The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 43: Kamu Melewati Batasanmu


__ADS_3

Satu bulan sudah Scarlett bekerja sebagai sekretaris Frank, rasanya waktu berjalan begitu cepat. Scarlett juga sudah menerima gaji pertamanya selama dia bekerja sebagai sekretaris. Dan yang paling mengejutkan adalah, Frank memberi Scarlett bonus sebanyak gaji bulanannya. Scarlett tentu saja senang. Ia akan bekerja dengan lebih baik lagi, agar setiap bulannya dia mendapat bonus.


Baru saja ia senang karena mendapatkan bonus bulanan dan sekarang sudah dihadapkan dengan wajah yang tidak disukainya. Siapa lagi kalau bukan Emma kepala departemen keuangan. Wanita itu berjalan menuju meja Scarlett dengan wajah angkuhnya. Sampai sekarang Scarlett tidak tahu kenapa Emma tidak menyukainya.


"Letakkan saja di meja dan segeralah pergi dari ruangan ini," kata Scarlett datar.


"Kamu benar, berlama-lama di sini membuat ku panas," ucap Emma meletakkan berkas yang dibawanya dengan kasar di atas meja kerja Scarlett.


"Apa kamu tidak tahu etika," tukas Scarlett geram melihat Emma.


"Oops aku tidak sengaja," balas Emma dengan santainya seolah tidak bersalah.


"Kali ini aku memaafkan mu. Jangan harap kamu lolos dari ku untuk kedua kalinya. Kamu belum mengenal ku Emma," kata Scarlett dengan penuh penekanan di kata terakhirnya. Bisa saja ia membuang dokumen Emma dan mengatakan pada Frank jika Emma belum menyerahkan laporan bulanannya agar wanita itu mendapat peringatan. Hanya saja ia harus bersikap profesional dalam pekerjaannya. Emma selalu tepat waktu mengantar berkas-berkasnya. Pekerjaannya juga bagus. Sepertinya masalah mereka lebih ke masalah personal.

__ADS_1


"Kamu pikir aku takut heh.." balas Emma dengan wajah menantangnya sebelum keluar dari ruangan Scarlett.


"Kamu melewati batasan mu Emma," gumam Scarlett menyeringai.


****


Seperti biasa, Scarlett makan siang di cafetaria perusahaan. Ia berjalan melewati beberapa karyawan yang sedang makan siang. Scarlett memesan makanannya dan mengambil tempat duduk di meja kosong sembari membawa makanan pesanannya.


"Astaga.. aku minta maaf. Aku tidak sengaja," kata Emma membantu Scarlett berdiri. Baju Scarlett basah karena minumannya mengenai bajunya.


"Sialan kamu. Kamu sengaja kan HAH.." bentak Scarlet mendorong tangan Emma yang hendak menolongnya. Scarlett bangkit menatap tajam Emma yang memasang wajah polosnya.


"A..aku tidak berbohong. Aku tidak tahu kamu sedang lewat," kata Emma berkaca-kaca. Orang-orang mulai berbisik-bisik. Beberapa orang yang belum mengenal Scarlett mencibirnya. Scarlett bahkan bisa mendengar mereka sedang merendahkannya.

__ADS_1


"Tutup mulutmu sialan. Aku tau kamu sengaja menjulurkan kaki mu saat aku lewat," ujar Scarlett menyiram wajah Emma dengan air yang di ambilnya dari meja Emma. Ia yakin wanita itu memang sengaja. Mengingat Emma sejak awal terlihat tidak menyukainya. Ia bahkan menunjukkannya secara terang-terangan. Dan sekarang Emma ingin mempermalukannya di depan umum.


"Hei, dia sudah minta maaf dan memang tidak sengaja membuatmu terjatuh. Tapi kamu malah seenaknya menuduhnya," ujar Sofia, wanita yang duduk satu meja bersama Emma.


"Ck, sepertinya kalian sudah merencanakannya sebelumnya," ucap Scarlett menyeringai.


"Kamu juga pantas mendapatkannya," kata Scarlett menyiram wajah teman Emma.


Para karyawan hanya melihatnya dan tidak ada yang melerainya.


"Kami sudah lama mengenal Emma, dia orang yang baik. Jadi tidak mungkin dia melakukan itu dengan sengaja," kata seorang wanita yang merupakan salah satu staf departemen keuangan.


"Sudahlah, hentikan semuanya. Ini kesalahan ku karena tidak sengaja membuatnya terjatuh," ujar Emma menyalahkan dirinya, mencari simpati dari orang lain.

__ADS_1


__ADS_2