
Frank selalu mengajak Scarlett saat dia sedang berbicara dengan rekan bisnisnya dan mengenalkan Scarlett pada mereka. Pria itu tidak pernah membiarkan Scarlett jauh darinya. Apalagi ada Felix di sana.
"Frank, aku ke toilet sebentar.." bisik Scarlett. Frank mengangguk. Scarlett lalu berjalan menuju toilet dan melewati meja yang ditempati oleh teman-teman Elizya. Scarlett mengabaikan sindiran dari mereka karena tidak ingin membuat keributan di sana.
Setibanya di toilet, ia tidak sengaja melihat wajah seseorang yang tak asing baginya. Scarlett mengurungkan niatnya masuk ke dalam toilet dan mengikuti wanita itu dengan diam-diam.
"Kemana perginya mereka.." gumam Scarlett kehilangan jejak mereka. Ia bahkan tidak sadar jika sekarang ia berada di halaman samping gedung yang minim pencahayaan. Saat Scarlett hendak pergi, langkahnya terhenti karena mendengar suara aneh yang tak jauh darinya. Scarrlett semakin mendekat dan terkejut dengan apa yang dilihatnya. Model yang mengatainya pelakor tadi sedang memadu kasih dengan pria paruh baya disana.
"Lihat saja aku akan mengabadikan momen ini. dan menunjukkannya pada istri si tua itu," batin Scarlett. Pria itu tak lain adalah pemilik agensi model tempatnya dulu.
__ADS_1
"Dasar hidung belang, lihat saja. Aku akan membuat media gempar dengan vidio ini," batin Scarlett. Pria paruh baya itu bahkan sempat memintanya jadi simpanannya agar karirnya meningkat. Scarlett akan menjadi model ternama asalkan Scarlett mau tidur dengannya. Tentu saja Scarlett menolaknya. Lebih baik ia tidak menjadi model biasa-biasa saja daripada menyerahkan harga dirinya pada pria itu.
Setelah mengambil beberapa Foto dan Vidio, Scarlett pergi dari sana.
"Akh.." Felix menarik tangan Scarlett dan membawanya menjauh dari keramaian. Pria itu mendorong tubuh Scarlett hingga menabrak dinding.
"Putuskan hubunganmu dari Frank. Tidak ada yang bisa memilikimu selain diriku," kata Felix mengunci tubuh Scarlett dengan menahan kedua tangan Scarlett.
"Ya, aku menyesal. Karena itu aku harus mendapatkan mu lagi. Tinggalkan Frank," kata Felix mengakuinya. Sekarang ia sadar jika perasaannya sangat besar pada Scarlett. Kali ini ia tidak aka melepaskan Scarlett.
__ADS_1
"Ck... lalu bagaimana dengan Elizya?" tanya Scarlett membuat Felix terdiam.
"Bagaimana bisa kamu menyukai dua wanita sekaligus."
"Kalau saja aku Elizya, aku pasti akan mengakhiri hubungan denganmu. Memangnya siapa wanita yang mau diduakan. Dari sini saja aku bisa menilai mu Felix. Kamu tidak layak menjadi kekasih ku. Untung saja aku sadar dan membuang jauh-jauh perasaan ku yang dulu padamu. Mungkin hal yang sama akan kamu lakukan saat kita menjadi sepasang kekasih," kata Scarlett mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Felix.
"Aku akan memutuskannya asal kamu mau menjadi milikku.." kata Felix meyakinkan Scarlett. Scarlett benci dengan Felix. Dengan entengnya Felix mengatakan kata-kata itu, mengingat pria itu dulu sangat mencintai Elizya. Kata-kata pria itu tidak bisa dipercaya.
"Aku tidak peduli dengan itu. Asal kamu tau, aku hanya mencintai Frank. Bukan yang lain. Hanya Frank seorang," ucap Scarlett kuat. Felix tertawa membuat Scarlett mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Scarlett.. Scarlett.. kamu tidak perlu berbohong. Aku tau kamu masih mencintaiku. Aku mengenalmu Scarlett. Tidak mungkin kamu yang dulu sangat mencintaiku bisa melupakanku dengan secepat itu. Kamu juga sengaja memasang trik ini agar aku penasaran dengan mu dan mengejar mu buka? " kata Felix.