
"Tidak.. tidak... kembali ke kamar mu sekarang juga," tukas Scarlett menggeleng-gelengkan kepalanya. Tentu saja ia tahu maksud Frank. Pria itu hendak tidur di kamarnya. Bukannya ia tidak mau, hanya saja ini di rumah keluarga Frank. Rasanya tidak nyaman jika mereka tidur bersama. Bagaimana jika orang lain melihat mereka. Scarlett tidak munafik. Ia sangat suka tidur dengan Frank memeluknya. Rasanya sangat nyaman.
"Tidak perlu khawatir, aku akan kembali pagi-pagi sekali ke kamar ku," kata Frank seolah mengetahui isi pikiran Scarlett.
"Ayo, cepatlah bukankah kamu bilang mengantuk?" kata Frank mengurangi pencahayaan di dalam kamar.
Dengan ragu, Scarlett merangkak naik ke atas tempat tidur. Merebahkan tubuhnya di samping Frank.
"Jangan berbuat macam-macam," ujar Scarlett memperingati Frank.
"Tentu saja baby.. hanya satu macam saja," ujar Frank menyeringai. Scarlett melotot, belum sempat meloloskan dirinya Frank sudah menahannya.
"Frank... mmppphhttt.." Frank mencium bibir Scarlett hingga membuatnya hampir kehabisan nafas.
"Sebagai pengantar tidur.." ucap Frank setelah melepaskan ciumannya. Scarlett hanya menatap kesal wajah tak bersalah Frank.
"Akh... apa kamu anjing.." pekik Scarlett memegang dadanya saat Frank mencium dan memberi tanda di sana.
"Kamu berbohong.." kata Scarlett kesal memutar tubuhnya, membelakangi Frank.
"Kamu marah?" kata Frank memeluk Scarlett dari belakang.
"Ya sudah kalau begitu. Good night baby.." balas Frank mengeratkan pelukannya. Lihat, dengan santainya ia berkata seperti itu. Scarlett pikir pria itu akan minta maaf. Ah, jangan lupa. Frank tidak pernah salah. Jika ia salah, maka kembali ke pasal satu. Frank tidak pernah salah.
__ADS_1
"Menyebalkan sekali," gumam Scarlett.
"Aku juga mencintai mu sayang.." balas Frank mengecup kepala Scarlett. Scarlett dibuat pusing oleh pria itu. Sayangnya hatinya cepat luluh. Pria itu dengan mudah mengambil kembali hatinya. Scarlett tidak bisa marah pada Frank.
******
"Gilda... tunggu.. jangan pergi.." panggil Frank mengejar Gilda yang semakin menjauh darinya.
Gilda yang mendengar suara yang sangat dikenalinya menghentikan langkah kakinya. Gilda memutar tubuhnya, melihat Frank berlari mendekatinya.
"Gilda maafkan aku sayang. Aku sangat mencintaimu. ku mohon jangan tinggalkan aku," kata Frank memeluk tubuh Gilda.
"Lepas.. lepaskan aku Frank. Kita sudah berakhir. Sekarang kamu bisa bersama dengan wanita itu," ujar Gilda mendorong tubuh Frank.
"Tidak ada yang perlu di jelaskan Frank. Kamu mengkhianati hubungan kita," kata Gilda menahan air matanya.
"Dia membohongi ku Gilda. Dia menipu ku. Aku tida tau harus mengatakan apa saat itu. Aku memang bodoh. Tidak tegas dengan diri ku," kata Frank mengeluarkan air matanya. Gilda tidak peduli lagi. Ia berjalan menjauh dari Frank.
"Sebelum kita dijodohkan, kami sudah menjadi sepasang kekasih, sayang. Harusnya aku tegas dari dulu. Untuk menolak perjodohan itu," kata Frank membuat Scarlett menghentikan langkahnya. Membelakangi Frank.
"Dan.. dan ternyata aku jatuh cinta pada mu," ucap Frank lirih.
"Aku ingin memutuskan hubunganku dengannya saat itu. Tapi dia mengatakan sedang mengandung anak ku. Aku tidak bisa meninggalkannya Gilda. Dia sedang mengandung anak ku," ujar Frank menangis.
__ADS_1
"Maafkan aku... tolong jangan seperti ini. Aku mencintai mu," ucap Frank.
"Kamu egois Frank... seharusnya sejak dulu kamu mengatakannya pada ku. Dan kita tidak akan seperti ini," ujar Gilda menangis.
"Scarlett... sayang... sayang.. hei.. bangun.." ujar Frank khawatir. Scarlett menangis di dalam tidurnya. Frank menggoyang tubuh Scarlett hingga wanita itu terbangun dan membuka kedua matanya. Ternyata dia hanya bermimpi saja.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Frank mengusap lembut rambut kepala Scarlett. Scarlett menganggukkan kepalanya setengah sadar. Ia lalu memeluk tubuh Frank dengan erat.
"Kamu tidak akan meninggalkanku kan?" ujar Scarlett. Nada suaranya terdengar seperti ketakutan.
"Tidak akan sayang.." balas Frank mengecup kening Scarlett. Sepertinya kekasihnya itu sedang mimpi buruk. Frank mengusap punggung Scarlett untuk memberinya ketenangan.
"Bila perlu besok kita menikah kalau kamu tidak keberatan," kata Frank saat Scarlett sudah mulai tenang. Spontan membuat Scarlett menatapnya.
"Bercanda mu aneh.." balas Scarlett.
"Aku tidak sedang bercanda, kalau kamu setuju maka kita akan menikah besok," kata Frank.
"Memangnya semudah itu. Aku tidak mau pernikahan sederhana. Aku mau pernikahan yang megah dan mengundang banyak orang. Ini hanya sekali dalam seumur hidup ku," kata Scarlett menjadikan legan Frank bantalan kepalanya.
"Itu bisa diatur sayang, kamu tenang saja. Asalkan kamu bersedia menjadi pengantin wanita dari Frank Juan Carrington ini," kata Frank.
"Memangnya siapa yang tidak mau jadi pengantin dari seorang Frank Carrington. Pewaris kekayaan keluarga Carrington. Semua wanita menginginkan pasangan yang mapan, tampan dan baik," batin Scarlett. Keduanya bercerita cukup lama hingga mengantuk dan kembali tertidur.
__ADS_1