Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 50


__ADS_3

Satu bulan pun berlalu. Ini seolah sangat cepat berlalu bagi orang lain, tapi bagi Kiara itu sangat lama.


Malam itu saat sedang menonton tv Kiara mendengar bel di Fila berbunyi,ia yang mengira itu adalah Ardan pun dengan cepat membukanya.


Namun siapa sangka itu adalah Bima yang datang untuk menemui dirinya.


" Tu-tuan, Bi-bima."Ucap Kiara kaget saat melihat Bima yang berdiri tegap di depan nya.


"Iya, ini aku,apa kau tidak merindukan aku?"Ucap Bima asal bicara.


"Tuan Bima, maaf, tuan Ardan sedang tidak ada di Fila."Ucap Kiara tudepoin.


"Siapa yang datang untuk menemui Ardan?Aku datang untuk menemui mu, dan kau, mengapa masih memangil nya dengan sebuah tuan? Bukan kah kalian suami istri?"Tanya Bima dengan senyum tipis di bibir nya.


"Tuan Bima sudah tau?"Tanya Kiara bingung.


"Tentu."Jawab Bima yang kemudian masuk ke dalam Fila tanpa di suruh oleh Kiara.


Bima memegang tangan Kiara dan menatap nya dengan tatapan sayu.


Sementara itu kedua maid sedang tidur pulas di dalam kamar mereka masing-masing.


"Tuan,aku mohon jaga sikap mu, aku ini adalah istri dari sepupu mu."Ucap Kiara melepaskan pegangan Bima.


Namun Bima malah memegang pinggang Kiara dan mendekati wajah Kiara.


"Kalian hanya menikah atas dasar paksaan,jadi untuk apa aku menghormati itu,dan satu lagi,aku mempunyai tawaran bagus untuk mu, mau kah kau meninggal kan Ardan dan hidup bersama ku? Aku akan membahagiakan mu,dan menyelamatkan mu dari siksaan Ardan."Racau Bima yang saat itu di rasuki rasa cinta nya.


"Tidak! Lepas kan aku!"Ucap Kiara memberontak.


Namun Bima lebih kuat dari nya, Bima mendorong Kiara sehingga Kiara terduduk di sofa.


"Untuk apa kau masih bertahan dengan nya? Dia tidak akan bisa membahagiakan mu, aku lah yang bisa membahagiakan mu,dia bahkan tidak akan bisa memberikan mu keturunan,dan aku bisa!"Ucap Bima yang kemudian mengungkung Kiara yang sedang terduduk di sofa.


"Cukup! Hentikan! Pergi dari sini, jangan sentuh aku!Kau gila!"Jerit Kiara saat Bima mencoba mencium nya.

__ADS_1


Namun tepat saat itu maid A dan maid B datang, mereka terbangun dari tidur mereka karena mendengar suara berbisik dan teriakan Kiara.


"Tuan Bima! Apa yang anda lakukan kepada nyonya muda!?"Ucap maid A dan maid B.


Melihat kedatangan dua maid itu akhirnya Bima yang hampir saja melakukan hal jahat kepada Kiara pun menghentikan aksinya.


Ia berjalan cepat keluar dari Fila dan kembali masuk ke dalam mobil.


Sementara Kiara dengan air mata yang mengalir deras menatap kepergian Bima, dia terlihat ketakutan dengan tangan yang gemetar.


"Nyonya, apa nyonya baik-baik saja? Apa kami perlu menelpon tuan muda?"Ucap maid A memegang tangan Kiara.


"Tidak bi, jangan, antar saja aku ke kamar."Ucap Kiara dengan suara yang sedikit gemetar.


Maid A dan maid B lun akhirnya mengantarkan Kiara ke kamar nya.


"Nyonya, sebaiknya nyonya istirahat, jangan pikir kan lagi soal itu."Ucap maid B sambil menyelimuti Kiara dengan selimut.


"Baik lah, bi, jangan ceritakan hal ini kepada mas Ardan, aku khawatir dia akan terbebani."Ucap Kiara kepada maid B dan maid A.


