Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 55


__ADS_3

Sementara itu di sisi lain.


"Alina, pergi lah dari kantor ku,aku masih banyak pekerjaan."Ucap Ardan setelah Kiara pergi.


"Ta-tapi."Ucap Alina kaget dengan perubahan sikap Ardan.


"Pergi lah,aku akan memanggil mu jika aku butuh."Ucap Ardan lagi.


"Ba,baik lah kalau begitu,aku pergi dulu."Ucap Alina dengan perasaan yang sangat bahagia.


Alina pun berjalan keluar dari ruangan Ardan dan pergi dari kantor itu dengan perasaan menang.


"Akhirnya, rencana ku berjalan dengan mulus, Kiara, ini adalah kehancuran mu yang aku ingin kan, perlahan Ardan pasti akan kembali bersama ku."Ucap Alina sambil fokus mengemudi mobil nya.


Sementara itu di kantor Ardan.


Ardan berjalan mendekati kue yang jatuh tadi dan melihat nya.


"Untuk apa? Untuk apa kau m memperlakukan aku dengan baik? Jika kau masih berhubungan dengan orang lain di belakang ku?"Batin Ardan semakin di selimuti rasa cemburunya terhadap Kiara.


"Permisi pak."Ucap seorang OB masuk ke dalam ruang kerja Ardan.


"Iya."Jawab Ardan yang kemudian berdiri.


"Tuan memangil saya?"Tanya OB tersebut.


"Iya, bersih kan dah buang kue itu."Ucap Ardan menunjuk kue yang berserakan tersebut.


"Baik tuan."Jawab si OB yang kemudian melakukan pekerjaan nya.


Sementara itu di sisi lain.


Kiara telah sampai di Fila, ia berjalan cepat masuk ke dalam Fila dengan mata sembab dan sedikit memerah.


Ia pun tidak mempedulikan maid A yang sedari tadi melihat nya dan berusaha menyapa nya.


"Nyonya muda kenapa lagi? Bukan kah tadi pagi terlihat baik-baik saja?"Batin maid A yang saat itu sedang menyiram bunga di halaman Fila.


Sementara itu Kiara masuk ke dalam kamar dan mengunci dirinya di dalam kamar itu dengan kembali menangis.

__ADS_1


"Hiksss,aku benar-benar tidak menyangka jika mas Ardan akan memperlakukan aku seperti ini setelah dia sembuh."Tangis Kiara sambil menatap bingkai foto pernikahan mereka.


Namun tidak lama kemudian pintu kamar pun terbuka, dan terlihat Ardan yang masuk ke dalam kamar.


"Mas."Ucap Kiara yabg kemudian berdiri dari duduknya.


Ardan tidak menggubris nya dia hanya diam dan sibuk dengan urusan nya sendiri.


Biasa nya Ardan tidak pulang kantor secepat ini, tapi hari ini Ardan pulang begitu cepat.


"Mas! Jawab aku!"Teriak Kiara yabg sudah tidak bisa menahan emosi nya.


"Apa?"Tanya Ardan cuek.


"Apa hubungan mu dengan Alina mas? Mengapa kau memeluk nya?"Tanya Kiara di sela Isak tangis nya.


"Apa? Bukan kah sekarang kita impas? Kau tidak perlu mengurus kehidupan ku lagi."Ucap Ardan menatap Kiara dengan tatapan dingin dan terlihat kebencian yang dulu kembali merasuki dirinya.


"Apa maksud mu impas? Mas! Jika aku salah katakan! Jangan perlakukan aku seperti ini!"Jerit Kiara.


"Cukup! Kau lah yang membuat ku menjadi seperti ini! Jangan paksa aku bertindak keras kepada mu!"Ucap Ardan terlihat menahan emosi nya dan kemudian berjalan keluar dari kamar itu.


Brakkk! (Ardan menutup pintu kamar itu dengan sangat kuat.)


Sementara Ardan sudah masuk ke dalam mobil nya dan kembali menyalakan mesin mobil dan melaju meninggalkan Fila itu.


"Mas! Mas Ardan!"Teriak Kiara Sambil mengejar mobil Ardan.


Dan akhirnya ia terjatuh di atas batu-batu depan Fila tersebut.


