
Frank membawa Scarlett menuju penthousenya.
"Kita mau kemana?" tanya Scarlett. perasaan aneh menyerang kepalanya yang sudah pusing karena mabuk. Seperti banyak kunang-kunang bergelayut di pelupuk matanya.
"Ke tempat ku. Sudah ku bilang aku ingin menghukum mu," kata Frank melirik Scarlett yang sedang memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Hei.. kenapa kamu menghukum ku. Memangnya ada pekerjaan ku yang tidak beres?" tukas Scarlett.
Frank tidak menjawab pertanyaan Scarlett. Ia memilih fokus dengan jalanan. Frank marah karena Scarlett mabuk di Club. Saat mabuk dan tak sadar, bisa saja terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Frank tidak ingin Scarlett sampai mengalami hal buruk karena mabuk. Seperti yang ia lihat di Club. Seorang Pria secara terang-terangan menggoda Scarlett. Meski ia tahu jika Scarlett melawannya, namun tidak menutup kemungkinan Scarlett tidak bisa melawannya jika saja ia mabuk berat. Orang mungkin akan memanfaatkannya. Untung saja ia ada di Club dan tak sengaja melihat Scarlett sedang di goda oleh pria mabuk saat Frank dan temannya baru saja tiba di Club. Saat ingin menolongnya, Felix muncul lebih dulu. Frank juga marah pada Penelope karena membiarkan Scarlett mabuk.
Setibanya di gedung apartemen tempat tinggal Frank, pria itu membawa Scarlett memasuki lift khusus untuknya hingga tiba tepat di depan penthousenya. Frank membuka pintunya lalu mendorong tubuh Scarlett ke dinding.
"Kenapa kamu mendorong ku," kata Scarlett terkejut.
Bukannya menjawab, Frank malah menyambar bibir Scarlett. Frank menciumnya dengan menggebu-gebu membuat Scarlett kewalahan. Frank mengigit bibir bawah Scarlett hingga membuat Scarlett terpekik dan membuka mulutnya. Frank tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia lalu menelusupkan lidahnya ke dalam mulut Scarlett. Mengabsen satu persatu deretan gigi Scarlett. Ciuman itu didominasi oleh Frank. Scarlett kewalahan, ia hampir kehabisan nafasnya dan memukul-mukul dada Frank.
__ADS_1
Menyadari Scarlett mulai kehabisan nafas, Frank melepaskan tautan mereka. Pria itu belum selesai menghukumnya. Scarlett meraup oksigen sebanyak banyaknya, menatap wajah Frank yang menyeringai.
"Aku belum siap menghukum mu baby.. " bisik Frank kembali meraup bibir Scarlett. Kali ini ia mencium dengan lembut bibir manis Scarlett yang menjadi candunya. Menggoda Scarlett untuk membalasnya. Sangat mudah untuk menaklukkannya. Scarlett mulai membalasnya, mengalungkan kedua tangannya di leher Frank.
Tak tinggal diam, tangan Frank bergerilya di tubuh Scarlett. Wanita itu merasa kakinya seperti jeli sekarang. Frank yang peka mengangkat tubuh Scarlett refleks kaki Scarlett melingkar di pinggang Frank.
Kini ciuman itu berubah menjadi kecupan menjelajahi leher Scarlett.
"Akhh.." pekik Scarlett saat Frank meng*isap kuat leher Scarlett memberi tanda kissmark.
"Aku akan menghukum mu sampai jera," kata Frank mengecup seluruh wajah Scarlett.
"Frank berhenti.. a.. aku tidak kuat. Aku pergi ke Club hanya ingin bersenang-senang saja dengan Penelope. Aku tidak mabuk," balas Scarlett.
"Tidak mabuk kata mu hmm...?" kata Frank menatap lekat wajah Scarlett.
__ADS_1
"Lalu sekarang apa? bagaimana jika pria itu sampai melecehkan mu tadi," kata Frank menggeram marah.
"Ten.. tentu saja aku melawannya," jawab Scarlett menahan erangannya saat bibir Frank menggoda lehernya.
"Tung... tunggu dulu. Kenapa kamu semarah ini hanya karena aku pergi ke club,"
"Kamu masih bertanya? kamu pikir selama ini kita melakukan hal seperti ini bukan kerena sesuatu?" kata Frank menghentikan aktivitasnya.
"Kamu milikku Scarlett. Milik ku. Tidak akan ada yang bisa memiliki mu selain diri ku," kata Frank penuh penekanan, kembali mencium bibir Scarlett. Ia berjalan menuju kamarnya tanpa melepaskan tautan mereka. Merebahkan tubuh Scarlett di atas ranjang dan menindihnya. Ciuman keduanya semakin intens.
Frank mengerutkan alisnya saat merasakan ada yang janggal. Scarlett tidak membalas ciumannya lagi. Pria itu membuka matanya dan melihat Scarlett yang sudah menutup kedua matanya.
"Tertidur?" gumam Frank tertawa pelan. Bisa-bisanya Scarlett tertidur saat mereka sedang berciuman.
"Aku bahkan belum selesai menghukum mu," kata Frank bangkit. Ia berdiri menatap tubuh Scarlett.
__ADS_1
"Apa aku se-buas itu?" gumam Frank melihat leher dan dada Scarlett yang dipenuhi dengan kissmark buatannya. Ia lalu terkekeh dan melangkahkan kakinya untuk mengganti pakaiannya sebelum ia bergabung dengan Scarlett di atas tempat tidur.