
"Silahkan duduk Mr Carrington.." kata Wilson. Frank lalu duduk di sofa. Sekretaris Wilson lalu pergi menuju pantry untuk membuat kopi mereka.
"Terima kasih Mr. Wilson," ucap Frank datar duduk di sofa.
"Saya tidak ingin berlama-lama. Kedatangan saya ke sini hanya ingin mengatakan kalau saya tertarik dengan putri anda," ucap Frank langsung ke intinya. Wilson terkejut mendengarnya. Tidak ada basa basi pada pria di depannya itu.
"Maaf Mr. Wilson, putri saya ada dua."
"Scarlett, saya ingin Scarlett," balas Frank.
"Saya minta maaf, untuk yang satu ini saya tidak bisa. Saya tidak ingin menjodohkan putri-putri saya karena bisnis," kata Wilson. Ia yakin setelah itu Frank akan melakukan penawaran seperti rekan bisnisnya yang lain. Mereka mengiming-imingi penggabungan perusahaan dengan cara melakukan perjodohan.
"Memangnya siapa yang mengatakan ini transaksi bisnis?" tukas Frank membuat Wilson membulatkan kedua matanya. Selain terlihat dingin, pria itu memiliki jalan pikiran yang sulit di tebak.
"Scarlett bukan benda yang bisa ditukar atau bahkan diperjualbelikan. Dia lebih berharga dari itu," kata Frank membuat Wilson kagum dengan perkataan Frank. Selain nyalinya yang besar, pemikiran pria itu juga cukup luar biasa.
"Saya hanya ingin mengatakan pada anda untuk tidak menjodohkan putri anda pada siapa pun," kata Frank bangkit dari sofa. Ia lalu mengancing kembali jasnya.
"Mungkin saya cukup setuju anda dekat dengan putri saya. Tapi saya tidak yakin jika Scarlett akan tertarik denganmu. Semua keputusan ada ditangan putriku," kata Wilson.
"Kita lihat saja nanti Mr. Wilson," kata Frank lalu pergi. Saat Frank pergi, sekretaris Wilson datang membawa kopi untuk mereka.
__ADS_1
"Dimana tamunya Pak?"
"Sudah pergi, bawa saja kembali kopinya," kata Wilson.
"Baik Pak."
"Ck... bagaimana cara pria itu mengambil hati putriku dengan wajah datar dan dinginnya itu. Selain kepribadiannya yang mendominasi, dia juga menyebalkan," gumam Wilson menggeleng-gelengkan kepalanya.
Flashback Off.
"Bahkan satu minggu yang lalu dengan beraninya ia menghubungiku karena ingin menikahi mu secepatnya," kata Wilson kesal. Ia masih belum siap putrinya menikah secepat itu.
"Yang benar saja, kalian baru pacaran dan dia ingin menikahi mu secepat itu," kata Wilson.
Frank tidak main-main dengan kata-katanya.
"Bukan hanya daddy, ibumu juga sudah tau," kata Wilson. Scarlett melirik sekilas pada Mia.
"Apa daddy merestui hubungan kami?" tanya Scarlett. Wilson mengerutkan keningnya.
"Bagaimana daddy tidak merestui kalian. Dia bahkan sudah meminta daddy untuk menyetujui pernikahan kalian. Anak itu tidak pernah basa-basi," balas Wilson.
__ADS_1
"Seharusnya daddy yang bertanya padamu. Apa kamu benar-benar serius dengannya?" tanya Wilson.
"Tentu saja dad, ku mencintainya," ucap Scarlett tanpa ada keraguan dalam dirinya.
"Bagaimana bisa kamu mencintai pria dingin, datar dan kaku seperti itu."
"Frank tidak seperti itu kalau sudah bersamaku dad. Dia bahkan memanjakan ku, dia orang yang hangat kalau kami bersama," balas Scarlett.
Tak lama kemudian, Elizya pulang. Wanita itu sepertinya tidak menyadari keberadaan orang tuanya di sana.
"Elizya.." panggil Mia. Elizya menoleh dan terkejut saat melihat ibunya di sana.
"Ya ampun mom.. aku kira kalian belum sampai.." kata Elizya terkejut. Ia kemudian berjalan mendekati orang tuanya dan memeluknya.
"Dad, mom.. aku ke kamar dulu ya. Kita bicara lagi nanti. Aku lelah sekali dua hari ini jadwalku padat dan membuatku kurang tidur," kata Elizya.
"Kamu istirahatlah nak," balas Wilson. Elizya mengangguk.
"Mommy akan memanggilmu saat makan malam nanti," ucap Mia.
"Baik mom."
__ADS_1
Tatapan Scarlett bertemu dengan Elizya. Wanita itu menatap Scarlett dengan tatapan dingin.
"Ada apa dengannya, apa dia mulai lelah cari muka di depan ku," batin Scarlett.