The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 84: Aku Membencimu


__ADS_3

"Ayolah.. memangnya apa lagi. Aku sudah bilang kalau aku menyukaimu. Bukankah itu yang kamu inginkan dari dulu. Kamu tidak perlu menghindariku lagi," kata Felix.


"Dasar gila.." kata Scarlett mendorong tubuh Felix.


Saat Scarlett ingin pergi, Felix merangkulnya dan tidak membiarkan Scarlett pergi. Pria kembali mendorong tubuh Scarlett ke dinding dan menghimpitnya. Tenaganya sangat kuat. Scarlett kesulitan untuk melepaskan diri.


"Lepaskan aku sialan.. " ujar Scarlett memberontak.


"Tidak akan, kamu hanya milikku Scarlett. Aku akan membawa mu pergi dari sini. Dan kita hidup bersama," kata Felix mengekang tubuh Scarlett.


"Kalau sampai Frank melihatmu aku tidak yakin kamu akan selamat darinya," ucap Scarlett.


"Aku tidak peduli Scarlett," Kata Felix mencoba mencium Scarlett. Wanita itu memalingkan wajahnya.


"Felix.. lepaskan.." kata Scarlett mendorong tubuh Felix sekuat tenaga. Pria itu berhasil mencium lehernya. Bahkan tangan pria itu menyentuh dadanya.


"Frank..." panggil Scarlett kuat. Matanya mulai berkaca-kaca. Ia sangat takut sekarang. Tidak ada orang yang lewat dari sana.


"Ayolah sayang... kamu juga menyukainya bukan? Aku tahu kamu mencintaiku. Tidak usah berpura-pura lagi," kata Felix mencoba mencium Scarlett. Scarlett menginjak kaki Felix dengan tumit sepatunya membuat pria itu kesakitan dan melepaskan Scarlett.

__ADS_1


"Plak.. Plak.." Scarlett menampar wajah Felix dua kali. Felix terlalu lancang.


"Aku membenci mu Felix... sangat membenci mu. Jangan pernah tunjukkan wajah mu dihadapan ku," kata Scarlett marah. Ia lalu pergi menjauh dari Felix yang sedang mematung di tempatnya.


"Scarlett.." panggil Felix.


"Aku bukan Scarlett brengsek.." ucapnya pergi.


Tak jauh dari sana, Elizya berdiri dengan mengepalkan kedua tangannya.


Scarlett berjalan dengan cepat, mencari keberadaan Frank.


"Sayang.. kenapa kamu lama sekali, kamu dari mana saja?" tanya Frank saat melihat Scarlett kembali.


"Perutku sedikit sakit," ujar Scarlett tidak ingin memberitahu yang sebenarnya. Ia akan membicarakannya setelah pulang nanti.


"Maaf, saya tinggal sebentar," ujar Frank pada teman-temannya. Ia lalu mengajak Scarlett kembali ke meja mereka. Frank yakin ada yang tidak beres. Frank bisa melihat dari wajah Scarlett.


"Apa yang terjadi," kata Frank mengusap wajah Scarlett. Scarlett menggeleng.

__ADS_1


"Sayang.. jangan membuatku semakin penasaran. Ayo jawab. Apa seseorang melukaimu?" tanya Frank lembut. Mata Scarlett mulai berkaca-kaca.


"Kita pulang!"


Frank lalu membawa Scarlett ke luar dari aula dan menghubungi supirnya.


"Frank ta..tapi acaranya belum selesai," ujar Scarlett berjalan di samping Frank.


"Aku lebih peduli denganmu dibandingkan acara itu," balas Frank. Hati Scarlett menghangat. Keduanya tiba di depan gedung dengan supir yang sudah menunggu mereka.


****


"Felix.." panggil Elizya membuat Felix terkejut. Pikirannya dipenuhi banyak pertanyaan.


"Baby... sejak kapan kamu di situ?" tanya Felix takut. Ia khawatir Elizya melihat apa yang dilakukannya pada Scarlett. Pikirannya tidak fokus lagi sekarang.


"Ada apa? kenapa kamu seperti ketakutan.." ujar Elizya.


"Ah tidak Elizya. Kamu hanya salah lihat saja. Kamu darimana?" tanya Frank mendekati Elizya.

__ADS_1


"Aku mencarimu sejak tadi, ternyata kamu ada di sini.." kata Elizya tersenyum.


"Maafkan aku baby, aku baru saja mengangkat panggilan penting . Ayo.." kata Felix berbohong, menggandeng tangan Elizya. Keduanya kembali ke aula. Felix tampak mencari keberadaan Scarlett. Ia sadar, harusnya ia tidak memperlakukan Scarlett seperti tadi. Terlihat kebencian di mata Scarlett saat menatapnya. Ia akan meminta maaf pada Scarlett. Kalau seperti ini, Ia akan semakin sulit mendapatkan hati Scarlett.


__ADS_2