorong kursi roda Ardan.


"Tunggu."Ucap Ardan menghentikan Kiara.


"Ada apa?"Tanya Kiara bingung.


"Mengapa kau tidak membangun kan ku tadi pagi? Dan mengapa kau tidur di sofa?"Tanya Ardan yabg sedari tadi sudah di buat kesal akan tingkah Kiara.


"Hmm, nanti saja aku jelaskan, sekarang sarapan dulu."Ucap Kiara kesal dengan sang suami yang terlihat tidak sabaran.

__ADS_1


Ardan memanyunkan wajah nya karena kesal dengan jawaban Kiara.


Sementara Kiara mendorong kursi roda nya untuk menuju ruang makan, meskipun Kiara tau saat ini Ardan sedang kesal ia tidak mempedulikan nya melainkan tersenyum kecil saja.


Setibanya di ruang makan mereka pun saling diam dan kemudian memulai makan.


"Wah,ini enak Kiara,mama tidak menyangka masakan mu seenak ini, bumbu masakan nya terasa sangat pas dan malah seperti nya melebihi dari masakan mama."Ucap mama Ulan memuji masakan Kiara.


"Tidak ma,apa mama lupa jika tadi mama lah yang mengajarkan aku menaruh bumbu-bumbu masakan nya."Ucap Kiara tersenyum malu.


"Hmm, tidak juga kau memang terlihat berbakat."Jawab mama Ulan sambil mengunyah makanan nya.


Sementara itu Ardan hanya diam sambil menikmati makanan itu dan di sisi lain dia juga merasa di kacangi oleh mama dan istri nya karena tidak ada yang mengajak nya berbicara.


"Sayang,aku ingin sup."Ucap Ardan yang membuat Kiara menoleh dan menatap Ardan dengan tatapan berbeda,mata nya sedikit terbelalak dengan panggilan Ardan barusan kepada dirinya.


"Apa yang kau lamuni? Aku sangat ingin sup itu,mama juga makan apa aku tidak boleh mencoba nya?"Rengek Ardan seperti anak kecil.


"Ah,em, anu, iya maaf mas, aku, aku, akan mengambil nya."Ucap Kiara terbata-bata sangat gugup namun dengan tangan yang sedikit gemetar menyiapkan sup itu untuk Ardan.


"Seperti nya ada yang tidak senang di kacangi."Ledek mama Ulan melihat tingkah Ardan.


Mama Ulan melirik Kiara sekilas dan mereka pun saling tersenyum melihat tingkah laku Ardan.


Pagi itu pun di lewati dengan begitu banyak obrolan dan candaan antara Kiara, Ardan dan mama Ulan.


Sore pukul 03:40


"Ma, mengapa tidak menginap saja?"Tanya Kiara terlihat sedih sambil memegang tangan mama Ulan yang ingin pulang ke mansion karena hari sudah menjelang sore.


"Maaf sayang,mama tidak bisa menginap, karena banyak pekerjaan yang harus mama kerjakan di mansion,dan kau tau sendiri mama tidak bisa meningal kan mansion terlalu lama,lain kali kalian saja yang datang untuk menginap ke mansion ya."Ucap mama Ulan membujuk Kiara.


"Hmm,baik lah kalau begitu ma."Jawab Kiara sedih.


"Sudah lah, tidak apa."Ucap Ardan mencoba untuk menenangkan istri nya agar tidak terlalu sedih.


Ardan tau Kiara juga sangat merindukan mama dan papa nya, karena itu dia juga tidak rela saat mama Ulan ingin pergi Ardan mengetahui bagaimana nyaman nya Kiara saat bertemu orang yang mungkin bisa mengerti akan dirinya.

__ADS_1


"Ya sudah,kalau begitu aku antar mama ke depan."Ucap Kiara kepada mama Ulan.


"Ayo sayang."Ucap mama Ulan mengandeng tangan Kiara.


Kiara pun mengantar kan mama Ulan ke pintu keluar Fila, setelah mama Ulan masuk ke dalam mobil dan Kiara pun ikut masuk ke dalam Fila dan menutup pintu.


"Mengapa wajah mu cemberut seperti itu?"Tanya Ardan melihat Kiara yang hampir melewati dirinya yang sedang duduk di kursi roda nya di ruang tamu sambil membaca sebuah buku.


"Tidak ada."Jawab Kiara cuek.


"Kau marah pada ku?"Tanya Ardan lagi.


"Tidak."Ucap Kiara dengan wajah manyun nya.


"Kemari."Ucap Ardan.


"Tidak mau, mau apa?"Ucap Kiara terlihat kesal dengan suaminya yang tidak ikut menahan mama Ulan untuk menginap.


Karena Kiara yang tidak bergerak dari posisi nya sekarang, Ardan pun menghampiri nya.


"Apa yang kau pikirkan?"Ucap Ardan memegang tangan Kiara.


"Tidak ada."Ucap Kiara lagi.


Kesal dengan sang istri yang cuek kepada nya Ardan pun menarik tangan Kiara hingga tubuh Kiara terhuyung ke pangkuan nya.


"Aishhh."Kesal Kiara melihat tindakan Ardan.


"Lihat aku."Ucap Ardan memegang dagu Kiara.


"Kau marah padaku? Karena aku tidak ikut menahan mama?"Ucap Ardan sambil tersenyum kecil.


"Hmm,aku masih ingin lama-lama bersama mama, dia membuat aku menjadi tidak kesepian lagi."Jawab Kiara seperti anak kecil yang tidak bisa berpisah dari ibu nya.


"Tapi itu kan mama ku."Ucap Ardan sambil terkekeh geli melihat Kiara yabg lucu dengan wajah manyun nya.


"Emmm, aku tau itu."Jawab Kiara serba salah.

__ADS_1


Kiara terlihat sedih dengan ucapan Ardan barusan karena sebenarnya ia juga merindukan mama dan papa nya.


Bersambung ....


__ADS_2