The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 63: Tidak Suka


__ADS_3

"Selamat pagi Scarlett," sapa Alden yang baru saja masuk me dalam lift.


"Se..selamat pagi Alden," balas Scarlett. Padahal semalam ia berharap Alden tidak masuk kantor. Nyatanya sekarang mereka malah bertemu di lift.


"Sejak kapan kalian begitu dekat?" tanya Alden. Scarlett membulatkan kedua matanya. Benar bukan? Alden pasti akan bertanya.


"Maksud mu?" tanya Scarlett pura-pura tidak paham.


"Jangan pura-pura tidak tahu arah pembicaraan ku Scarlett," tukas Alden menatap Scarlett. Scarlett lalu memalingkan wajahnya.


"Sepertinya Frank benar-benar serius pada mu," kata Alden menarik perhatian Scarlett. Terlihat wanita itu menatap Alden, berharap Alden melanjutkan perkataannya.


"Sudah ku duga, sejak awal ia memang terpikat dengan mu," lanjut Alden.


"Mak..maksudmu bagaimana?" tanya Scarlett. Alden diam sejenak. Sebelum ia melanjutkan perkataannya pintu lift terbuka.


"Ah, kita lanjut lain kali Scarlett. Aku pergi dulu," kata Alden keluar dari dalam lift.


****

__ADS_1


Scarlett membawa catatan kecilnya sembari membawa kopi untuk Frank. Setelah mengetuk pintu Scarlett masuk ke dalam ruangan Frank. Pria itu tampak sedang mengangkat teleponnya dengan bersandar di dinding kaca ruangannya. Menatap Scarlett yang sedang berjalan ke arah mejanya.


Scarlett tampak risih dengan tatapan Frank yang seolah ingin menerkamnya. Tatapan yang sama tiap kali mereka berciuman. Scarlett meletakkan kopi Frank di atas meja kerja pria itu. Ia lalu menunggu Frank menyelesaikan panggilannya untuk menyampaikan Schedule pria itu hari ini.


"Jadwal ku hari ini," ucap Frank menaruh ponselnya di atas meja.


"Meeting dengan Felix untuk membahas kelanjutan proyek yang ada di India jam satu siang di ruang meeting," kata Scarlett.


"Hanya itu saja Pak," lanjutnya.


"Baiklah. Katakan pada Alden untuk menggantikan mu rapat nanti siang!" perintah Frank.


"Kenapa Pak? bukankah itu tugas ku?" tanya Scarlett.


Scarlett menyatukan kedua alisnya. Memangnya ada apa? bukankah sudah hal biasa Scarlett menjadi notulen saat Frank rapat.


"Aku tidak suka caranya menatap kekasih ku," timpal Frank membuat Scarlett paham. Sepertinya Frank sedang cemburu. Rasanya senang melihat Frank cemburu.


"Baiklah, kalau begitu saya kembali ke ruangan saya dulu Pak," kata Scarlett bangkit dari kursi. Ia bersikap profesional saat di kantor.

__ADS_1


"Sayang..." panggil Frank membuat langkah kaki Scarlett berhenti. Scarlett menghela nafasnya, mereka sudah berjanji untuk tidak mengumbar hubungannya di kantor.


"Pak, tolong ingat ke__"


"Kamu cantik sekali. Aku mencintaimu," ucap Frank memotong perkataan Scarlett. Sontak membuat Scarlett terkejut, Frank sukses membuatnya merona. Scarlett memutar tubuhnya lalu pergi dengan cepat dari ruangan Frank. Sepertinya ia perlu mengamankan jantungnya sekarang.


Scarlett masuk ke dalam ruangannya, "astaga Tuhan.." gumam Scarlett memegang jantungnya yang berdetak dengan cepat.


"Ah, wajahku juga terasa panas," kata Scarlett memegang wajahnya. Sungguh, ia belum terbiasa seperti ini dengan Frank.


Table phone di depannya berbunyi. Scarlett kemudian mengangkatnya.


"Scarlett Balamy di sini, ada yang bisa saya bantu," kata Scarlett ramah.


"Scarlett, apakah Frank ada di sana. Aku inging mengajaknya bertemu," ucap Michelle putri dari seorang Senator di California.


"Begini, Pak Frank sedang sibuk. Mungkin ia tidak punya waktu untuk menemui anda dalam waktu dekat ini," balas Scarlett.


"Enak saja dia ingin bertemu dengan Frank," batin Scarlett tidak suka. Ia tahu Michelle menyukai Frank. Tentu saja Scarlett tidak rela.

__ADS_1


"Sayang sekali. Aku ingin mengundangnya makan siang hari ini. Baiklah kalau begitu. Aku akan menghubungi mu lain kali," tukas Michelle mematikan panggilannya.


"Dan aku tidak akan membiarkannya," gumam Scarlett menarik salah satu sudut bibirnya.


__ADS_2