
Scarlett bangun karena merasa ranjang yang di tempati nya kosong. Malam ini ia kembali menginap di tempat Frank. Scarlett membuka matanya dan melihat Frank tidak di sampingnya lagi.
"Frank.." panggil Scarlett turun dari tempat tidur. Scarlett memakai sendal berbulunya lalu turun ke bawah.
"Frank.. apa yang kamu lakukan di sini," timpal Scarlett mendekati Frank yang sedang duduk di kursi kerjanya dengan laptop di depannya. Frank menoleh dan melihat Scarlett berjalan mendekatinya.
"Kenapa kamu bangun sayang?" kata Frank menarik tangan Scarlett dan membawa tubuh wanita itu ke atas pangkuannya.
"Tidak ada yang memelukku," jawab Scarlett memeluk tubuh Frank. Ia lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang Frank.
"Maafkan aku sayang..." kata Frank mengecup kepala Scarlett.
"Dalam bulan ini aku harus lembur. Menyelesaikan semua pekerjaanku. Aku tidak ingin pekerjaanku mengganggu bulan madu kita nanti," lanjutnya mengusap lengan Scarlett. Frank akan mengambil cuti selama satu bulan setelah pernikahan mereka nanti.
"Tapi ini sudah jam 12, apa kamu tidak mengantuk? bagaimana kalau kamu lanjut besok saja," ucap Scarlett mendongak, menatap wajah Frank. Frank lalu mengangguk.
"Baiklah Nyonya Carrington, kita akan tidur," ujar Frank mengecup bibir Scarlett. Ia kemudian mematikan laptopnya. Keduanya lalu berjalan bersama menuju kamar tidur.
__ADS_1
******
Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Hari ini adalah hari pernikahan Frank dan Scarlett. Hari bahagia yang mereka tunggu. Acaranya diadakan di pulau pribadi milik keluarga Carrington. Para tamu undangan tampak sudah hadir di tempat. Mereka sedang menunggu mempelai wanita dan pria keluar.
Scarlett sedang di rias oleh MUA terkenal dan termahal di kota mereka. Scarlett meminta agar riasan di wajahnya tidak terlalu tebal.
"Anda sangat cantik sekali Nona," ujar perias menatap wajah Scarlett.
"Terima kasih untuk pujiannya. Kamu juga cantik.." balas Scarlett tersenyum. Keduanya lalu masuk ke ruang ganti.
"Kamu cantik sekali Scarlett.. " puji Elizya. Hubungan keduanya semakin baik.
"Thanks Elizya," balas Scarlett.
"Kamu lihat itu, bibimu sangat cantik. Mom jadi ingin menikah," kata Elizya terkekeh mengusap perutnya yang sudah membuncit. Usia kandungannya sudah hampir 4 bulan. Keduanya lalu tertawa bersama.
"Ayo, dad sudah menunggu di luar," ajak Elizya. Scarlett mengangguk. Keduanya lalu keluar dari ruang ganti.
__ADS_1
"Wow.. putri kecil ku sangat cantik.." puji Wilson menatap penampilan putrinya. Scarlett tersenyum.
"Ya Tuhan.. putriku sudah besar. Dia akan menikah hari ini. Rasanya waktu berjalan begitu cepat sekali nak," kata Wilson memeluk putrinya.
"Daddy benar, waktu terasa begitu cepat berlalu. Aku menyayangimu dad," kata Scarlett.
"Ayo nak. Frank sudah ada di sana bersama pendeta," ujar Wilson mengulurkan tangannya.
Scarlett mengangguk, menerima uluran tangan Wilson. Keduanya berjalan menuju altar.
Frank menatap kagum wanita yang sangat di cintainya. Berjalan mendekatinya bersama ayah mertuanya. Calon istrinya sangat cantik dengan gaun putih yang melekat di tubuhnya. Frank terlihat menghembuskan nafasnya beberapa kali. Ia merasa sedikit gugup di acar bahagia mereka. Setibanya di altar, Wilson memberikan tangan Scarlett pada Frank.
"Aku percayakan putriku padamu," kata Wilson. Frank mengangguk. Ia akan mencintai dan menjaga Scarlett seumur hidupnya. Kedua mempelai menghadap Pendeta. Acara pemberkatan pun dimulai.
Setelah sesi pengucapan janji suci itu selesai, kedua pengantin itu saling menghadap. Memuja satu sama lain. Kini mereka resmi menjadi suami istri. Frank tersenyum menatap Scarlett, ia kemudian mengecup kening Scarlett cukup lama sebelum keduanya berciuman. Tamu undangan bertepuk tangan, ikut merasakan kebahagiaan pasangan baru itu.
Pengantin baru itu melempar senyum hangat menatap para tamu undangan yang menjadi saksi pernikahan mereka. Semua undangan bertepuk tangan. Setelahnya tamu undangan silih berganti maju ke depan memberi ucapan selamat pada pengantin baru itu.
__ADS_1