The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 59: Biarkan Dia Berkembang


__ADS_3

Scarlett menggeliat di tempat tidurnya. Memegang kepalanya yang sedikit pusing. Dengan perlahan Scarlett membuka kedua matanya.


Scarlett bangun, menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Tangannya memegang keningnya yang sedikit pusing efek mabuk tadi malam.


Meskipun ia dalam keadaan mabuk dan setengah sadar, ia masih ingat semua kejadian yang terjadi tadi malam.


"Ternyata tubuh wanita ini tidak bisa kompromi dengan alkohol," gumam Scarlett menatap sekeliling kamar Frank. Saat ia masih menjadi Gilda, ia tidak pernah mabuk hanya dengan meminum 4 gelas wine.


"Astaga.." pekik Scarlett turun dari turun dari tempat tidur, tersadar akan sesuatu.


Scarlett berlari menuju kaca dan terkejut saat melihat lehernya. Dilehernya terdapat beberapa tanda kissmark. Scarlett membuka kancing bajunya. Matanya terbelalak melihat dadanya yang penuh dengan kissmark. Soal bajunya yang sudah berganti, itu karena ia muntah di tempat tidur Frank. Setelah itu ia tertidur dan Frank mengganti bajunya.


"Frank.." pekik Scarlett berlari mencari keberadaan pria itu. Scarlett berjalan dengan langkah yang kesal menuruni tangga penthouse milik Frank. Lihat saja, ia akan menghabisi pria itu.


"Frank.. apa kamu gi__" seketika mulut Scarlett terdiam. Perkataannya menggantung karena terkejut melihat Frank tidak seorang diri duduk sofa. Ada Alden dan Sean juga di sana. Ketiga pria itu menatap Scarlett dengan penampilan acak-acakan nya, ditambah lagi dengan rambut terurai berantakan. Ketiga pria itu menatap ke arah Scarlett membuat Scarlett salah tingkah.


"Jauhkan mata kalian sialan.." ucap Frank tidak suka wanitanya di tatap seperti itu. Frank tidak tahu jika tatapan kedua temanya itu tatapan terkejut karena Scarlett ada di penthouse Frank.

__ADS_1


Frank melangkah dengan cepat, menarik tangan Scarlett dan membawanya ke kamarnya.


"Kalian pulang saja. Besok kita lanjutkan," kata Frank pada kedua temannya.


Alden dan Sean saling menatap, otak mereka memikirkan hal yang sama. Keduanya lalu tertawa.


"Sejak kapan dia membawa wanita ke penthousenya," ucap Alden seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Frank tidak pernah membawa wanita manapun ke penthousenya baik itu kekasihnya.


"Bukankah itu wanita tadi malam? Sekretaris Frank?"


"Sepertinya keduanya memiliki hubungan spesial," kata Sean. Alden lalu mengangguk.


"Wanita itu pasti spesial. Dia bahkan belum pernah mengajak wanita manapun ke sini," tukas Sean.


"Ah sudahlah, ayo kita pulang. Biarkan Frank berkembang," kata Alden terkekeh bangkit dari sofa.


"Kamu benar," balas Sean. Keduanya lalu pergi dari penthouse Frank.

__ADS_1


Semetara itu Frank dan Scarlett berada di kamar.


"Astaga.. kenapa kamu turun dengan pakaian seperti ini. Aku sudah menyiapkan pakaian baru untuk mu di atas nakas, " ucap Frank.


"Menyebalkan sekali, mereka bahkan menatap mu," ujar Frank kesal melihat tiga kancing teratas kemeja yang di pakai Scarlett terbuka menampilkan bra hitamnya.


"Mana aku tahu kalau mereka ada di sana. Aku juga tidak melihat paper bagnya," ujar Scarlett melirik paper bag di atas nakas.


"Oh sial, aku hampir lupa. Lihat ini," kata Scarlett kesal menunjuk lehernya.


"Dan ini ju_" Scarlett hendak menunjukkan dadanya namun seketika ia tersadar dan menurunkan tangannya.


"Kenapa kamu malu, aku bahkan sudah melihatnya saat mengganti baju mu," kata Frank menampilkan senyum menyeringainya.


"Diam lah. Setelah ini Alden pasti berpikir aneh-aneh karena melihat ku di tempat mu," ujar Scarlett frustasi berjalan sendiri di tempatnya.


"Oh ya, ngomong-ngomong kamu terlihat sexy dengan tanda merah itu," kata Frank menggoda Scarlett. Wanita itu lalu menghentikan langkah kakinya menatap Frank seolah ingin memakannya.

__ADS_1


__ADS_2