Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 70


__ADS_3

Entah perasaan apa yang di rasakan Rose saat ini, yang jelas jantung nya berdegup kencang,dia juga merasa sangat gugup.


"Sudah,ayo masuk."Ucap Gibran yang kemudian membuka pintu mobil nya.


Rose pun masuk ke dalam mobil Gibran dan duduk dengan perasaan yang masih campur aduk,ini pertama kali nya dia dekat dengan seorang laki-laki.


"Tunggu."Ucap Gibran mengambil sesuatu di mobil itu.


Ternyata dia mengambil sebotol cairan obat.


"Tunggu apa itu?"Tanya Rose kaget.


"Kemari kan tangan mu, biar kan aku mengobati nya."Ucap Gibran memegang tangan Rose.


"Ah, itu pasti sangat perih."Jawab Rose takut.


"Tenang, hanya sebentar."Ucap Gibran yang mulai mengobati luka yang ada di tangan Rose


"Astaga,ahh,ini perih sekali, ringis Rose hampir menangis.


Rose memejamkan mata nya dengan lucu karena menahan perih nya obat yang di oleskan Gibran.


"Sudah selesai."Ucap Gibran tersenyum lucu melihat tingkah laku Rose yang lucu.


"Ah, sudah selesai?"Tanya Rose kepada Gibran yang sedang mengobati luka nya.


"Oh barusan aku bilang sudah."Ucap Gibran tak kalah gugup nya.


"Ah baik lah kalau begitu terima kasih."Jawab Rose sambil melihat tangan nya yang sudah di tempelkan hanplast oleh Gibran.


"Baik kalau begitu ayo, aku antar ke kantor mu."Ucap Gibran sekali lagi.


"Maaf sudah merepotkan."Ucap Rose tidak enak hati.


"Tidak masalah, sekalian jalan-jalan karena aku baru pulang dari wamil (Wajib militer) dan sudah beberapa tahun aku tidak berkeliling kota."Ucap Gibran yang kemudian menyalakan mesin mobil nya dan melaju.


Sepanjang jalan hanya ada keheningan, Rose maupun Gibran tidak lagi angkat bicara atau sekedar memecahkan suasana hening itu.


Sementara itu di sisi lain.


"Apa Rose belum tiba?"Tanya Kiara kepada karyawan kantor lain.


"Belum Kiara, apa kau sudah menelpon nya?"Tanya karyawan tersebut.


"Sudah, aku sudah menelpon nya, tapi tidak ada jawaban."Ucap Kiara khawatir.

__ADS_1


"Mungkin ada sedikit kendala, sebaiknya kau tenang."Ucap karyawan itu mencoba menenangkan Kiara.


Sementara itu Rose dan Gibran baru saja tiba di depan gerbang kantor.


"Terima kasih sudah membantu ku, lain kali aku akan membalas nya." Ucap Rose saat turun dari mobil Gibran.


"Tenang lah, aku tidak meminta apapun, oh iya, saat mobil mu sudah di perbaiki aku akan menyuruh montir menelpon mu."Ucap Gibran lagi.


Sementara itu ada seorang karyawan yang masuk ke dalam ruangan Rose dan mencari Kiara.


"Kiara, Rose sudah datang, dia ada di depan."Ucap karyawan tersebut kepada Kiara.


"Astaga benar kah?"Ucap Kiara yabg sedari tadi mondar-mandir menghawatirkan Rose.


"Iya benar,kau bisa melihat nya sendiri."Ucap karyawan tersebut.


Tampa basa-basi lagi Kiara pun langsung berlari kecil menuju pintu keluar kantor untuk menghampiri Rose.


"Ya sudah,kalau begitu aku masuk dulu."Ucap Rose kepada Gibran yang ada di dalam mobil.


"Baik,aku juga permisi."Ucap Gibran yang kemudian menyalakan mesin mobil nya dan melaju meninggalkan Rose yabg masih berdiri di depan gerbang kantor..


"Rose!"Pangil Kiara melihat Rose yabg tak kunjung masuk ke dalam kantor.


Rose yang mendengar Kiara memangil nya sontak menoleh dan melihat Kiara yang menghampiri nya.


