
Setelah menenangkan jantungnya, Scarlett keluar dari kamar mandi dengan wajah segarnya. Sebenarnya ia sedikit tidak nyaman dengan bajunya yang belum ia ganti. Apalagi rok yang dipakainya membuatnya kesulitan bergerak bebas.
"Deg.." Scarlett terkejut melihat Frank berdiri di depan pintu kamar mandi. Lagi-lagi jantungnya berdegup kencang.
"Aku mau mandi dulu. Jangan kemana-mana," ujar Frank.
"Bukankah kamu sedang sakit? seharusnya kamu tidak mandi," ujar Scarlett menghentikan Frank yang hendak masuk ke dalam kamar mandi.
"Tubuhku terasa lengket karena berkeringat membuat ku tidak nyaman. Aku akan mandi air hangat."
"Aku tahu kamu khawatir, tapi aku akan baik-baik saja," ujar Frank menampilkan senyum smirknya. Scarlett terbelalak mendengar perkataan Frank.
"Terlalu percaya diri sekali," kata Scarlett membalikkan tubuhnya. Frank sepertinya sedang menggodanya.
Frank tertawa pelan sebelum masuk ke dalam kamar mandi. Rasanya ia akan cepat pulih jika ada Scarlett di dekatnya. Perempuan itu mempunyai pengaruh besar terhadap dirinya.
Scarlett duduk di sofa yang ada di kamar Frank sembari memainkan ponselnya. Perutnya sudah kelaparan. Sejak tadi siang ia tidak mengisi perutnya. Memesan makanan juga tidak mungkin, hujan di luar sangat deras.
Frank mandi kilat. Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk di pinggangnya. Lagi-lagi Scarlett di buat terkejut oleh Frank. Frank dengan santainya melangkahkan kakinya menuju lemari melewati Scarlett yang sedang terpaku di tempatnya.
__ADS_1
"Sial, kenapa tubuhnya sebagus itu," batin Scarlett dengan mulut menganga. Gerakan matanya mengikuti Frank. Pikirannya mulai menjalar kemana-mana. Ia ingin sekali memeluk tubuh kekar pria itu. Astaga, Scarlett bahkan ingin menyentuh otot-otot pria itu.
"Scarlett..."
"Scarlett..." panggil Frank menatap wajah Scarlett yang melamun, matanya tidak berkedip sama sekali.
"Cup..."
Scarlett membulatkan kedua matanya. Frank mengecup bibirnya.
"Kenapa kamu di sini," ucap Scarlett refleks mendorong dada telanjang Frank.
"Apa kamu sedang memikirkan ku," goda Frank.
"Jika kamu mau, aku bisa bertelanjang dada di depan mu dan itu gratis. Hanya untukmu," ucap Frank menggoda Scarlett dengan mengedipkan mata kanannya. Pria itu sukses membuat Scarlett malu.
"Aku ke bawah dulu," kata Scarlett salah tingkah. Ia bangkit dari sofa hendak pergi namun tertahan karena Frank menahan tangannya.
"Apa kamu tidak ingin mandi?" tanya Frank.
__ADS_1
"A.. aku tidak ada pakaian ganti," kata Scarlett.
"Kamu bisa memakai bajuku. Pergilah, kamu pasti tidak nyaman dengan pakaian mu itu," kata Frank perhatian dengan Scarlett.
"Tidak apa-apa. Aku pakai baju ini saja," kata Scarlett menolak. Meskipun sebenarnya ia tidak nyaman dengan bajunya sekarang. Mau bagaimana lagi, tidak mungkin ia memakai baju Frank. Memalukan sekali.
"Apa kamu merasa jijik dengan pakaian milik ku?"
"Bu... bukan begitu, aku tidak bermaksud begitu. Hanya saja.. hanya saja ak__"
"Tenang saja, di lemari ada banyak pakaian baru. Kamu bisa memilih mana yang kamu suka," kata Frank dengan raut wajah kecewanya, melepaskan genggaman tangannya dari Scarlett dan kembali melangkahkan kakinya menuju lemari pakaiannya.
"Sepertinya dia salah paham, aku tidak bilang jika aku jijik dengan pakaiannya. Aku hanya malu saja. Aku merasa seperti di__,"
"Ah sial, pikiranku liar lagi," batin Scarlett.
"Aku ke bawah dulu," ucap Frank datar berjalan melewati Scarlett.
"Apa dia marah sekarang?" batin Scarlett. Ia menjadi dilema antara mandi atau tidak. Scarlett tidak tahu jika Frank hanya berpura-pura saja.
__ADS_1
"Huftt.. baiklah, mari kita mandi," tukas Scarlett akhirnya memilih mandi dan memakai baju pria itu.