Sementara itu di sisi lain.


"Hahaha,bagus sekali ekting mu Bima, aku berhasil menangkap beberapa gambar bagus."Tawa Alina mengelegar di dalam mobil Bima.


Ya ternyata itu adalah bagian dari rencana jahat Bima dan Alina, Bima tidak datang sendiri ternyata di dalam mobil itu juga ada Alina yang siap mengenap turun dan mengambil foto Bima dan Kiara saat di atas sofa.


"Cepat kirim itu kepada Ardan."Jawab Bima tampa rasa bersalah sedikitpun.


"Bodoh, tunggu besok,bukan kah besok dia akan kembali,aku akan mengirim nya pagi-pagi agar saat dia tiba dia akan memberikan pelajaran kepada Kiara dan saat dia mengusir Kiara karena tuduhan perselingkuhan baru lah kita menang."Ucap Alina sangat licik.


"Kau benar juga."Ucap Bima sambil fokus mengemudi mobil nya.


Sementara itu di sisi lain.


"Apa kau yakin akan pergi ke sana?"Ucap mama nya Bima kepada kakak perempuan Bima.

__ADS_1


Seperti yang sudah aku ucap kan kepada kalian para reader ku, Bima ini memiliki seorang kakak perempuan yang profesi nya sebagai model, tapi aku lupa nama nya siapa entah aku sudah memberikan nama saat pengenalan kemarin atau belum tapi aku lupa kita pangil saja dia "Rose" oke lanjut.


Next


"Iya ma,lebih tepatnya aku mendapat kan tawaran membintangi sebuah iklan di kota itu jadi sekalian bisa melihat keadaan Bima."Jawab Rose kepada sang mama.


"Baik lah, jika sudah tiba kau harus mengabari mama ya, dan kalau bisa jangan terlalu lama di sana."Ucap mama nya.


"Tenang saja ma, setelah selesai syuting iklan aku akan pulang, kalau perlu aku akan mengajak Bima pulang."Jawab Rose dengan senyum di bibir nya.


"Baik lah Rose kau harus hati-hati, dan apa kau akan tingal bersama dengan bibi mu?"Tanya mama nya lagi.


"Ya,aku sudah mengabari bibi, dan bibi bilang akan menjemput ku di bandara besok pagi."Jawab Rose sambil memasukkan baju-baju nya ke dalam koper.


"Rose, sebenarnya ada hal yang ingin mama tanyakan kepada mu."Ucap mama nya sambil membantu Rose membereskan pakaian ke dalam koper.


"Apa ma, katakan saja."Ucap Rose kepada sang mama.


"Emm, begini, kemarin papa mu menanyakan kepada mama,apa kau sudah memiliki kekasih?"Tanya mama nya Rose.


Rose yabg semulanya asik membereskan barang-barang tiba-tiba terhenti akan pertanyaan sang mama.


"Mengapa tiba-tiba papa menanyakan hal itu?"Tanya Rose mulai tidak enak hati.


"Sayang,kau itu sudah cukup dewasa, sudah sepantasnya untuk berumah tangga,mama ingin memiliki cucu sebelum mama meningal."Ucap sang mama tiba-tiba sedih.


"Astaga,mama, jangan bicara seperti itu."Ucap Rose yang langsung menghampiri sang mama dan mendudukkan nya di tepi ranjang.


"Rose mama ini sudah tua."Ucap mama nya sambil menitikkan air mata.


"Ma,mama kan tau sendiri bagaimana aku? Aku masih sibuk menjalani karir ku,dan tidak memiliki banyak waktu untuk memikirkan pernikahan."Jawab Rose membujuk sang mama.


"Baik lah, mama mengerti,tapi mama khawatir jika papa mu akan menjodohkan mu dengan orang yang tidak kau cintai."Ucap mama nya.


Rose terdiam dengan ucapan sang mama,jujur ia tau dirinya sudah harus menikah di usia nya yang sekarang,tapi dia sama sekali belum menemukan orang yang mampu membuat nya jatuh cinta.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2