"Astaga kau ini, ayo kita masuk dulu, nanti aku akan menjelaskan nya kepada mu secara detail."Jawab Rose yang saat itu terlihat baik-baik saja dengan mata yang sedikit berbinar-binar.


"Apa yang terjadi kepada nya?"Tanya Kiara.


Melihat Rose yang berjalan ngeolor mendahului nya, Kiara pun bergegas mengikuti dari belakang.


Setelah mereka berdua tiba di dalam ruangan Rose Kiara pun kembali bertanya.


"Apa yang terjadi sebenarnya Rose?"Tanya Kiara kepada Rose sekali lagi.


"Aku baik-baik saja, namun tadi di jalan mobil ku mogok dan aku hampir di lecehkan oleh begal-begal jalanan yang jahat."Ucap Rose menjelaskan.


"Apa? Begal? Mobil mogok? Jadi tangan mu itu terkena pisau?"Ucap Kiara terlihat khawatir.


"Dengar kan dulu penjelasan ku aishhh, anak ini."Ucap Rose kesal.


"Ya,ya,baik lah cepat jelas kan."Ucap Kiara.


"Saat aku hampir di bawa oleh begal itu ada yang menolong ku, kau tau dia benar-benar gagah dan sangat tampan aku terpesona akan kebaikan dan kelembutan nya."Ucap Rose yabg seperti nya di landa asmara pada pandangan pertama.

__ADS_1


"Astaga dia mulai jatuh cinta."Ucap Kiara dengan nada bicara malas.


"Kau ini bagaimana Kiara, seharusnya kau bangga jika aku ini sudah bisa jatuh cinta."Jawab Rose yabg biasa nya serius sekarang malah jadi seperti orang linglung.


"Sudah-sudah, jangan bicarakan cinta lagi aku tidak percaya cinta, ayo ganti baju mu dan siap-siap pemotretan."Ucap Kiara kepada Rose.


"Kau ini, sampai kapan seperti itu, tapi baik lah, boss."Ucap Rose ngeloyor masuk ke dalam kamar ganti nya.


Rose dan Kiara baru kenal selama dua Minggu, tapi ternyata waktu itu sangat cukup untuk membuat mereka akrab,sama sekali tidak terlihat boss dan seorang asisten,lebih terlihat seperti kakak beradik.


"Astaga!"Ucap Rose yang menjerit di kamar ganti.


Kiara yang sedang sibu menyiapkan riasan dan sepatu pun kaget dan bergegas menghampiri nya.


"Hey! Apa yang terjadi?"Tanya Kiara menerobos masuk ke dalam kamar ganti Rose.


"Aku lupa mengembalikan jaket pria itu Kiara."Ucap Rose kepada Kiara sambil memegang jaket Gibran.


"Huh, berusaha lah untuk tidak membuat ku kaget."Ucap Kiara memutar bola mata malas.


"Maaf, tapi bisa ku simpan dulu ini? Ku akan mengembalikan nya saat bertemu nya nanti."Ucap Rose yang sebenarnya senang memiliki alasan untuk kembali bertemu dengan Gibran.


"Baik lah sini berikan padaku."Ucap Kiara mengambil jaket tersebut kemudian kembali keluar dari kamar ganti itu.


"Dia marah terus hari ini,aku rasa dia sedang datang bintang."Gumam Rose.


Sementara itu Kiara membawa jaket tersebut dan mengantung nya di anger dan memasukan nya ke dalam lemari baju Rose.


Tapi saat ia mengantung jaket itu,ia mencium aroma wangi yang tidak asing bagi hidung nya.


"Wanggi ini?"Lirih Kiara mulai mengendus-endus satu persatu baju.


"Ternyata bau jaket ini."Bisik Kiara.


Sekali lagi dia mencium aroma jaket itu yabg seperti nya ia cukup mengenal aroma tersebut.


"Kakak."Batin nya menatap baju itu dengan tatapan mata nanar.


"Kiara,ada apa?"Tanya Rose yang tiba-tiba menepuk pundak Kiara.


"Ah,em, iya, aku tidak apa-apa."Reflek Kiara menutup lemari tersebut.


"Baik lah, ayo ke aula pemotretan."Ucap Rose yang sudah selesai bersiap-siap.


Kiara tidak menjawab namun ia hanya mengangguk kan kepala nya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2