The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 75: Permintaan


__ADS_3

"Aku ingin minta sesuatu pada mu," pinta Scarlett. Wanita itu sedang duduk di hadapan Frank.


"Apa itu? kamu ingin barang-barang mewah?" tanya Frank membuka lembaran berkas di depannya.


"Bukan.." jawab Scarlett. Ia juga bisa membeli barang-barang mewah.


"Aku tahu, kamu ingin kita menikah ya, oh aku sangat siap sayang.." kata Frank menatap wajah Scarlett dengan senyuman merekah di wajahnya.


"Aishh... kamu ini. Aku serius Frank," kata Scarlett.


"Maksud mu aku tidak serius?" ujar Frank mengerutkan keningnya.


"Ya.. ya.. ah sudah lah. Lupakan saja," ucap Scarlett.


"Memangnya kamu mau apa? kenapa tidak langsung ke intinya saja."


"Bagaimana aku bicara, kamu langsung menebak-nebaknya," kata Scarlett.


"Aku pikir kamu memang mau itu, bukankah kalian para wanita suka dengan barang-barang mewah."


"Sayangnya aku sudah punya," tukas Scarlett.


"Aku ingin kamu memberi sedikit pelajaran dengan karyawan mu yang tida bisa menjaga mulutnya itu" kata Scarlett melipat kedua tangannya di depan dadanya.

__ADS_1


"Katakan siapa? siapa yang berani mengataimu sayang, aku akan memecatnya sekarang juga," kata Frank marah.


"Aku tidak ingin kamu memecatnya. Hanya menegurnya saja Frank," balas Scarlett. Ia lalu menceritakan kejadian yang dialaminya saat di dalam lift tadi pagi.


"Aku akan meminta Alden membawa mereka ke sini," kata Frank menghubungi Alden.


"Ingat, hanya menegur mereka saja. Bukan memecatnya. Aku ingin mereka tau jika aku bukan wanita yang seperti mereka katakan.." ujar Scarlett berdiri lalu mengecup wajah Frank.


"Ternyata punya kekasih seorang bos se-menyenangkan ini," kata Scarlett lalu pergi. Setelah ini ketiga wanita itu tidak akan berani lagi dengannya.


"Aku kembali ke ruangan ku dulu," kata Scarlett lalu pergi meninggalkan Frank yang sedang senyum-senyum sendiri memegang wajahnya yang dicium oleh Scarlett.


*******


"Ck, kemana wajah sombong mereka tadi," batin Scarlett ingin tertawa keras.


"Scarlet kami minta maaf," ucap ketiganya meraih tangan Scarlett. Mereka tentu saja tidak ingin di pecat dari perusahaan.


"Maafkan kami karena sudah merendahkan mu," ucap mereka.


"Kami tidak akan melakukannya lagi. Kami masih ingin bekerja di sini."


"Scarlett tolong katakan pada Pak Frank agar tidak mengeluarkan kami dari perusahaan. Bos bilang semua keputusan ada ditangan mu," ucap mereka. Mereka sekarang menyadari bagaimana pengaruh Scarrlett di perusahaan.

__ADS_1


"Kali ini aku memaafkan kalian. Jangan sampai kejadian ini terulang. Begitu juga dengan orang lain," kata Scarlett menjauh dari mereka.


"Huh.. akhirnya.. untung saja," ucap salah satu dari ketiga wanita itu.


"Ini semua gara-gara kamu sih."


"Ya aku kan hanya mendengar gosip dari mulut ke mulut. Emma yang mengatakannya pada ketua departemen kita.


"Aku baru lihat Pak Frank saat marah seperti apa."


"Ah, sudah lah... setidaknya kita tidak jadi di pecat. Masuk ke sini saja setengah mati."


Ketiga wanita itu lalu pergi dari sana.


Sore harinya Frank pulang bersama Scarlett, keduanya keluar dari dalam lift dengan Frank yang menggenggam tangan Scarlett.


"Frank.. lepaskan tanganmu," bisik Scarlett saat mereka keluar dari dalam lift.


"Tidak. Mulai sekarang mereka perlu tahu jika kamu adalah kekasihku," kata Frank tidak melepaskan genggamannya.


"Frank.." kata Scarlett berhenti.


"Sayang... jalan atau aku akan mencium mu di sini," kata Frank mengancam Scarlett. Scarlett terkejut, ia menatap Frank dengan kesal.

__ADS_1


"Cup," Frank mengecup Scarlett, membuat kedua mata Scarlett terbelalak. Matanya melihat keadaan sekitar. Oh tidak, ada banyak karyawan di lobby dan mereka melihat Frank dan Scarlett.


__ADS_2