The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 91: Keras Kepala


__ADS_3

Scarlett tidak menyerah, ia mengambil bahan-bahan yang baru untuk membuat Risotto yang baru. Ia sedang mencari beras yang digunakan untuk membuat Risotto. Sayangnya ia tidak menemukannya.


"Berasnya ada di rak paling ujung. Sengaja diletakkan terpisah," timpal Mia.


Setelah mengambil berasnya, Scarlett kemudian mengupas bawang dan mengirisnya.


"Bahkan potongan ayam dan jamur mu saja tidak sesuai," timpal Mia mengamati Scarlett.


"Itu akan mempengaruhi tingkat kematangannya.." lanjut Mia.


"Aku juga tau," balas Scarlett. Ia sedikit gugup karena merasa Mia sedang mengamatinya. Scarlett berharap Mia segera pergi dari sana.


"Kalau kamu tau, kamu tidak akan membuang Risotto tadi."


"Lama sekali.." cibir Mia mencoba mengambil alih pisau dari tangan Scarlett.


"Aku bisa sendiri," kata Scarlett. Jelas-jelas ia tidak bisa memasaknya sendiri. Sepertinya ia butuh bantuan. Tapi Doris belum muncul sejak tadi. Scarlett terlalu gengsi meminta bantuan dari Mia.


"Lalu kamu akan mengulangnya sampai berapa kali lagi? aku tidak ingin uang suamiku habis hanya untuk membuat sesuatu yang sia-sia," kata Mia menatap Scarlett. Walau sebenarnya ia tidak serius dengan kata-katanya itu. Ia hanya tidak ingin makanan terbuang begitu saja.

__ADS_1


Scarlett kembali memotong jamurnya dan mengabaikan Mia.


"Dasar keras kepala," ujar Mia tidak menyerah.


"Sudah kubilang aku bisa sendiri," kata Scarlett.


"Kamu tidak bisa," ucap Mia menarik talenan di depan Scarlett.


"Aku bisa sendiri, tidak perlu bantuan orang lain," kata Scarlett menarik kembali talenan nya. Keduanya saling berebut.


"Kamu tidak bisa," Mia tidak mau kalah. Scarlett mulai frustasi dan kesal.


Mia mengedipkan matanya berkali-kali, dia tidak salah dengar bukan?. Scarlett memanggilnya mom. Suasananya menjadi canggung.


"Perhatikan dengan baik-baik.." kata Mia mencairkan suasana, mengambil pisau dan talenan yang lain. Mia mulai memotong jamur di depannya. Sebenarnya hatinya menghangat saat Scarlett memanggilnya mom, mengingat ia tidak pernah mengeluarkan kata-kata itu dari mulutnya.


"Potong lebih kecil lagi.." kata Mia ketus melirik Scarlett. Walau sebenarnya ia ingin tertawa karena melihat Scarlett mengikuti perintahnya dengan wajah masamnya.


"Kamu buat kaldunya saja.." ujar Mia. Scarlett tidak menjawabnya. Ia langsung membuat kaldunya.

__ADS_1


"Siapkan wajannya dan tumis bawangnya," ujar Mia. Scarlett lalu melakukan apa yang diperintahkan oleh Mia.


"Akh.. " pekik Scarlett saat cipratan minyak mengenai tangannya. Dengan cepat Mia mendekatinya.


"Kamu baik-baik saja," kata Mia. Scarlett mengangguk.


"Biar aku saja yang memasaknya," kata Mia mengambil alih.


Setelah semua bahan-bahan dimasukkan mereka tinggal menunggunya hingga matang.


"Setelah airnya menyusut, tuang kembali sisa kaldu yang tadi. Aku pergi sebentar," ucap Mia lau pergi.


Scarlett tampak sedang berpikir. Setelah apa yang sudah terjadi beberapa menit yang lalu. Ia dan Mia memasak bersama. Scarlett tiba-tiba teringat dengan perkataan Anneth teman Mia yang tak sengaja ditemuinya di supermarket waktu itu. Anneth bilang jika Mia sebenarnya tidak seperti yang ia lihat. Mia menyayanginya. Apakah Mia tidak seburuk yang dia pikirkan. Ia bahkan melihat kekhawatiran di wajah Mia saat ia terkena cipratan minyak. Scarlett mulai bimbang. Pasalnya dalam novelnya tidak diceritakan jika Mia menyayangi Scarlett.


"Kenapa kamu malah melamun? bagaimana jika Risottonya gosong," timpal Mia membuyarkan lamunan Scarlett. Refleks Scarlett melihat Risotto di depannya sudah matang. Ia lalu mematikan kompornya.


"Mm.... terimakasihsudahmembantuku," kata Scarlet dengan cepat.


"Kalau bicara yang jelas," balas Mia meskipun ia sudah tahu apa yang Scarlett ucapkan. Tapi ia ingin mendengarnya lagi.

__ADS_1


"Terima kasih," kata Scarlett. Mia lalu mengangguk dan menahan senyuman di wajahnya.


__ADS_2