The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 100: Swiss


__ADS_3

"Aku masih punya keinginan menikah. Tidak usah takut. Anak ini akan punya sosok ayah," balas Elizya. Felix mengepalkan kedua tangannya. Ia tidak terima jika pria lain yang akan menjadi ayah dari anaknya.


"Aku tidak akan membiarkan itu Elizya. Sampai kapanpun. Dia anakku, aku yang berhak jadi ayahnya. Ayo sekarang ikut aku. Kita temui kedua orang tuaku," kata Felix menarik tangan Elizya.


"Lepaskan Felix, kamu tidak bisa berbuat seenaknya," kata Elizya memberontak.


"Jangan keras kepala Elizya," ucap Felix menggendong tubuh Elizya ala bridal style.


"A.. apa yang kamu lakukan, turunkan aku. Di sini banyak orang," tukas Elizya memukul lengan Felix.


"Turunkan aku Felix.." ucap Elizya berontak.


"Jangan terlalu agresif baby, kamu sedang mengandung anak kita," kata Felix membuka pintu mobilnya dan membawa Elizya masuk ke dalam. Felix memasang seatbelt pada Elizya. Ia lalu berjalan mengintari mobilnya, duduk di kursi pengemudi.


Sejak tadi, Felix dan Elizya diam. Saat Felix mengajak Elizya berbicara. Wanita itu hanya diam saja. Pada akhirnya Felix diam. Ia mengalah, Elizya sepertinya sedang marah.


"Apa kamu ingin memakan sesuatu?" tanya Felix melirik Elizya.


"Tidak ada," jawab Elizya ketus.

__ADS_1


"Kamu serius? kamu tidak ingin membeli sesuatu?"


"Tidak."


"Kamu tidak mengidam?" tanya Felix.


"Tidak."


"bukankah wanita hamil biasanya mengidam?"


"Aku ingin membeli buah," kata Elizya. Felix terlalu banyak bicara membuatnya sakit kepala.


"Baiklah," ujar Felix memutar mobilnya. Ia lalu memarkirkan mobilnya di depan supermarket.


"Apa kamu serius ingin memakannya?" tanya Felix melihat Elizya memasukkan buah kiwi ke dalam troli. Seingatnya Elizya tidak suka dengan buah itu.


"Tentu saja. Memangnya ada yang salah?" Elizya berjalan mendahului Felix menuju kasir. Felix hanya mengikutinya dari belakang saja.


"Sepertinya karena efek kehamilannya," batin Felix.

__ADS_1


Elizya berjalan sendiri meninggalkan Felix yang masih membayar belanjaan mereka.


"Aku tidak sabar ingin mencicipinya," gumam Elizya senang.


"Cuci dulu sebelum dimakan," timpal Felix mengambil buah kiwi dari tangan Elizya. Felix berjalan menuju wastafel di depan pintu masuk supermarket dan mencuci beberapa buah kiwi untuk Elizya.


Felix kembali ke tempatnya dan mecari keberadaan Elizya. Wanita itu ternyata sudah ada di dalam mobil.


"Wanita hamil memang berbeda," batinnya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ini, makanlah.." kata Felix memberikan buah kiwi yang sudah dipotong-potongnya setelah masuk ke dalam mobil. Elizya mengambilnya dari tangan Felix lalu memakannya. Felix juga ikut memakannya, dia sangat suka dengan buah kiwi.


*******


Scarlett dan Frank sedang menikmati pemandangan dari jendela kereta panorama Swiss, Bernina Express. Bernina Express akan membawa kita berkeliling ke dua negara, yaitu Swiss dan Italia. Perjalanan dimulai dari Kota Chur di Swiss menuju Kota Tirano di Italia, lalu melintasi Pegunungan Alpen, deretan pohon-pohon palem, hingga akhirnya tiba di Tirano, Italia.


"Frank ini sangat indah sekali.." ucap Scarlett senang melihat pemandangan di luar. Ia mengambil kameranya dan menjepret beberapa gambar.


"Sepertinya kita akan mencoba kereta yang lainnya," ujar Scarlett. Ada beberapa kereta panorama di Swiss yang memiliki rute yang berbeda-beda dan tentunya dengan pemandangan yang berbeda.

__ADS_1


"Apapun untuk mu sayang.." kata Frank mengecup kepala Scarlett.


"Suamiku memang yang terbaik," balas Scarlett senang memberi satu kecupan di wajah Frank.


__ADS_2