
Waktu berjalan begitu cepat. Dua bulan sudah Scarlett bekerja di perusahaan Frank. Dan dua minggu ini, Scarlett tidak bertemu dengan Frank karena pria itu sedang pergi ke Prancis. Semua urusan kantor dihandle oleh Alden. Scarlett tidak tau apa yang Frank lakukan di Prancis. Alden bilang ada hal penting yang harus segera diselesaikannya. Sejak Scarlett menginap di penthouse Frank, pria itu sedikit lebih dekat dengannya. Sebenarnya tangan Scarlett sangat gatal untuk menghubungi Frank. Tapi apa boleh buat, Scarlett pikir hubungan mereka tidak sedekat itu.
Ngomong-omong, mengenai Frank. Scarlett sudah menanyakan tentang pria itu pada sahabatnya. Dan berita senangnya Frank belum memiliki kekasih dalam 2 tahun ini. Scarlett tidak ingin bertanya banyak tentang Frank pada Penelope, karena akan membuatnya curiga. Mulutnya sahabatnya itu terlalu ember.
Scarlett duduk bersila di atas kursinya, ditemani sebungkus cemilan di tangannya. Ia lalu membuka media sosialnya. Jam istirahat masih ada setengah jam lagi.
Dan berita terbaru yang dilihatnya adalah Elizya saudara tirinya. Elizya semakin hari semakin terkenal. Hanya dalam setengah tahun ini, Elizya mendapatkan banyak pengikut baru di media sosial dan job yang banyak. Bahkan akun media sosialnya sudah centang biru. Saudaranya memosting kesibukannya akhir-akhir ini di media sosialnya. Ia juga memposting foto-fotonya bersama Felix. Keluarga Felix terkenal dalam dunia Entertaintment. Ibunya adalah mantan artis ternama. Tentu saja itu akan mempengaruhi kepopuleran Elizya.
"Secepat itukah?" gumam Scarlett.
"Bagaimana bisa dia menjadi model terkenal dalam waktu yang singkat," batin Scarlett seolah tidak percaya. Bukanya iri, hanya saja ia pikir tidak semudah itu bersaing dengan model papan atas. Ia tahu seperti apa cara kerja para model di sana. Karena sebelumnya ia juga pernah bercita-cita menjadi seorang model.
"Ah lihat ini, dia juga memosting kegiatannya saat berada di perusahaan daddy. Aku yakin wanita bermuka dua ini ingin pamer pada ku," kata Scarlett sembari memakan cemilannya.
"Ck, aku tidak peduli. Selama aku tidak mengganggu hubungannya dengan Felix aku tidak akan mati untuk kedua kalinya," ujar Scarlett.
__ADS_1
Ceklek..
Pintu terbuka, Scarlett yang sedang fokus dengan ponselnya tidak menyadari pintunya yang terbuka. Karena memang pintu itu dibuka dengan pelan.
"Scarlett," panggil seseorang dengan suara yang cukup familiar di telinganya. Scarlett menoleh dan terkejut melihat siapa yang sedang datang menghampirinya.
"Frank.." gumam Scarlett dengan cepat menurunkan kakinya dari atas kursinya. Ini memalukan sekali. Frank pasti mengiranya tidak sopan.
"Ayo temani aku makan siang," kata Frank menarik tangan Scarlett.
"Aku bilang menemani bukan?" kata Frank dengan alis terangkat menatap wajah Scarlett. Membuat wanita itu membulatkan kedua matanya.
"Aish.. pria ini," batin Scarlett. Sekarang ia jadi malu sendiri.
"Ayolah, aku sudah lapar sekali. Aku baru sampai dan langsung ke perusahaan," kata Frank. Scarlett lalu mengangguk. Keduanya berjalan masuk ke dalam lift menuju lobby.
__ADS_1
Setibanya di restoran, Frank dan Scarlett duduk di meja yang sudah dipesannya terlebih dahulu.
Pelayan mengantar makanan ke meja mereka.
"Frank, aku sudah makan siang," bisik Scarlett saat pelayan menyajikan makanan untuknya.
"Mommy ku yang memesannya," balas Frank. Scarlett mengerutkan kedua alisnya tidak mengerti dengan perkataan Frank.
"A..aku tidak mengerti maksud mu," tukas Scarlett bingung.
"Sebagai ucapan terima kasih karena sudah menemani ku saat sakit dua minggu yang lalu," kata Frank.
"Tapi ak__"
"Sudahlah, ayo kita makan. Kamu tidak akan menolaknya bukan? mommy sudah menyiapkan ini jauh-jauh hari. Karena aku sibuk jadinya tidak sempat. Apa kamu ingin mommy ku sedih karena kamu menolak ucapan terima kasihnya?" kata Frank.
__ADS_1
Scarlett lalu menggeleng. Frank memasang senyum kemenangannya. Ia sudah menebak jika Scarlett tidak akan menolaknya.