
Ceklek...
"Baby..." panggil Frank masuk ke dalam kamar Scarlett.
"Astaga.. Frank. Kenapa kamu ke sini," tukas Scarlett terkejut. Dengan cepat, Scarlett mengambil pakaiannya dari atas tempat tidur. Hanya ada handuk yang menutupi tubuhnya saat sedang memakai body lotion ketika Frank masuk ke dalam kamarnya.
"Aku suka melihat mu seperti ini," goda Frank menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Kenapa tidak memakainya di sini saja? pasti menyenangkan," kata Frank menatap tubuh Scarlett dengan tangan menumpu kepalanya.
"Mesum..." ujar Scarlett berlari ke dalam kamar mandi untuk menganti pakaiannya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Scarlett keluar dari kamar mandi dengan memakai baju tidur milik Penelope. Gaun tidur lengan pendek di bawah lutut degan motif berbunga-bunga.
"Frank.. bisakah kamu jangan menatap ku seperti itu," ujar Scarlett risih dengan tatapan Frank. Sejak ia keluar dari kamar mandi, pria itu tidak berhenti menatapnya. Scarlett tidak bodoh, ia tahu arti tatapan pria itu. Tatapan yang sama tiap kali mereka berciuman. Pria itu hanya terkekeh..
"Kenapa kamu datang ke sini. Kembalilah ke kamar mu. Sekarang sudah jam 10. Aku mau tidur," kata Scarlett duduk di kursi meja rias, mengeringkan rambutnya yang basah. Frank hanya diam saja tidak membalasnya. Pria itu bangun dan turun dari atas tempat tidur. Scarlett bisa melihat pantulan tubuh Frank di kaca meja rias di depannya. Scarlett gugup saat Frank berjalan mendekatinya.
Frank mengambil alih pengering rambut di tangan Scarlett. Membantu Scarlett mengeringkan rambutnya.
"Sudah.. kamu diam saja. Biar aku yang melakukannya," ucap Frank dengan nada memerintahnya, layaknya di kantor. Scarlett mengalah dan membiarkan Frank mengeringkan rambutnya. Sikap Frank membuat hatinya meleleh. Romantis sekali. Andai saja sepupu Frank melihatnya seperti ini, mereka pasti tidak akan percaya.
Scarlett hanya menatap wajah Frank yang tampak serius mengeringkan rambutnya. Scarlett akui, Frank memang sangat tampan. Dari sudut manapun pria itu tetap tampan. Bahkan jika Frank berekspresi jelek, ia akan tetap tampan. Tidak kebayang, seperti apa anak-anak mereka nanti. Scarlett yakin akan tampan seperti Frank.
__ADS_1
"Apa-apaan ini... pikiran ku terlalu jauh. Kami baru pacaran dalam beberapa hari. Tapi harapan ku terlalu jauh," batin Scarlett tersenyum.
"Apa yang sedang kamu pikirkan hmm.." timpal Frank menyadarkan Scarlett dari khayalannya. Scarlett lalu menggeleng. Mana mungkin ia mengatakannya. Memalukan sekali.
"Selesai.." ujar Frank mematikan Pengering rambut di tangannya dan menaruhnya di atas meja. Frank lu mengecup kepala Scarlett. Ah, romantis sekali. Frank sangat berbeda saat bersama dengan Scarlett. Sikap dingin pria itu berubah seratus persen. Scarlett saja sampai heran melihatnya. Mungkin sikap Frank yang seperti itu menurun dari ayahnya. Ayahnya juga seperti itu. Jika sudah bersama dengan ibunya, sikap ayahnya akan berbeda. Ayahnya selalu bersikap lembut dan romantis pada ibunya. Ayahnya sangat meratukan ibunya.
"Thanks Frank". Scarlett merapikan rambutnya.
Frank kembali ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di sana.
"Frank.. aku ingin tidur, kembali lah ke kamar mu. Apa kamu tidak mengantuk?" kata Scarlett tidak berbohong. Ia benar-benar mengantuk.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo tidur, aku juga sudah mengangguk ," ucap Frank menepuk tempat tidur seolah mengajak Scarlett tidur di sampingnya.