The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 90


__ADS_3

Frank pamit pada Wilson dan Mia karena ia harus kembali. Scarlett mengantarnya hingga ke depan pintu utama rumah mereka.


"Kamu tidak ingin ikut dengan ku?" tanya Frank melingkarkan kedua tangannya di pinggang Scarlett.


"Ya ampun, sejak tadi pagi kamu selalu menyinggung itu. Aku sudah bilang menginap di sini," kata Scarlett heran melihat Frank. Sejak tadi pagi sampai sekarang, Frank masih berusaha, karena mengira Scarlett akan berubah pikiran.


"Sepertinya aku akan lama tidur. Tidak ada kamu di sampingku," ujar Frank memeluk Scarlett.


"Berjanjilah setelah ini kamu akan tinggal di tempatku. Lagi pula satu bulan lagi kita akan menikah," lanjutnya.


"APA? 1 bulan lagi? bukankah kamu bilang dua bulan lagi saat bicara dengan daddy tadi," kata Scarlett.


"Aku berubah pikiran. Rasanya terlalu lama. Kalau kamu setuju ayahmu pasti akan setuju. Kamu mau ya.." ujar Frank menggenggam kedua tangan Scarlett dengan mata puppy eyes nya untuk menarik hati Scarlett.


"Tidak, itu terlalu cepat Frank. Tidak cukup dalam waktu satu bulan saja mempersiapkannya," ujar Scarlett menolak permintaan Frank.


"Aku bisa melakukannya dengan cepat sayang. Serahkan semuanya pada ku," kata Frank meyakinkan Scarlett.


"Tidak. Aku tidak setuju," kata Scarlett dengan tegas.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu harus tinggal bersamaku mulai besok. Aku akan membuat makanan yang enak untukmu setiap hari bagaimana?"


"Baiklah.. baiklah.. kalau aku menolak kamu pasti akan mencari cara yang lain sampai aku menyetujuinya," balas Scarlett dengan wajah pasrahnya.


"Terima kasih sayang. Aku mencintaimu.." ujar Frank mencium bibir Scarlett.


"Aku juga mencintaimu," balas Scarlett mengusap rahang pria itu.


"Sudah sana kamu pulang, ini sudah malam," kata Scarlett.


"Padahal aku ingin memberi tanda di lehermu itu," gumam Frank.


"Tidak bisa.. ayo sekarang kamu pulang," kata Scarlett mendorong pelan tubuh Frank.


"Aku pergi sayang.." kata Frank mengecup kening Scarlett.


"Hati-hati Frank.." ujar Scarlett melambaikan tangannya. Frank lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi.


Pagi harinya, Scarlett bangun lebih cepat karena ingin membuat makanan untuk Frank. Pria itu sellau memasak untuknya dan kali ini Scarlett ingin memasak untuk pria itu. Semoga saja masakannya jadi dan tidak mengecewakan. Scarlett akui, Frank lebih pintar memasak dari dirinya.

__ADS_1


Berbekal dari google Scarlett menyiapkan semua bahan-bahan untuk membuat Risotto.


Scarlett mulai memotong bawang putih, bombay, dada ayam dan jamur. Setelah itu, ia membuat kaldu ayam terlebih dahulu.


Mia yang juga sudah bangun langsung beranjak ke dapur untuk membuat sarapan untuk mereka. Biasanya pelayan akan membantunya.


"Sedang apa dia di sana," gumam Mia saat melihat Scarlett di dapar. Ia lalu mendekat dan melihat Scarlett sedang membuat sesuatu. Mia menuang air minum ke dalam gelasnya lalu meneguknya hingga habis.


"Kenapa rasanya jadi asin begini," gumam Scarlett mencicipi Risotto buatannya. Ia pikir mudah untuk membuatnya. Lihatlah, berasnya bahkan matangnya tidak merata. Ia memang tidak pandai memasak.


Scarlett mematikan kompornya, ia berencana membuang masakannya yang tidak jadi.


"Kamu ingin membuat Risotto?"


Scarlett menoleh, ia hanya melihat Mia sekilas.


Scarlett lalu berjala menuju wastafel.


"Kamu salah menggunakan berasnya," timpal Mia.

__ADS_1


"Aku tau," balas Scarlett cepat. Walau sebenarnya ia terkejut. Hanya saja ia terlalu gengsi untuk mengakuinya.


"Jadi aku salah menggunakan berasnya? pantas saja berasnya tidak pendek dan gemuk setelah matang seperti yang biasanya," batinnya.


__ADS_2