
Scarlett memarkirkan mobilnya di halaman rumah mereka, ia lalu turun dari mobilnya kemudian mengambil ponsel dan tasnya. Ponselnya bergetar, tandanya ada pesan yang masuk.
✉️ Frank
"Sayang.. mungkin aku akan datang terlambat. Meetingnya belum selesai. Aku mencintai mu."
Senyuman manis terukir di wajahnya setelah membaca pesan dari Frank. Scarlett kemudian membalas pesan dari Frank.
Scarlett melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
"Daddy.. i'm home..." ucap Scarlett dengan suara kuat.
"Nona Scarlett.." ucap Doris.
"Doris.. dimana daddy?" tanya Scarlett
"Mereka ada di ruang keluarga Nona.." jawab Scarlett.
"Aku akan ke sana," pungkas Scarlett menuju ruang keluarga.
"Dad.." panggil Scarlett.
"Oh Putri Kecilku sudah pulang ternyata," ucap Wilson bangkit dari sofa. Ia lalu memeluk putrinya. Mia hanya menatap ayah dan anak yang sedang berpelukan di depannya.
"Bagaimana liburannya dad.." ujar Scarlett duduk di sofa.
"Menyenangkan.. daddy bahkan ingin lebih lama di sana kalau saja urusan kantor tidak banyak. Benar bukan sayang.." kata Wilson merangkul bahu istrinya. Mia lalu mengangguk.
__ADS_1
"Dad, apa makanan ini kalian bawa dari sana?" tanya Scarlett melihat beragam makanan di meja. Ia lalu mengambil Tokyo Banana, sejenis kue yang didalamnya terdapat cream pisang.
"Ibumu yang membelinya," ucap Wilson.
"Kami juga membeli oleh-oleh untukmu dan Elizya. Daddy tidak tau mau membeli apa untuk kalian. Daddy minta ibu kalian yang memilihnya. Daddy yakin kalian pasti akan suka," ujar Wilson.
"Terima kasih dad.." kata Scarlett mengunyah makanannya.
"Ngomong-omong bagaimana dengan pekerjaan mu?" tanya Wilson.
"Baik dad, walaupun cukup melelahkan karena pekerjaan yang banyak. Mengingat aku bekerja di perusahaan besar seperti itu," kata Scarlett.
"Sialan anak itu, apa pria itu tidak meringankan pekerjaanmu?" ucap Wilson.
"Maksud daddy siapa?" tanya Scarlett tidak paham dengan orang yang dimaksud Wilson.
"Siapa lagi kalau bukan bos mu itu," kata Wilson.
"Tetap juga tidak bisa. Apa gunanya dia sebagai pacarmu?" kata Wilson membuat Scarlett membulatkan matanya.
"Daddy tau dari mana? aku belum mengenalkannya," kata Scarlett heran.
"Dia menemui daddy satu hari setelah kamu bekerja di sana. Datang-datang, dia langsung mengatakan kalau dia menyukaimu. Tidak ada basa-basi sama sekali. Bisa-bisanya kamu mau dengan laki-laki datar seperti itu," kata Wilson.
Flashback On
Tok..tok...tok...
__ADS_1
"Masuk.." ucap Wilson dari dalam ruang kerjanya.
"Maaf Pak, seseorang ingin menemui anda dari perusahan Carrington," ucap sekretaris Wilson.
"Perusahaan Carrington?"
"Benar Pak."
"Apa sebelumnya mereka sudah membuat janji dengan kita?"
"Tidak Pak."
"Kalau begitu katakan padanya untuk menunggu setelah meeting selesai," tukas Wilson. Setengah jam lagi, dia akan menghadiri meeting.
"Baik Pak," ucap sekretaris Wilson lalu pamit.
"Tunggu dulu. Apa dia memberitahu namanya?" tanya Wilson membuat langkah sekretarisnya terhenti.
"Frank Carrington Pak."
Wilson terkejut saat mendengar nama itu keluar dari mulut sekretarisnya.
"Suruh dia ke ruangan ku dan undur meeting mya dua jam ke depan," kata Wilson dengan cepat.
"Baik Pak, saya akan menghubungi resepsionis dulu," kata sekretaris itu lalu izin pergi.
"Hampir saja. Untung aku bertanya tadi. Bagaimana bisa aku menolak kedatangan pemilik perusahaan besar itu. Suatu kehormatan besar baginya untuk menyambutnya. Semoga saja ini keberuntungan," gumam Wilson.
__ADS_1
Tak lama kemudian sekretaris Wilson datang bersama Frank.
"Selamat siang Mr Frank Carrington.." sambut Wilson dengan senang. Ia lalu menjabat tangan Frank. Sebelumnya ia sangat jarang bertemu dengan pria itu. Hanya beberapa kali, namun tidak dalam jarak sedekat ini.