The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 101


__ADS_3

1 Tahun Kemudian


Frank kembali ke rumah dengan tak sabar. Ia ingin bertemu dengan putra kecilnya. Bahkan di kantor, Frank beberapa kali melakukan panggilan vidio dengan Scarlett hanya untuk melihat wajah putranya.


"Daddy pulang..." ucap Frank masuk ke dalam rumah. Sejak Frank menikah dengan Scarlett mereka tinggal di rumah utama keluarga Carrington.


"Daddy sungguh merindukan baby Max..." ucap Frank berjalan menuju sofa dimana Fictor dan Freya sedang bersama Max.


"Grandpa berikan Max padaku, aku ingin menggendongnya," ucap Max melempar tasnya dengan asal di sofa. Ia hendak mengambil alih Max dari gendongan Fictor namun tangannya ditepis oleh Freya.


"Cuci tangan dulu. Aku tidak ingin cicit ku terkena bakteri dari tangan kotor mu itu," ucap Freya. Frank mendengus kesal. Ia lalu pergi mencuci tangannya.


"Sayang.. kamu sudah pulang," ujar Scarlett yang sedang memotong buah di dapur saat melihat Frank tiba-tiba muncul di dapur.


"Aku merindukanmu dan baby Max," kata Frank memeluk istrinya dari belakang, mengecup leher istrinya.

__ADS_1


"Kamu selalu mengatakan itu, padahal kita tiap hari bertemu," kata Scarlett terkekeh. Mengambil sepotong buah melon dan memakannya.


"Tapi dari pagi sampai sore kita tidak bertemu karena aku bekerja. Tetap saja kita tidak berdekatan dalam waktu tertentu. Mau bagaimana lagi, aku ingin terus menempel dengan istriku yang cantik," ujar Frank menyadarkan dagunya di bahu Scarlett.


"Dasar gombal kamu," ujar Scarlett.


"Ekhemmm" Dakota berdehem membuat Scarlett refleks menjauh dari Frank. Wajahnya terasa panas sekarang. Dengan wajah kesalnya, Frank berjalan menuju wastafel untuk membersihkan tangannya.


"Buahnya sudah siap sayang?" tanya Dakota.


"Ya sudah ayo.." ajak Dakota. Scarlett lalu mengangguk. Keduanya lalu berjalan menuju ruang tengah bergabung dengan Fictor dan Freya.


Tak lama kemudian Frank kembali, ia kemudian mengambil alih Max dari gendongan Fictor.


"Cup.. cup.. cup.. " Frank mengecup wajah putranya. Gemas melihat pipi gembul bayi mungil itu. Max menatap wajah Frank dengan bibir sedikit ditarik. Pria itu membawa Max berjalan mengelilingi ruang tengah rumah mereka.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka Frank yang kaku bisa seperti ini," ucap Fictor membuat yang lainnya tertawa.


"Tingkahnya bahkan seperti anak kecil saat bersama Max dad," ujar Dakota terkekeh.


"Bagaimana dengan pemotretannya nak?" tanya Freya pada menantunya.


"Oliver sudah mengurus semuanya mom, besok pagi mereka akan datang ke sini," ujar Dakota. Oliver menyewa seorang fotographer handal untuk mengambil foto keluarga mereka.


*****


Sejak tadi Frank menemani Scarlett mulai dari memandikan Max hingga sekarang bayi itu sudah tidur pulas setelah minum ASI.


Scarlett keluar dari kamar mandi dan melihat Frank sudah tidur pulas bersama bayi mereka. Scarlett tersenyum bahagia melihat suami dan putranya. Wajah Max sangat mirip dengan Frank, hanya di bagian mata dan hidung saja yang mirip dengannya.


Scarlett berjalan mendekati ranjang, menyelimuti Frank yang tidur dengan posisi menyamping. Ia lalu mengecup kepala Frank. Sungguh Frank sangat bahagia memiliki Frank, ditambah lagi dengan kehadiran buah hati mereka. Rasanya kebahagiaannya semakin bertambah. Ia beruntung sekali mendapatkan pria seperti Frank yang sangat menyayanginya. Semakin hari rasa cintanya pada pria itu semakin bertambah.

__ADS_1


Scarlett mengambil ponselnya dari atas nakas, keluar dari kamar mereka karena tidak ingin mengganggu tidur suami dan anaknya. Ia ingin menghubungi Penelope, menanyakan perkembangan hubungan Penelope dengan Sean.


__ADS_2