
Penelope berkunjung ke rumah utama keluarga Carrington dan seperti biasa, dia akan membuat keributan di sana.
"Good morning grandpa, grandma..." ucap Penelope menghampiri kakek dan neneknya yang sedang bermain tenis di taman samping rumah mereka.
"Oh hai sayang... kapan kamu datang.." kata Fictor.
"Baru saja.." ujar Penelope memeluk kakek dan neneknya.
"Aku membawa makanan untuk kalian. Pelayan sedang menyiapkannya."
"Aku menemui keponakanku dulu. Dua minggu tidak melihatnya membuatku rindu berat," ujar Penelope mencium pipi kakek dan neneknya sebelum pergi.
"Pagi Paman, Bibi..." sapa Penelope saat berpapasan dengan Oliver dan Dakota di ruang tengah.
"Kalian mau kemana?" tanya Penelope melihat paman dan bibinya dengan penampilan yang berbeda. Keduanya terlihat rapi dengan warna pakaian yang sama.
"Kami ingin menghadiri acara pernikahan teman Bibimu," jawab Oliver. Penelope mengangguk.
"Kalau begitu hati-hati Paman. Aku ke atas dulu melihat keponakan ku," ujar Penelope lalu pergi.
Penelope berjalan menaiki tangga dengan wajah senangnya, menenteng paper bag berisi mainan yang dibelinya untuk Max.
"Good morning keponakan aunty.." ucap Penelope kuat membuka kamar Frank.
__ADS_1
"Penelope.." gumam Scarlett.
"Dimana keponakan ku?" tanya Penelope. Ia melihat box bayi yang kosong.
"Di balkon bersama Frank," jawab Scarlett. Penelope menaruh paper bag nya di atas sofa lalu berjalan menuju balkon.
"Lihat, aunty jelek mu datang," ucap Frank pada Max saat melihat Penelope datang.
"Hei.. jangan berkata kotor di depan keponakanku Frank. Itu tidak baik.." ujar Penelope.
"Kemari sayang.." Penelope mengambil alih Max dari gendongan Frank. "Daddy mu itu sudah buta. Jangan percaya kata-katanya. Semua orang bilang kalau aunty cantik. Kalau kamu bisa bicara, kamu pasti akan bilang aunty cantik," kata Penelope mencium pipi gembul Max.
"Mereka mengatakan itu untuk menjaga perasaanmu saja," balas Frank membuat Penelope kesal.
Penelope menaruh Max di atas tempat tidur, ia kemudian menunjukkan mainan yang dibawanya pada Max.
"Ya ampun.. kamu imut sekali sayang.." kata Penelope mencium gemas pipi Max. Ia mengambil ponselnya dan mengambil foto Max.
"Jangan asal mengunggahnya ke media sosialmu Penelope," ujar Frank memperingati sepupunya. Ia tidak suka foto putranya di umbar di media sosial. Sampai sekarang Frank bahkan tidak memiliki media sosial.
"Iya.. iya, bawel banget.." tukas Penelope. Ia tahu jika sepupunya itu sangat menjaga privasinya.
"Sayang.. aku tinggal sebentar. Aku ingin berenang dulu," kata Frank mengecup bibir Scarlett.
__ADS_1
*****
Hari ini adalah pernikahan Elizya dan Felix. Scarlett tampak bersiap-siap. Frank dan Max menunggunya di bawah. Sementara yang lainnya sudah berangkat duluan. Hari ini mereka bertiga memakai warna baju yang sama. Biru dongker. Hubungan Frank dan Felix sekarang sudah membaik, meskipun Frank masih bersikap dingin pada Felix. Ia hanya bicara jika penting saja.
"Lihat, mom sangat cantik," ujar Frank pada Max. Matanya memandang Scarlett yang sedang berjalan menuruni tangga dengan tatapan memuja.
"Kamu cantik sayang.." kata Frank mengecup leher istrinya.
"Suamiku juga tampan," balas Scarlett mengecup bibir Frank.
"Max juga tampan seperti daddy," kata Scarlett mengusap lembut wajah putranya.
"Ayo kita berangkat, nanti kita terlambat," ajak Scarlett. Mereka lalu berjalan menuju pintu utama. Di depan rumah, supir sudah menunggu mereka.
Tak lama kemudian, Frank bersama istri dan anaknya tiba di sebuah taman yang luas, tempat dimana Felix dan Elizya melangsungkan pernikahannya.
"Frank, itu mom. Ayo kita temui mereka," tunjuk Scarlett. Mereka lalu menghampiri Mia.
"Mom.." panggil Scarlett.
"Hai sayang.." balas Mia bangkit dari kursi. Ia kemudian memeluk putrinya dan Frank.
"Ya ampun.. cucuku. Dua minggu tidak bertemu rasanya kamu semakin besar," kata Mia menggendong Max. Mia sangat merindukan Max. Dua minggu ini ia sangat sibuk menjelang pernikahan Elizya dan tidak sempat mengunjungi cucunya.
__ADS_1
"Sayang.. aku tinggal sebentar. Aku ingin menemui Elizya," ujar Scarlett. Frank lalu mengangguk. Ia duduk di kursi tepat di belakang Mia.