
"Kalian tenang saja, aku sedang mendekati calon menantu Carrington. Aku akan mengenalkannya nanti," ucap Frank membuat mereka yang ada di sana terkejut.
"Ka.. kamu serius Frank?" tanya Fictor dengan wajah bahagianya. Akhirnya, cucu pertamanya akan menikah. Frank menganggukkan kepalanya membuat semua uang ada di sana bersorak bahagia. Frank hanya geleng kepala melihat keluarganya.
"Dan setelah ini, grandpa dan grandma harus tinggal di rumah kami sebagai gantinya karena aku sudah memberi kabar bahagia untuk kalian," ucap Frank mengingat kakeknya selalu menolak tinggal bersama mereka karena dia belum menikah. Dan sekarang kakeknya tidak akan bisa menolak lagi.
"Tentu saja. Bawalah kekasihmu dalam waktu dekat ini ke rumah," tukas Fictor.
Brakk....
pintu terbuka cukup keras membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut.
"Astaga.. grandpa.. " pekik Penelope berlari mendekati brankar Fictor. Diikuti dengan ibunya yang baru saja masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
"Apa kamu tidak bisa datang tanpa suara cempreng mu itu," ucap Frank.
"Diam lah Frank," balas Penelope kesal.
"Grandpa baik-baik saja kan?" tanya Penelope melihat wajah, tangan dan badan Fictor.
"Kakek membuat kami khawatir. Jangan pergi dengan cepat. Kakek harua melihat Penelope menikah dan punya anak," ucap Penelope memeluk kakeknya. Penelope tidak ingin kehilangan kakek dan neneknya dengan cepat. Ia masih ingin menghabiskan waktu dengan mereka.
"Grandpa baik-baik saja sayang. Hanya kelelahan saja," balas Fictor mengusap kepala cucu perempuannya yang paling besar.
"Berjanjilah untuk tetap sehat grandpa. Aku menyayangimu dan grandma," kata Penelope dengan mata berkaca-kaca menggenggam tangan Freya neneknya.
"Kalau mau menangis jangan di sini. Dasar cengeng," ledek Frank.
__ADS_1
"Grandpa lihatlah pria itu. Dia selalu meledek ku," kata Penelope menangis.
"Dia seperti itu karena gengsi menunjukkan kasih sayangnya pada mu," ucap Freya mengusap kepala cucunya.
"Frank selalu gengsi untuk menunjukkan kasih sayangnya secara terang-terangan sejak dia masih kecil. Jadi jangan terlalu dimasukkan kata-kata kejamnya ke hati," kata Fictor. Penelope lalu mengangguk.
"Dalen tidak bisa datang karena sedang rapat dad, dia akan menyusul nanti," kata Daisy. Suaminya tidak bisa datang karena menghadiri rapat yang tidak bisa ditunda atau bahkan diwakilkan.
"Tidak apa-apa nak. Kondisi daddy juga sudah semakin baik. Hari ini daddy juga bisa langsung pulang ke rumah kata dokter," ucap Fictor pada putrinya.
"Daddy dan mommy mu akan tinggal bersama kakak mulai sekarang. Kamu tidak perlu khawatir, mereka akan menjaga daddy dan mommy," ucap Fictor.
"Serius grandpa," timpal Penelope melepas pelukannya dari kakeknya. Seingatnya kakeknya tidak mau tinggal di rumah pamannya kalau Frank belum menikah. Itu artinya sepupunya itu akan menikah. lalu siapa wanita yang mau dengan Frank.
__ADS_1
"Ya, Frank bilang dia sudah punya kekasih dan akan menikah," balas Fictor. Penelope menatap Frank seolah memastikannya.
"Memangnya ada perempuan yang mau dengannya? dia itu terlalu dingin dan kaku. Aku tidak yakin dia bisa bersifat romantis. Mantan-mantannya saja memutuskannya karena mereka seperti pacaran dengan patung," batin Penelope. Ia akan menanyakannya langsung pada Frank secara empat mata.