Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Akhir Kisah


__ADS_3

Suami mana yang tidak semakin cemas melihat keadaan istrinya sudah meringis kesakitan di ruang bersalin, ingin rasanya menggantikan posisi Deandra. Wanita itu mencengkeram erat pergelangan tangan suaminya, dan Aidan rela jadi tempat pelampiasan kesakitan istri.


“Pah, sakit Pah, aku gak kuat,” ucap Deandra meringis kesakitan pada suaminya.


Aidan mengusap kening istrinya. “Sayang, kamu pasti kuat ... ada aku di sini Sayang,” ucap Aidan memberikan semangat buat istrinya.


“I love you Sayang, kamu pasti mampu,” bisik Aidan jadi ikutan menangis, lalu dia mengecup pipi istrinya. Kata-kata Aidan sungguh menjadi sumber kekuatan untuknya menjalankan persalinan normalnya, karena hasil pemeriksaan Dokter Mira sudah pembukaan 8, dan posisi kepala bayi sudah turun ke panggul.


Sejak awal Aidan ingin istrinya dioperasi sesar karena tidak tega melihat Deandra meringis kesaktian, namun ternyata posisi pembukaan sudah mendekati jalan lahir secara normal.


Aidan mengusap perut Deandra. “Ayo anak Papa sama Mama kalau mau keluar, yuk sekarang sayang ... kasihan Mama, Papa gak tega lihat kesakitan Nak,” pinta Aidan seakan mengajak kompromi kepada kedua buah hatinya.


Deandra semakin meringis kesakitan, kontraksinya semakin hebat. Dokter Mira langsung membimbing Deandra untuk mengatur napas dan mengejannya.


Lengan Aidan dicengkeramnya semakin kuat dan terdengar suara Deandra mengejan.


“Oek ...Oek,” suara bayi laki-laki keluar untuk pertama kalinya.


Saat Dokter Mira menerima bayi pertama  Deandra, diangkatnya bayi tersebut agar kelihatan oleh Aidan dan Deandra.


“Masya Allah, Alhamdulillah,” ucap Aidan menangis haru dan mengecup pipi istrinya. Deandra pun turut menangis bahagia mendengar suara bayinya menangis kencang untuk pertama kalinya. Dokter Mira sengaja memberi waktu 5 menit untuk Deandra istirahat. Selanjutnya lagi proses mengejan untuk mengeluarkan baby yang kedua. Dalam hitungan 10 menit, baby kedua yang berjenis kelamin perempuan lahir dengan suara tangisannya melengking.


Proses persalinan Deandra bisa dibilang sangat lancar dan tidak menunggu waktu lama sejak tiba di rumah sakit. Kebahagiaan Aidan dan Deandra lengkap sudah, dan resmi menjadi orang tua.


“Terima kasih sayang, istriku, kamu mama yang hebat, telah melahirkan anak-anak kita sayang,” ungkap Aidan dengan netra yang masih membasah. Deandra hanya menganggukkan kepalanya saja, energinya sudah habis mengeluarkan dua baby, apalagi saat ini dia di jalan bawahnya, Dokter Mira masih menjahit bagian intimnya yang sempat tadi digunting.


Aidan mengusap keringat diwajahnya Deandra penuh kasih sayang, lalu menghujami wajahnya dengan kecupan hangatnya.


Tak lama kedua bayi Deandra yang sudah dibersihkan dan sudah dibalut dengan kain bedong, kini sudah ada di dalam box.


“Pak Aidan, Bu Deandra selamat sekarang sudah jadi orang tua. Dan ini baby-nya, bisa diazankan terlebih dahulu,” ucap Dokter Mira.


Aidan berbinar-binar netranya, melihat baby twin di dalam box, wajahnya yang baru lahir tapi sudah terlihat tampan dan cantik. Dengan hati-hati sekali dia mengambil salah satu baby twinnya dan menggendong, rasa haru dan sangat bahagia itulah yang dia rasakan untuk pertama kalinya di usia 35 tahun menimang anaknya sendiri.


“Masya Allah, gantengnya, cantiknya  anak Papa.” Aidan mulai mengazankan anaknya satu persatu.

__ADS_1



Papa Harland masih menunggu di depan ruang bersalin, lalu tak lama di susul oleh besannya yang baru tiba di rumah sakit.


“Bagaimana cucu kita sudah lahir, Harland?” tanya Mama Amber tidak sabaran.


“Aku juga sedang menunggu kabarnya, tapi Aidan belum keluar juga dari ruangan,” balas Papa Harland.


Ternyata Oma dan para Opa sudah tak sabar melihat kehadiran kedua cucu mereka.


Setengah jam kemudian, pintu ruang bersalin terbuka lebar, nampak lah ranjang yang ditempati oleh Deandra keluar dari pintu tersebut, diikuti oleh perawat yang membawa box bayi.


Papa Harland, Papa Ricardo dan Mama Amber langsung berhamburan mendekati ranjang tersebut.