Maid A yang melihat itu buru-buru melepaskan selang air yang di gunakan nya untuk menyiram bunga dan menghampiri Kiara.


"Astaga nyonya!"Pangil maid A yang kemudian membantu Kiara berdiri.


Sementara Kiara masih menanganis sesegukan.


"Nyonya apa yang terjadi, lutut nyonya berdarah, ayo nyonya cepat masuk saya akan mengobati nyonya."Ucap maid A begitu khawatir.


"Tidak bi, aku akan mengejar mas Ardan."Ucap Kiara berusaha berdiri meskipun lutut nya terasa perih.

__ADS_1


"Jangan nyonya, sudah mari masuk ke dalam, ini harus di obati,jika tidak akan infeksi ayo cepat."Ucap maid A yabg kemudian membopong Kiara kembali masuk ke dalam Fila.


Maid A menduduki Kiara di sofa ruang tengah dan pergi ke dapur untuk mengambil kotak obat p3k.


"Maaf nyonya, sebenarnya apa yang terjadi, mengapa tuan muda seperti itu?"Tanya maid A khawatir sambil membuka kota obat tersebut.


"Aku juga tidak tau bi, sejak kemarin mas Ardan terlihat sangat membenci ku, bahkan tadi pagi aku melihat mas Ardan berpelukan dengan mantan kekasih nya."Ucap Kiara sambil sesekali menyeka air matanya yang berjatuhan.


"Maaf nyonya, saya tidak bermaksud untuk ikut campur urusan nyonya, tapi saya benar-benar prihatin."Ucap maid A sambil menempelkan hanplast di lutut Kiara.


"Tidak apa bi, Aku mengerti kepedulian mu."Ucap Kiara sambil tersenyum tipis.


"Nyonya, kapan ulang tahun nyonya?"Tanya maid A kepada Kiara.


"Emmm, ulang tahun ku? Dua hari lagi bi, mengapa kau menanyakan hal itu?"Tanya Kiara sedikit kebingungan.


"Hmmm, bagaimana kalau ini adalah bagian rencana tuan muda untuk memberikan surprise untuk nyonya?"Tanya maid A menatap Kiara dengan senyum nya.


Kiara terdiam dan berfikir sebentar, apa mungkin itu ada kaitannya dengan kalung yang dia temukan kemarin yang masih belum di berikan oleh Ardan kepada nya.


"Apa benar ya bi? Aku kemarin menemukan sebuah kalung cantik,apa itu akan di berikan di hari ulang tahun ku? Apa mungkin yabg bibi katakan memang benar jika mas Ardan sedang mengerjai ku?"Tanya Kiara mulai berpikir ke arah hari ulang tahun nya yang hanya tinggal dua hari lagi.


"Iya, mungkin saja benar nyonya, dan sekarang nyonya tidak boleh salah paham dulu, tunggu dua hari lagi kita akan melihat kebenaran nya."Ucap maid A yang saat ini mampu mengubah suasana hati Kiara menjadi senang.


Kiara pun mengangguk paham dan berterima kasih kepada maid A karena telah mengobati luka nya sekaligus rasa sakit di hatinya.


dua hari pun berlalu, kini tepat lah di mana tanggal ulang tahun Kiara telah tiba.


Dan sejak pergi kemarin Ardan sama sekali tidak pulang.


Kiara menghubungi nya berkali-kali tetapi sama sekali tidak di gubris oleh nya, malahan dia mematikan ponsel nya agar Kiara tidak bisa menelpon.


Sementara itu di sebuah hotel mewah.


Sudah dua hari Ardan menginap di hotel itu, pagi ini ia menatap layar ponselnya dan terlihat notif beberapa panggilan tidak terjawab dari Kiara.


Ardan pun mengarahkan pandangan nya ke tanggal di ponsel itu, dan ia pun tau jika hari ini adalah hari spesial Kiara.


"Seperti nya aku tau apa yang harus aku lakukan, malam ini aku pasti kan rahasia mu akan terbongkar dari mulut ku sendiri Kiara."Batin Ardan sambil menatap layar ponselnya.

__ADS_1


Setelah berkata demikian Ardan pun cek out dari hotel tersebut dan pergi meninggalkan hotel itu.


Bersambung ....


__ADS_2