The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 80: Dasar Nakal


__ADS_3

Frank dan Scarlett bersiap-siap untuk menghadiri acara amal. Salah satu acara bergengsi di negara mereka. Tamu yang datang juga bukan orang sembarangan. Mulai dari selebritis hingga pebisnis terkenal. Mereka hanya orang-orang terpilih saja. Dana yang dikumpul akan digunakan seluruhnya untuk anak-anak di seluruh dunia yang mengalami krisis kelaparan.


Scarlett keluar dari kamarnya setelah di rias oleh MUA terkenal. Gaun yang dipakainya merupakan pilihan Dakota, ibu Frank. Dress panjang dengan model one shoulder berbahan tile. Gaun berwarna lavender itu sangat cocok di tubuh Scarlett. Frank bahkan tidak berkedip saat melihat penampilan Scarlett sangat memukau. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Ya Tuhan.. cucu ku sangat cantik," puji Freya, nenek Frank.


"Aku jadi gugup.." kata Scarlett tersenyum berjalan mendekati Frank yang juga tak kalah tampan. Keduanya memang sangat serasi.


"Apa kita menikah saja sekarang sayang.." ujar Frank menatap penampilan Scarlett.


"Kenapa periasnya membuatmu secantik ini. Aku jadi takut membawa mu," lanjutnya terkekeh.

__ADS_1


"Bibi, terima kasih untuk gaunnya.." ujar Scarlett. Dakota lalu mengangguk.


"Sebaiknya kalian pergi sekarang, acaranya akan dimulai setengah jam lagi," timpal Dalen ayah Frank.


"Dimana Kak Amber?" tanya Scarlett. Amber adalah istri dari Austin, sepupu Frank. Keduanya sudah menikah dan punya satu anak. Mereka tinggal di New York. Austin juga mendapat undangan untuk menghadiri acara amal tersebut. Mereka terbang dari New York dan akan tinggal di kediaman utama keluarga Carrington selama beberapa hari. Putra mereka tidak ikut karena sedang sekolah.


"Mereka baru saja pergi," kata Frank. Scarlett mengangguk.


"Baiklah, kami pergi dulu," kata Frank menggenggam tangan Scarlett. Keduanya lalu berjalan menuju pintu.


"Ayolah.. sayang, aku ingin mencium mu," kata Frank tidak ada malunya. Keluarganya hanya tertawa melihat sikap Frank yang berubah saat bersama Scarlett.

__ADS_1


"Tapi tidak sekarang juga.." balas Scarlett mencubit lengan Frank.


"Pelit sekali.." kata Frank memajukan bibirnya.


"Bagaimana kalau kita ke tempat ku saja dan," Frank lalu membisikkan sesuatu ke telinga Scarlett.


"Dasar nakal.." kata Scarlett memukul dada Frank dengan tasnya. Frank lalu tertawa melihat wajah merona Scarlett.


"Kalau begitu setelah pulang dari sana bagaimana?" Frank lagi-lagi menggoda Scarlett.


"Tidak.." kata Scarlett masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Frank.

__ADS_1


Frank dan Scarlett tiba di Carrington Hall, gedung dimana acara amal dilakukan. Di lihat dari namanya, semua orang akan tahu jika gedung itu adalah milik keluarga Carrington. Carrington Hall sering menjadi tuan rumah untuk beberapa acara penghargaan, amal, konser, industri film dan hiburan lainnya. Frank dan Scarlett turun dari mobil. Dua orang bodyguard berdiri di setiap sisi mobil untuk membuka pintu mobil mereka. Lobi sangat ramai dengan para wartawan di sisi kanan dan kiri yang ingin meliput acara tersebut. Di depan mereka terdapat karpet merah membentang hingga ke dalam ballroom. Para tamu undangan berjalan dengan gagah melewati red carpet dan berhenti sejenak karena wartawan ingin memfotonya. Ada beberapa panitia di sana yang bekerja untuk membatu para tamu undangan saat di foto oleh wartawan.


"Ayo.." ucap Frank. Scarlett lalu mengangguk. Dengan penuh percaya diri, Scarlett berjalan di samping Frank. Seketika kamera wartawan mengarah kepada mereka. Bagaimana tidak, Frank yang jarang muncul di media, tiba-tiba datang bersama seorang wanita. Frank sangat menjaga privasi. Mantan-mantannya dulu bahkan tidak pernah terekspos sebelumnya. Ia bahkan tidak memiliki akun media sosial seperti Instagram yang sangat banyak dipakai oleh orang-orang di jaman sekarang.


__ADS_2