“Alhamdulillah sudah lahiran,” ucap Papa Harland langsung cium kening putrinya. “Selamat ya Nak sudah jadi ibu sekarang,” lanjut kata Papa Harland penuh rasa haru dan kebahagian.


“Makasih Pah.”


Mama Amber juga memberikan selamat pada Deandra begitu juga Papa Ricardo, dan sudah tentunya Oma dan para Opa menuju box bayi.


“Ya Allah Pah, cucu kita ganteng dan cantik sekali,” ucap Mama Amber terdengar bahagia, ingin rasanya menimang kedua cucunya, akan tetapi mereka mau pindah dulu ke ruang perawatan. Dan mereka pun mengikutinya.


“Terima kasih Pah.”


Kelahiran baby twin ternyata memang membawa kebahagian tersendiri buat keluarga Ricardo, cucu yang sudah lama dinanti, padahal baru lahir tapi sudah jadi barang rebutan Oma dan para Opanya.


Deandra tersenyum bahagia melihatnya, begitupun dengan Aidan, harta yang tak bisa dinilai dengan uang adalah kehadiran seorang anak. Maka bersyukurlah buat pasutri yang diberikan keturunan, bagi yang belum diberikan keturunan bersabarlah dan tetap berusaha.


“Aidan, Deandra nama anak kalian siapa?” tanya Papa Harland.


“Haidar dan Hanina, Pah, nanti kepanjangan tinggal tambahkan dari Papa dan Mama,” jawab Aidan.


“Nama yang bagus,” jawab Papa Harland.


Aidan kembali menatap hangat wajah istrinya. “Sayang kayaknya anak kita bakal diboikot sama Oma dan Opanya deh, coba dari tadi aku belum gendong anak kita lagi loh, bagaimana nanti kita bikin ade buat Haidar dan Hanina,” ucap Aidan.

__ADS_1


Deandra langsung menepuk lengan suaminya. “Belum hilang rasa sakit melahirkan, Papa udah minta anak lagi ... sakit tahu Pah,” rengek Deandra.


Pria itu terkekeh dan langsung mengecup bibir istrinya. “Habisnya anak kita kok bisa ganteng sama cantik begitu Mam, Papa jadi pengen punya anak selusin dari Mama,” rayu Aidan dengan mengedipkan matanya.


Deandra kembali menepuk lengan suaminya dengan gemas, walau tahu ucapan suaminya hanya bercanda, tapi tetap saja menyebalkan.


Waktu semakin malam, ruang perawatan yang ditempati oleh Dendra semakin ramai dengan kedatangan pengantin baru, untung saja si baby twin tidak terlalu rewel, setiap habis minum susu dari sumbernya pasti langsung terlelap lagi.


“Kak Aidan, babynya aku minta satu ya, ganteng banget,” ucap Elena saat menggendong Haidar.


“Enak aja anak Kakak diminta, susah itu buatnya. Udah kamu minta aja dibuatkan sama Lucky biar cepat dapat anak,” celetuk Aidan sebal, sembari lirik Lucky si asisten pribadi merangkap adik iparnya.


“Siap Kak Aidan, nanti pulang dari sini aku langsung adon,” jawab Lucky.


Elena langsung membulat netranya saat mendengar ucapan suaminya.


“Tuh Elena dengerin kata suaminya pulang dari sini langsung ngadon!” balas Aidan.


Deandra jadi pengen ketawa dengarnya. “Ngadon kue kali langsung jadi anak,” timpal Deandra.


Lucky jadi garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal, sementara bibir Elena mencebik, duh ingin rasanya Lucky mengecup bibir istrinya itu. Yuk balik ke hotel yuk si pengantin baru buat malam pertama! Hihihi


Akhir kisah cinta Aidan dan Deandra berakhir sampai disini, kisah yang berawal dari dendam dan kebencian ternyata mampu membalikkan keadaan hingga hadir cinta dan sayang diantara mereka berdua.


...THE END...


...----------------...


Kakak readers terima kasih banyak yang sejak awal bab hingga bab terakhir selalu menemani dan memberikan dukungannya untuk kisah Deandra dan Aidan. Banyak lika liku di regulasi baru ini, banyak bikin shocknya tapi Kakak Readerslah yang menjadi saya terus bisa menyelesaikan cerita ini walau jauh dari kata sempurna, ya namanya juga sekedar untuk menghibur semata. Ambil sisi positifnya dan buang sisi negatifnya.


Biasanya di karya sebelumnya saya suka ngadain give away dalam jumlah yang lumayan, tapi berhubung rewardnya sangat sedikit, hanya bisa kasih seadanya ya. Semoga berkenan menerimanya.



Untuk rangking fans 1,2, dan 3 masing-masing mendapatkan GA 25rb, mohon selanjutnya bisa chat saya ya.

__ADS_1


Terima kasih semuanya 🙏🏻😊❤️


Lope lope sekebon 🍊🍊🍊🍊🍊


__ADS_2