The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 82: Perusak Mood


__ADS_3

"Sayang.. ada apa..." timpal Frank mengejar Scarlett setelah menyadari Scarlett tidak lagi bersama Elizya.


"Mereka membuat mood ku rusak.. " kata Scarlett.


"Thanks.." kata Scarlett saat Frank menarik kursi untuknya. Keduanya lalu duduk.


"Apa yang sudah mereka katakan hingga membuat calon Mrs Frank Carrington cemberut hmm..." ujar Frank lembut mengusap tangan Scarlett.


"Ah.. sudahlah. Lupakan saja. Aku akan membalasnya nanti. Mereka benar-benar perusak mood," kata Scarlett.


"Kalau kamu butuh bantuan katakan saja padaku. Aku cukup mengenal wanita-wanita itu dan skandalnya," kata Frank mengecup punggung tangan Scarlett.


"Kamu tau dari mana?" tanya Scarlett.


"Nanti saja kita bahas. Kita datang ke sini bukan untuk membicarakan mereka," balas Frank. Scarlett lalu mengangguk.


Acara lalu dimeriahkan dengan penampilan dari beberapa musisi ternama. Di meja para tamu sudah disediakan jamuan untuk mereka.


"Sayang... cukup satu gelas saja.." kata Frank mengingatkan kekasihnya saat melihat Scarlett meneguk wine di gelasnya. Scarlett lalu mengangguk. Ia tahu jika Frank khawatir dengannya jika sampai mabuk.


"Boleh kami bergabung di sini.." ucap Felix datang bersama Elizya. Frank yang melihat itu langsung kesal.

__ADS_1


"Si pengganggu datang," gumam Frank membuat Scarlett terkekeh saat mendengarnya.


"Tidak.." balas Frank.


"Aku tidak meminta pendapat mu Frank," ujar Felix duduk begitu saja tanpa izin dari Frank dan Scarlett.


"Felix, kamu kenal Frank?" tanya Elizya. Felix lalu mengangguk.


"Dia atasan Scarlett dan juga rekan bisnisku baby.." ujar Felix. Elizya mengerutkan alisnya. Jadi Frank adalah atasan Scarlett. Itu artinya pria itu adalah cucu dari Fictor Carrington.


"Itu artinya kamu sudah tau jika Scarlett dan Frank sepasang kekasih dong. Kenapa kamu tidak bilang pada ku," kata Elizya.


"Ka..kamu bilang__" Felix menatap Scarlett seolah tidak yakin. Jadi mereka sudah sepasang kekasih sekarang.


"Ya, Scarlett resmi menjadi kekasihku," kata Frank mengecup bibir Scarlett.


"Bibirmu selalu mengalihkan perhatian ku sayang.." ujar Frank menunjukkan kemesraannya di depan Felix. Iya yakin pria itu sudah panas dingin saat melihat mereka.


"Scarlett apa maksud mu?" tukas Felix membuat Elizya menatapnya.


"Ma.. maksud ku, bagaimana bisa kamu menerima Frank secepat itu. Kalian baru bertemu dalam beberapa bulan ini. Apa kamu tidak takut dipermainkan olehnya," kata Felix.

__ADS_1


"Memangnya apa urusannya dengan mu. Kamu bukan siapa-siapa. Aku berhak pacaran dengan siapa pun," kata Scarlett menohok membuat Felix terdiam.


"Felix.." kata Elizya mengusap tangan pria itu.


"Lupakan saja..." kata Felix menatap Frank dengan tatapan seolah ingin menghajarnya.


"Selain rekan bisnis, ternyata kita akan menjadi keluarga juga," ujar Frank menggoyang-goyangkan gelas ditangannya menatap Felix.


"Ya, kamu benar.." jawab Felix.


Tak lama kemudian, ponsel Frank berdering. Pria itu merogoh ponselnya dari dalam kantongnya dan melihat sekilas layar ponselnya.


"Aku angkat telepon sebentar," kata Frank mengecup leher Scarlett membuat wanita itu terkejut. Frank sangat aneh. Pria itu sulit ditebak. Melakukan sesuatu dengan tiba-tiba.


"Ada apa?" tanya Scarlett saat tatapan Felix dan Elizya tertuju padanya.


"Sudah kubilang kan, kalau aku tidak main-main dengan perkataanku. Aku sudah berjanji untuk tidak mengganggu hubungan kalian," lanjutnya.


"Ya, itu bagus. Benar bukan baby," balas Felix mengecup tangan Elizya. Wanita itu hanya mengangguk.


Scarlett melipat kedua tangannya, "kadang aku berpikir. Kenapa sejak dulu aku tidak dipertemukan dengan Frank. Dan waktuku tidak akan habis dengan sia-sia karena mengejar pria yang jelas-jelas tidak menyukaiku. Ah, itu memang kebodohanku," ujar Scarlett.

__ADS_1


"Biar aku yang memotongnya..." kata Felix mengambil alih piring Elizya yang berisi steak.


"Thanks Felix.." kata Elizya.


__ADS_2